Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Kehamilan

Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil: Gejala dan Pencegahan

Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Infeksi saluran kemih (ISK) saat hamil umumnya ditandai dengan rasa perih atau panas saat buang air kecil, sering ingin berkemih walau hanya sedikit yang keluar, nyeri di perut bagian bawah, serta urine yang keruh atau berbau tidak biasa. Kondisi ini cukup sering dialami ibu hamil dan umumnya dapat ditangani dengan baik bila dikenali sejak dini. Kabar baiknya, ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Namun, ISK selama kehamilan tidak boleh disepelekan karena dapat berkembang menjadi infeksi ginjal yang berisiko bagi ibu dan janin.

Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?

Saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran tempat urine keluar). Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di bagian mana pun dari saluran tersebut. Bakteri yang paling sering menjadi penyebab berasal dari area usus dan anus, yang kemudian berpindah ke uretra.

Pada ibu hamil, ISK biasanya dibagi menjadi tiga bentuk:

  • Bakteriuria asimtomatik, yaitu adanya bakteri dalam urine tanpa menimbulkan keluhan apa pun. Kondisi ini sering tidak disadari dan baru diketahui melalui pemeriksaan urine.
  • Sistitis, yaitu infeksi pada kandung kemih yang menimbulkan gejala seperti nyeri saat berkemih dan sering buang air kecil.
  • Pielonefritis, yaitu infeksi yang sudah naik hingga ke ginjal. Ini merupakan bentuk yang lebih serius dan biasanya memerlukan penanganan segera.

Mengapa Ibu Hamil Lebih Rentan Mengalami ISK?

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, dan beberapa di antaranya membuat saluran kemih lebih mudah terinfeksi. Berikut beberapa penyebabnya:

  • Pengaruh hormon progesteron. Hormon ini membuat otot-otot polos, termasuk otot pada ureter, menjadi lebih rileks. Akibatnya, aliran urine menjadi lebih lambat sehingga bakteri punya lebih banyak waktu untuk berkembang.
  • Tekanan dari rahim yang membesar. Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim dapat menekan kandung kemih dan ureter. Hal ini bisa membuat kandung kemih sulit dikosongkan sepenuhnya.
  • Perubahan komposisi urine. Selama hamil, urine dapat mengandung lebih banyak zat tertentu, seperti gula, yang bisa menjadi “makanan” bagi bakteri.
  • Perubahan kebiasaan dan kondisi tubuh. Kesulitan membersihkan area kewanitaan dengan baik saat perut membesar, kurang minum, atau menahan buang air kecil juga dapat meningkatkan risiko.

Beberapa kondisi lain seperti riwayat ISK sebelumnya, diabetes, atau kelainan pada saluran kemih juga dapat membuat seorang ibu lebih berisiko.

Gejala Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Gejala ISK bisa berbeda-beda tergantung bagian saluran kemih yang terinfeksi. Sebagian ibu bahkan tidak merasakan keluhan sama sekali. Gejala yang umum muncul antara lain:

  • Rasa perih, panas, atau nyeri saat buang air kecil
  • Dorongan buang air kecil yang lebih sering dan mendesak, tetapi urine yang keluar sedikit
  • Rasa tidak tuntas setelah berkemih
  • Nyeri, tekanan, atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah
  • Urine tampak keruh, berbau menyengat, atau bercampur darah

Perlu diingat, sering buang air kecil juga merupakan hal yang wajar selama kehamilan. Perbedaannya, pada ISK keluhan ini biasanya disertai rasa perih, nyeri, atau perubahan pada urine. Bila ragu, sebaiknya tetap periksakan diri.

Jika infeksi sudah mencapai ginjal, gejalanya biasanya lebih berat, seperti demam, menggigil, nyeri di pinggang atau punggung samping, mual, dan muntah.

Apakah ISK Berbahaya bagi Kehamilan?

ISK yang tidak ditangani dapat menyebar ke ginjal dan menimbulkan komplikasi. Infeksi ginjal pada ibu hamil berkaitan dengan risiko persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Itulah sebabnya pedoman kesehatan kehamilan menganjurkan pemeriksaan urine sebagai bagian dari pemeriksaan kehamilan rutin, terutama pada awal kehamilan, agar bakteriuria tanpa gejala sekalipun dapat terdeteksi dan ditangani.

Dengan diagnosis yang tepat dan pengobatan sesuai anjuran dokter, sebagian besar kasus ISK pada kehamilan dapat diatasi dengan baik.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Penanganan Medis

Jika Bunda mengalami gejala ISK, langkah terpenting adalah memeriksakan diri ke dokter atau bidan. Dokter biasanya akan meminta pemeriksaan urine untuk memastikan adanya infeksi dan mengetahui jenis bakteri penyebabnya. Bila diperlukan, dokter akan memberikan antibiotik yang aman untuk kehamilan.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Jangan mengonsumsi obat sendiri, termasuk antibiotik sisa atau obat yang dibeli tanpa resep, karena tidak semua obat aman untuk janin.
  • Habiskan obat sesuai petunjuk dokter, meskipun gejala sudah membaik. Menghentikan pengobatan terlalu cepat dapat membuat infeksi kambuh.
  • Ikuti jadwal pemeriksaan ulang bila dokter meminta tes urine kembali untuk memastikan infeksi sudah tuntas.

Langkah Pencegahan Sehari-hari

Pencegahan adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari ISK. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu:

  • Cukupi kebutuhan cairan. Minum air putih yang cukup sepanjang hari membantu membilas bakteri dari saluran kemih. Warna urine yang jernih atau kuning muda bisa menjadi tanda tubuh terhidrasi dengan baik.
  • Jangan menahan buang air kecil. Segera ke kamar mandi saat terasa ingin berkemih, dan usahakan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Mencondongkan badan sedikit ke depan saat berkemih dapat membantu.
  • Bersihkan dari depan ke belakang. Setelah buang air kecil maupun besar, basuh dan keringkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang agar bakteri dari anus tidak berpindah ke uretra.
  • Buang air kecil setelah berhubungan intim. Kebiasaan ini membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke saluran kemih.
  • Pilih pakaian dalam yang nyaman. Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan hindari pakaian yang terlalu ketat. Ganti pakaian dalam bila terasa lembap.
  • Hindari produk pembersih beraroma. Sabun wangi, semprotan, atau cairan pembilas vagina dapat mengganggu keseimbangan alami di area kewanitaan. Cukup bersihkan dengan air bersih.
  • Jaga kadar gula darah. Bagi ibu dengan diabetes atau diabetes gestasional, mengikuti anjuran dokter untuk mengontrol gula darah dapat membantu menurunkan risiko infeksi.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Pemeriksaan antenatal memungkinkan infeksi tanpa gejala terdeteksi lebih awal.

Kapan Harus ke Dokter

Segera hubungi dokter atau datang ke fasilitas kesehatan apabila Bunda mengalami gejala ISK, terutama bila disertai tanda bahaya berikut:

  • Demam atau menggigil
  • Nyeri di pinggang, punggung bagian samping, atau di bawah tulang rusuk
  • Mual dan muntah yang membuat sulit makan atau minum
  • Urine bercampur darah
  • Kontraksi atau perut terasa kencang secara teratur sebelum waktunya
  • Keluar cairan atau darah dari jalan lahir
  • Gerakan janin terasa berkurang
  • Gejala tidak membaik atau justru memburuk setelah beberapa hari pengobatan
  • Tubuh terasa sangat lemas, pusing, atau bingung

Tanda-tanda ini bisa menunjukkan infeksi yang sudah menyebar ke ginjal atau kondisi lain yang memerlukan penanganan segera.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ISK bisa memengaruhi janin?

ISK ringan yang segera ditangani umumnya tidak menimbulkan masalah pada janin. Namun, infeksi yang dibiarkan dan menyebar ke ginjal dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan berat badan lahir rendah. Karena itu, penting untuk memeriksakan diri sejak gejala pertama muncul.

Apakah antibiotik aman dikonsumsi saat hamil?

Ada beberapa jenis antibiotik yang dapat digunakan dengan aman selama kehamilan. Dokter akan memilih obat dengan mempertimbangkan usia kehamilan, jenis bakteri, dan kondisi kesehatan Bunda. Yang penting adalah tidak memilih atau mengonsumsi antibiotik sendiri tanpa resep dokter.

Apakah ISK bisa kambuh selama kehamilan?

Ya, sebagian ibu hamil bisa mengalami ISK berulang. Oleh karena itu, dokter mungkin menganjurkan pemeriksaan urine ulang setelah pengobatan selesai. Menerapkan langkah pencegahan sehari-hari juga membantu mengurangi kemungkinan infeksi kembali.

Apakah jus cranberry bisa mencegah ISK saat hamil?

Jus cranberry sering disebut dapat membantu mencegah ISK, tetapi bukti ilmiahnya masih terbatas dan belum konsisten. Jus ini tidak dapat menggantikan pengobatan dari dokter. Bila ingin mengonsumsinya, pilih yang rendah gula dan diskusikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika Bunda memiliki diabetes gestasional.

Infeksi saluran kemih saat hamil memang cukup umum, tetapi bukan berarti boleh diabaikan. Mengenali gejalanya sejak awal, menjaga kebiasaan sehat, dan rutin memeriksakan kehamilan adalah langkah penting untuk melindungi Bunda dan si kecil. Jika Bunda merasakan keluhan saat buang air kecil atau memiliki pertanyaan seputar kesehatan selama kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Bunda.


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp