Langsung ke konten

Dokter Kandungan Jepara · Klinik Aqilla Sehat, Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Jepara

dr. Muhammad Faesol, MMR, Sp.OG

Kehamilan

Kehamilan Kembar: Hal yang Perlu Diketahui

Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar terjadi ketika ada dua janin atau lebih yang tumbuh di dalam rahim pada saat yang sama. Dengan pemeriksaan rutin, pola hidup sehat, dan pemantauan yang lebih ketat, banyak ibu dengan kehamilan kembar dapat menjalani kehamilan dengan baik dan melahirkan bayi yang sehat. Meski begitu, kehamilan kembar termasuk kehamilan yang membutuhkan perhatian ekstra karena risikonya lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Artikel ini membahas jenis kehamilan kembar, penyebabnya, risiko yang perlu diwaspadai, hal yang bisa Bunda lakukan, dan kapan harus segera ke dokter.

Bagaimana Kehamilan Kembar Bisa Terjadi?

Secara umum, kehamilan kembar terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan cara terbentuknya.

Kembar Tidak Identik (Dizigotik)

Kembar tidak identik terjadi ketika dua sel telur yang berbeda dibuahi oleh dua sel sperma yang berbeda dalam satu siklus. Masing-masing janin memiliki materi genetik sendiri, sehingga kemiripannya sama seperti saudara kandung biasa. Jenis kelaminnya bisa sama atau berbeda. Pada kembar jenis ini, setiap janin biasanya memiliki plasenta dan kantong ketuban masing-masing.

Kembar Identik (Monozigotik)

Kembar identik berasal dari satu sel telur yang dibuahi satu sperma, kemudian membelah menjadi dua embrio. Karena berasal dari satu sel yang sama, kedua bayi memiliki materi genetik yang hampir sama dan jenis kelaminnya selalu sama. Tergantung kapan pembelahan terjadi, kembar identik bisa memiliki plasenta terpisah, berbagi satu plasenta, bahkan berbagi satu kantong ketuban.

Mengapa Jumlah Plasenta Penting?

Dokter akan menentukan apakah janin berbagi plasenta (monokorionik) atau memiliki plasenta masing-masing (dikorionik). Informasi ini idealnya diketahui melalui USG pada trimester pertama, karena pada usia kehamilan tersebut gambarannya paling jelas. Kehamilan kembar yang berbagi satu plasenta memiliki risiko komplikasi tertentu yang lebih tinggi, sehingga biasanya memerlukan pemantauan USG yang lebih sering.

Faktor yang Meningkatkan Peluang Hamil Kembar

Kembar identik umumnya terjadi secara acak dan tidak banyak dipengaruhi faktor tertentu. Sementara itu, peluang kembar tidak identik dapat meningkat karena beberapa hal berikut:

  • Riwayat keluarga. Kecenderungan melepaskan lebih dari satu sel telur dapat diturunkan, terutama dari garis keturunan ibu.
  • Usia ibu. Perempuan berusia di atas 30-an lebih mungkin melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus.
  • Program kehamilan. Obat perangsang ovulasi dan teknologi reproduksi berbantu seperti bayi tabung dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar.
  • Riwayat kehamilan sebelumnya. Ibu yang sudah pernah hamil beberapa kali atau pernah melahirkan anak kembar memiliki peluang sedikit lebih tinggi.

Tanda-Tanda Kehamilan Kembar

Sebagian ibu merasakan gejala kehamilan yang lebih kuat, seperti mual dan muntah yang lebih berat, rasa lelah yang lebih besar, atau ukuran perut yang tampak lebih besar dari usia kehamilannya. Namun, gejala-gejala ini tidak bisa dijadikan patokan karena juga dapat dialami pada kehamilan tunggal. Satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk memastikan kehamilan kembar adalah melalui pemeriksaan USG oleh tenaga kesehatan.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Tubuh ibu bekerja lebih keras saat mengandung lebih dari satu janin. Karena itu, beberapa kondisi lebih sering ditemukan pada kehamilan kembar, antara lain:

  • Persalinan prematur. Bayi kembar lebih sering lahir sebelum usia kehamilan cukup bulan, sehingga mungkin membutuhkan perawatan khusus setelah lahir.
  • Preeklamsia. Kondisi tekanan darah tinggi dalam kehamilan yang dapat memengaruhi organ ibu dan pertumbuhan janin.
  • Diabetes gestasional. Gangguan kadar gula darah yang muncul selama kehamilan.
  • Anemia. Kebutuhan zat besi meningkat sehingga ibu lebih mudah mengalami kekurangan darah.
  • Gangguan pertumbuhan janin. Salah satu atau kedua janin dapat tumbuh lebih lambat dari seharusnya, atau ukurannya berbeda cukup jauh satu sama lain.
  • Twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS). Komplikasi khusus pada kembar yang berbagi satu plasenta, ketika aliran darah antara kedua janin tidak seimbang.
  • Perdarahan setelah melahirkan. Rahim yang lebih teregang dapat membuat kontraksi setelah persalinan kurang optimal.

Mengetahui risiko ini bukan untuk membuat Bunda cemas, melainkan agar Bunda dan tim medis dapat mengenali masalah lebih awal dan menanganinya dengan tepat.

