Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Persalinan dan Nifas

Episiotomi dan Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan

Episiotomi dan Perawatan Luka Jahitan Setelah Melahirkan

Episiotomi adalah sayatan kecil yang dibuat tenaga kesehatan di perineum, yaitu area antara lubang vagina dan anus, untuk memperlebar jalan lahir pada saat persalinan. Setelah bayi lahir, sayatan ini dijahit kembali. Sebagian besar luka episiotomi pulih dengan baik dalam beberapa minggu jika dirawat dengan benar. Kuncinya adalah menjaga kebersihan, mengelola rasa nyeri, mencegah sembelit, dan mengenali tanda bahaya sejak dini. Artikel ini membahas mengapa episiotomi dilakukan, bagaimana merawat luka jahitan di rumah, dan kapan Anda perlu segera memeriksakan diri.

Apa Itu Episiotomi dan Mengapa Dilakukan?

Perineum secara alami bisa meregang ketika kepala bayi akan keluar. Pada sebagian persalinan, jaringan ini bisa robek dengan sendirinya. Episiotomi adalah tindakan yang disengaja dan terarah. Tenaga kesehatan membuat sayatan untuk memberi ruang lebih bagi bayi.

Dahulu episiotomi cukup sering dilakukan secara rutin. Kini pedoman medis internasional, termasuk dari WHO dan ACOG, tidak menganjurkan episiotomi rutin pada setiap persalinan normal. Tindakan ini hanya dilakukan bila ada alasan medis tertentu, berdasarkan penilaian tenaga kesehatan saat persalinan berlangsung.

Kondisi yang Dapat Memerlukan Episiotomi

  • Bayi perlu segera dilahirkan, misalnya bila ada tanda gawat janin seperti perubahan detak jantung bayi.
  • Persalinan dengan bantuan alat, seperti vakum atau forsep.
  • Perineum dinilai berisiko robek parah atau tidak cukup meregang.
  • Posisi bayi tertentu atau bahu bayi tersangkut (distosia bahu), sesuai pertimbangan tenaga kesehatan.

Jenis Sayatan

Ada dua arah sayatan yang umum dikenal. Sayatan mediolateral dibuat miring ke samping dari bagian bawah vagina. Jenis ini lebih sering dipakai karena risikonya meluas ke anus lebih kecil. Sayatan median dibuat lurus ke arah anus. Sebelum menyayat dan menjahit, tenaga kesehatan biasanya memberikan bius lokal agar ibu merasa lebih nyaman. Benang yang digunakan umumnya dapat diserap tubuh, jadi biasanya tidak perlu dilepas.

Apa yang Dirasakan Setelah Episiotomi?

Rasa nyeri, perih, atau tidak nyaman di area jahitan adalah hal yang wajar pada hari-hari pertama. Area tersebut juga bisa sedikit bengkak atau memar. Keluhan ini biasanya terasa lebih berat saat duduk, berjalan, buang air kecil, atau buang air besar.

Pada banyak ibu, nyeri berangsur berkurang dalam satu hingga dua minggu. Penyembuhan jaringan secara menyeluruh bisa memakan waktu beberapa minggu. Setiap ibu berbeda. Kecepatan pemulihan dipengaruhi oleh luas luka, kondisi kesehatan umum, dan cara perawatan.

Cara Merawat Luka Jahitan di Rumah

Perawatan sederhana yang konsisten sangat membantu proses penyembuhan dan mengurangi risiko infeksi. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

1. Jaga Kebersihan Area Perineum

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh area kewanitaan atau mengganti pembalut.
  • Bilas dengan air bersih setiap selesai buang air kecil dan besar. Arahkan bilasan dari depan ke belakang, yaitu dari vagina ke arah anus.
  • Keringkan dengan cara ditepuk lembut menggunakan handuk bersih atau tisu. Jangan digosok.
  • Ganti pembalut secara teratur, setidaknya setiap 4–6 jam atau lebih sering bila sudah penuh.
  • Hindari sabun beraroma, cairan pembersih kewanitaan, atau bedak di area luka, kecuali disarankan dokter.

2. Redakan Nyeri dan Bengkak

  • Kompres dingin pada 24–72 jam pertama dapat membantu mengurangi bengkak. Bungkus es dengan kain bersih dan jangan tempelkan langsung ke kulit. Lakukan sekitar 10–20 menit setiap kali.
  • Berendam air hangat (sitz bath) setinggi pinggul setelah hari-hari awal dapat memberi rasa nyaman dan melancarkan aliran darah. Tanyakan dulu kepada tenaga kesehatan kapan Anda boleh mulai melakukannya.
  • Atur posisi duduk. Duduk di atas bantal yang empuk atau berbaring miring saat menyusui dapat mengurangi tekanan pada jahitan.
  • Obat pereda nyeri hanya digunakan sesuai anjuran dokter. Sampaikan juga bila Anda sedang menyusui agar dokter memilihkan obat yang aman.

3. Cegah Sembelit

Banyak ibu khawatir jahitannya terbuka saat buang air besar. Padahal menahan buang air besar justru dapat membuat feses mengeras dan semakin sulit dikeluarkan. Untuk membantu buang air besar lebih lancar:

  • Perbanyak minum air putih, terutama bila Anda menyusui.
  • Konsumsi makanan berserat seperti sayur, buah, dan biji-bijian utuh.
  • Jangan menunda saat terasa ingin buang air besar.
  • Saat mengejan, Anda bisa menahan lembut area jahitan dengan pembalut atau tisu bersih untuk memberi rasa aman.
  • Bila sembelit berlanjut, konsultasikan kepada dokter. Jangan memakai obat pencahar tanpa saran tenaga kesehatan.

4. Bergerak Secara Bertahap

Berjalan ringan sejak awal masa nifas baik untuk sirkulasi darah dan pemulihan. Namun, hindari mengangkat beban berat dan aktivitas berat pada minggu-minggu pertama. Beristirahatlah cukup di sela merawat bayi, dan mintalah bantuan keluarga bila memungkinkan.

5. Latihan Otot Dasar Panggul

Latihan Kegel, yaitu mengencangkan otot seperti saat menahan buang air kecil lalu melepaskannya, dapat membantu memperkuat otot dasar panggul dan melancarkan aliran darah ke area perineum. Mulailah dengan perlahan ketika nyeri sudah mulai berkurang dan tubuh terasa nyaman. Tanyakan kepada tenaga kesehatan bila Anda ragu.

6. Perhatikan Pakaian dan Nutrisi

Kenakan celana dalam berbahan katun yang longgar agar area luka tidak lembap. Pola makan bergizi seimbang dengan cukup protein, sayur, dan buah juga mendukung proses penyembuhan jaringan.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat bila Anda mengalami tanda-tanda berikut:

  • Demam atau menggigil.
  • Nyeri yang makin hebat, bukan berkurang, atau nyeri yang tidak mereda dengan perawatan biasa.
  • Luka bengkak, merah, terasa panas, atau mengeluarkan nanah.
  • Bau tidak sedap dari luka atau cairan vagina.
  • Jahitan terasa terbuka atau luka tampak menganga.
  • Benjolan keras yang sangat nyeri di sekitar jahitan, yang bisa menandakan penumpukan darah.
  • Perdarahan banyak, misalnya pembalut penuh dalam waktu sekitar satu jam atau keluar gumpalan darah besar.
  • Sulit buang air kecil atau tidak bisa buang air kecil sama sekali.
  • Tidak bisa menahan buang air besar atau kentut, atau feses keluar dari vagina.
  • Nyeri, bengkak, atau kemerahan pada salah satu tungkai, atau sesak napas. Kondisi ini membutuhkan pertolongan segera.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah jahitan episiotomi perlu dilepas?

Umumnya tidak. Benang yang dipakai biasanya jenis yang dapat diserap tubuh, sehingga akan larut atau lepas sendiri dalam beberapa minggu. Terkadang Anda menemukan potongan kecil benang di pembalut, dan hal ini biasanya normal. Ikuti jadwal kontrol nifas agar dokter dapat memeriksa perkembangan luka.

Kapan boleh berhubungan intim kembali?

Banyak tenaga kesehatan menyarankan untuk menunggu sampai luka sembuh, perdarahan nifas berhenti, dan Anda merasa siap secara fisik maupun emosional. Waktu ini sering dibicarakan saat kontrol nifas sekitar enam minggu setelah persalinan. Pada awal-awal, rasa tidak nyaman masih mungkin terjadi. Bila nyeri saat berhubungan berlanjut, sampaikan kepada dokter.

Bolehkah mandi seperti biasa?

Ya, mandi justru membantu menjaga kebersihan. Mandi dengan pancuran atau gayung umumnya aman. Setelah mandi, keringkan area perineum dengan menepuk lembut. Untuk berendam, tanyakan dulu kepada tenaga kesehatan kapan waktu yang tepat. Hindari juga penggunaan tampon selama masa nifas.

Apakah episiotomi akan dilakukan lagi pada persalinan berikutnya?

Tidak selalu. Riwayat episiotomi tidak berarti tindakan yang sama pasti diperlukan pada persalinan selanjutnya. Keputusan diambil berdasarkan kondisi ibu dan bayi saat itu. Anda dapat mendiskusikan riwayat persalinan sebelumnya dengan dokter selama pemeriksaan kehamilan berikutnya.

Pemulihan luka episiotomi adalah bagian dari perjalanan masa nifas yang perlu dijalani dengan sabar dan penuh perhatian pada diri sendiri. Jangan ragu untuk bertanya bila ada keluhan yang mengganggu, sekecil apa pun. Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kandungan agar luka jahitan dapat dipantau dengan baik dan Anda mendapatkan saran perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp