SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri sebaiknya dilakukan secara rutin setiap bulan untuk mengenali perubahan pada payudara sedini mungkin. Waktu yang tepat bagi perempuan yang masih menstruasi adalah sekitar 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi, ketika payudara biasanya tidak terlalu tegang atau nyeri. Bagi yang sudah menopause, pilih satu tanggal yang sama setiap bulan agar mudah diingat.
SADARI bukan pengganti pemeriksaan oleh dokter atau pemeriksaan penunjang seperti mammografi dan ultrasonografi. Namun, kebiasaan ini dapat membantu Anda mengenali kondisi normal payudara sendiri sehingga perubahan baru dapat segera diperhatikan dan dikonsultasikan.
Apa Itu SADARI?
SADARI adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan secara mandiri dengan cara melihat dan meraba payudara serta area di sekitarnya. Pemeriksaan ini meliputi kedua payudara, ketiak, tulang selangka, dan area puting.
Tujuan SADARI bukan untuk mendiagnosis kanker payudara. Payudara setiap orang memiliki bentuk, ukuran, dan tekstur yang berbeda. Sebagian perempuan juga mengalami perubahan payudara akibat siklus menstruasi, kehamilan, menyusui, perubahan berat badan, atau penggunaan hormon. Dengan melakukan SADARI secara teratur, Anda dapat lebih mengenali pola normal tubuh sendiri.
Mengapa Perubahan Payudara Bisa Terjadi?
Perubahan pada payudara dapat disebabkan oleh berbagai hal dan tidak selalu berarti kanker. Beberapa penyebab yang cukup umum meliputi:
- Perubahan hormon: menjelang menstruasi, payudara dapat terasa lebih penuh, kencang, atau nyeri.
- Kehamilan dan menyusui: payudara dapat membesar, lebih sensitif, atau mengalami perubahan pada puting dan areola.
- Sumbatan saluran ASI atau peradangan: kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, rasa hangat, atau benjolan.
- Kista atau fibroadenoma: beberapa benjolan payudara bersifat jinak, tetapi tetap perlu dinilai bila baru muncul atau berubah.
- Infeksi atau cedera: benturan dan infeksi dapat menimbulkan bengkak atau perubahan warna kulit.
- Keganasan: sebagian kanker payudara dapat muncul sebagai benjolan atau perubahan lain yang menetap.
Karena penyebabnya beragam, jangan menyimpulkan sendiri hanya berdasarkan hasil perabaan. Benjolan yang terasa tidak selalu berbahaya, begitu pula perubahan kecil yang tidak menimbulkan nyeri tetap perlu diperhatikan.
Waktu yang Tepat untuk Melakukan SADARI
Waktu pemeriksaan memengaruhi kenyamanan dan kemudahan dalam mengenali perubahan. Berikut panduan umumnya:
- Perempuan yang masih menstruasi: lakukan sekitar 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi. Pada masa ini, pengaruh hormon terhadap payudara biasanya mulai berkurang.
- Siklus menstruasi tidak teratur: pilih satu tanggal setiap bulan yang mudah diingat. Anda juga dapat mencatat hasil pemeriksaan agar mengetahui perubahan dari waktu ke waktu.
- Perempuan yang sudah menopause: lakukan pada tanggal yang sama setiap bulan.
- Ibu menyusui: SADARI dapat dilakukan setelah menyusui atau memerah ASI agar payudara lebih kosong dan tidak terlalu tegang. Tetap konsultasikan perubahan yang menetap kepada tenaga kesehatan.
SADARI dapat dilakukan saat mandi, di depan cermin, atau ketika berbaring. Gunakan bantalan jari, bukan ujung kuku, agar tekanan lebih terkontrol dan kulit tidak terluka.
Cara Melakukan SADARI
1. Amati payudara di depan cermin
Berdirilah dengan posisi tubuh tegak dan kedua lengan rileks di samping tubuh. Perhatikan apakah terdapat perubahan pada ukuran, bentuk, atau posisi payudara. Wajar bila kedua payudara tidak benar-benar sama besar, tetapi perbedaan baru perlu diperhatikan.
Selanjutnya, angkat kedua lengan ke atas. Amati kulit payudara dan ketiak. Perhatikan adanya lekukan, kulit yang tampak tertarik, pembengkakan, kemerahan, atau permukaan kulit yang menyerupai kulit jeruk. Periksa juga saat kedua tangan diletakkan di pinggang dan otot dada ditegangkan secara perlahan.
2. Perhatikan puting
Amati apakah puting berubah arah, tertarik ke dalam, mengalami luka, bersisik, atau mengeluarkan cairan yang tidak biasa. Puting yang sejak dulu tampak masuk ke dalam dapat merupakan kondisi normal, tetapi perubahan yang baru muncul sebaiknya diperiksakan.
3. Raba payudara saat berdiri atau mandi
Gunakan tiga jari tengah tangan yang berlawanan untuk meraba payudara. Lakukan dengan gerakan melingkar kecil dan tekanan bertahap, mulai dari tekanan ringan di permukaan hingga sedikit lebih dalam. Periksa seluruh area payudara dengan pola yang teratur, misalnya dari atas ke bawah atau dari bagian luar menuju puting.
Pastikan area yang diperiksa mencakup tulang selangka hingga bagian bawah payudara, serta dari tulang dada hingga ketiak. Jangan hanya memeriksa bagian yang terasa paling mudah diraba. Bandingkan sisi kanan dan kiri, tetapi ingat bahwa teksturnya tidak selalu sama.
4. Raba payudara saat berbaring
Berbaringlah dengan nyaman dan letakkan bantal tipis di bawah bahu kanan. Angkat lengan kanan ke atas, lalu gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan. Ulangi langkah yang sama pada payudara kiri.
Raba dengan pola teratur dan jangan lupa memeriksa area ketiak. Setelah selesai, catat perubahan yang baru Anda sadari, termasuk lokasi, ukuran perkiraan, rasa nyeri, dan apakah perubahan tersebut menetap.
Perubahan Apa yang Perlu Diperhatikan?
Selama SADARI, perhatikan beberapa perubahan berikut:
- Benjolan baru pada payudara atau ketiak.
- Perubahan ukuran atau bentuk payudara yang tidak biasa.
- Perubahan kulit, seperti kemerahan, penebalan, lekukan, atau tekstur menyerupai kulit jeruk.
- Puting tertarik ke dalam secara baru atau mengalami perubahan bentuk.
- Cairan dari puting, terutama bila keluar tanpa dipencet atau tampak berdarah.
- Luka, sisik, atau iritasi pada puting yang tidak membaik.
- Nyeri pada satu titik yang menetap atau semakin mengganggu.
Nyeri payudara yang muncul menjelang menstruasi sering berkaitan dengan perubahan hormon. Meski demikian, nyeri yang menetap, semakin berat, atau disertai perubahan lain tetap perlu dibicarakan dengan dokter.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Jika menemukan perubahan, tetap tenang dan lakukan beberapa langkah berikut:
- Catat kapan perubahan mulai dirasakan dan di bagian mana lokasinya.
- Perhatikan apakah perubahan berkurang setelah menstruasi selesai.
- Hindari terlalu sering menekan atau memijat area tersebut karena dapat menimbulkan nyeri dan iritasi.
- Jadwalkan konsultasi dengan dokter, terutama bila perubahan menetap atau semakin jelas.
- Sampaikan informasi mengenai siklus menstruasi, kehamilan, menyusui, obat atau terapi hormon, serta riwayat kesehatan keluarga.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan. Jenis pemeriksaan dapat berbeda sesuai usia, keluhan, kondisi payudara, serta apakah seseorang sedang hamil atau menyusui.
Kapan Harus ke Dokter
Segera buat janji pemeriksaan bila Anda menemukan benjolan baru yang menetap, terutama jika terasa keras atau tidak mudah digerakkan. Konsultasi juga diperlukan bila terdapat perubahan kulit atau puting yang baru, cairan spontan dari puting, atau pembengkakan pada ketiak.
Periksakan diri lebih cepat jika payudara tampak merah, terasa panas, bengkak, dan disertai demam, terutama saat menyusui. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan infeksi yang membutuhkan penanganan medis.
Jangan menunda konsultasi hanya karena perubahan tidak terasa nyeri. Sebagian masalah payudara tidak menimbulkan rasa sakit. Sebaliknya, rasa nyeri saja tidak selalu menunjukkan penyakit serius. Penilaian dokter diperlukan untuk memahami penyebabnya secara tepat.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Semua perempuan dianjurkan mengenali kondisi payudaranya, tetapi perhatian lebih perlu diberikan bila terdapat riwayat keluarga dengan kanker payudara atau kanker ovarium, pernah mengalami kelainan payudara tertentu, menjalani terapi radiasi di area dada, atau memiliki faktor risiko lain yang dinilai dokter.
Orang dengan risiko lebih tinggi mungkin memerlukan jadwal pemeriksaan klinis atau pemeriksaan penunjang yang berbeda. SADARI tetap bermanfaat, tetapi jangan mengandalkannya sebagai satu-satunya metode pemantauan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah SADARI harus dilakukan setiap hari?
Tidak. SADARI umumnya dilakukan satu kali setiap bulan. Pemeriksaan setiap hari dapat membuat Anda terlalu sering menekan payudara dan meningkatkan kekhawatiran terhadap perubahan normal. Yang terpenting adalah melakukannya secara teratur pada waktu yang tepat.
Apakah benjolan yang terasa nyeri pasti bukan kanker?
Tidak. Nyeri dapat berkaitan dengan perubahan hormon, kista, infeksi, atau kondisi lain, tetapi tidak dapat digunakan untuk memastikan penyebab benjolan. Benjolan yang nyeri maupun tidak nyeri tetap perlu dinilai jika baru muncul atau menetap.
Apakah ibu menyusui tetap boleh melakukan SADARI?
Boleh. Lakukan setelah menyusui atau memerah ASI agar payudara tidak terlalu penuh. Perubahan seperti payudara merah, panas, nyeri, benjolan yang menetap, atau demam perlu dikonsultasikan karena dapat berkaitan dengan sumbatan atau infeksi.
Apakah SADARI dapat mendeteksi semua kanker payudara?
Tidak. SADARI membantu mengenali perubahan yang dapat diraba atau dilihat, tetapi tidak dapat menemukan semua kelainan. Pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang tetap dapat diperlukan sesuai usia, gejala, serta faktor risiko masing-masing.
Jadikan SADARI sebagai kebiasaan untuk mengenali tubuh sendiri, dan konsultasikan setiap perubahan payudara yang menetap kepada dokter kandungan agar dapat dinilai dengan tepat sesuai kondisi Anda.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.