Apa yang Bisa Bunda Lakukan?

Rutin Kontrol Kehamilan

Kehamilan kembar biasanya memerlukan jadwal kontrol yang lebih sering dibandingkan kehamilan tunggal. Pada setiap kunjungan, dokter akan memantau tekanan darah, berat badan, kadar hemoglobin, serta pertumbuhan dan kesejahteraan masing-masing janin melalui USG. Ikuti jadwal yang dianjurkan meskipun Bunda merasa baik-baik saja.

Penuhi Kebutuhan Gizi

Kebutuhan energi dan nutrisi pada kehamilan kembar lebih tinggi. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein (telur, ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan), sayur dan buah, biji-bijian, serta produk susu. Zat besi, asam folat, kalsium, dan vitamin lainnya sangat penting. Suplemen sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran dokter atau bidan, bukan berdasarkan inisiatif sendiri.

Pantau Kenaikan Berat Badan

Kenaikan berat badan yang cukup berhubungan dengan pertumbuhan janin yang baik. Target kenaikan berat badan berbeda untuk setiap ibu, tergantung berat badan sebelum hamil. Diskusikan target yang sesuai dengan dokter Bunda.

Cukup Istirahat dan Kelola Aktivitas

Rasa lelah sangat wajar dirasakan. Usahakan tidur cukup, beristirahat di sela aktivitas, dan hindari pekerjaan fisik yang berat. Aktivitas ringan seperti berjalan santai umumnya bermanfaat, tetapi tanyakan dahulu kepada dokter jenis dan intensitas aktivitas yang aman untuk kondisi Bunda.

Minum Cukup Air

Kekurangan cairan dapat memicu rasa lelah dan sembelit. Minumlah air putih secara teratur sepanjang hari.

Persiapkan Persalinan Lebih Awal

Karena kemungkinan lahir lebih cepat, sebaiknya Bunda dan keluarga menyiapkan perlengkapan bayi, dokumen, serta rencana transportasi lebih awal. Diskusikan juga dengan dokter mengenai tempat bersalin yang memiliki fasilitas perawatan bayi baru lahir yang memadai. Waktu dan cara persalinan, baik normal maupun operasi caesar, akan ditentukan berdasarkan posisi janin, jenis plasenta, serta kondisi ibu dan bayi.

Jaga Kesehatan Mental

Mengetahui akan memiliki dua bayi sekaligus bisa menimbulkan rasa bahagia sekaligus khawatir. Ceritakan perasaan Bunda kepada pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan. Dukungan emosional sangat berarti selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika Bunda mengalami tanda bahaya berikut:

  • Perdarahan dari jalan lahir, sedikit maupun banyak.
  • Keluar cairan dari jalan lahir yang tidak bisa ditahan, yang dapat menandakan ketuban pecah.
  • Kontraksi atau perut kencang yang teratur, nyeri punggung bawah yang menetap, atau rasa tertekan di panggul sebelum usia kehamilan cukup bulan.
  • Sakit kepala hebat yang tidak membaik, pandangan kabur, atau melihat kilatan cahaya.
  • Bengkak mendadak pada wajah, tangan, atau kaki.
  • Nyeri hebat di ulu hati atau perut kanan atas.
  • Gerakan janin terasa berkurang atau berubah dari biasanya.
  • Perut membesar dengan sangat cepat dalam waktu singkat, terasa sangat kencang, atau disertai sesak napas.
  • Demam, muntah terus-menerus hingga tidak bisa makan dan minum, atau tubuh terasa sangat lemas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah hamil kembar selalu harus melahirkan dengan operasi caesar?

Tidak selalu. Persalinan normal masih mungkin dilakukan pada kondisi tertentu, misalnya jika janin pertama berada dalam posisi kepala di bawah dan tidak ada komplikasi lain. Dokter akan menilai posisi janin, jenis plasenta, serta kondisi ibu dan bayi sebelum menentukan cara persalinan yang paling aman.

Apakah kembar bisa diketahui sejak awal kehamilan?

Ya, kehamilan kembar umumnya sudah dapat terlihat melalui USG pada trimester pertama. Pemeriksaan di masa ini juga penting untuk mengetahui apakah janin berbagi satu plasenta atau tidak.

Apakah makan lebih banyak bisa membuat hamil kembar?

Tidak ada bukti bahwa makanan tertentu dapat membuat seseorang hamil kembar. Peluang kembar lebih dipengaruhi faktor seperti keturunan, usia, dan program kehamilan.

Apakah ibu hamil kembar boleh tetap bekerja?

Banyak ibu tetap dapat bekerja, terutama pada awal kehamilan, selama pekerjaannya tidak terlalu berat dan kondisinya baik. Namun, kebutuhan istirahat biasanya meningkat seiring usia kehamilan. Diskusikan jenis pekerjaan Bunda dengan dokter untuk menentukan penyesuaian yang diperlukan.

Setiap kehamilan kembar memiliki kondisi yang berbeda, sehingga perawatan terbaik adalah yang disesuaikan dengan kebutuhan Bunda dan janin. Jika Bunda sedang hamil kembar atau memiliki pertanyaan seputar kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan agar kehamilan dapat dipantau dengan cermat dan Bunda merasa lebih tenang hingga hari persalinan tiba.


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp