Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Kesuburan dan Program Hamil

Mioma Uteri: Gejala dan Penanganan

Mioma Uteri

Mioma uteri adalah benjolan atau tumor jinak yang tumbuh dari otot dinding rahim. Mioma bukan kanker dan sangat jarang berubah menjadi ganas. Banyak perempuan memiliki mioma tanpa gejala dan baru mengetahuinya saat pemeriksaan USG. Bila muncul keluhan, gejala yang paling sering adalah haid yang sangat banyak atau lama, nyeri panggul, dan rasa penuh atau tertekan di perut bawah. Penanganannya bervariasi, mulai dari pemantauan berkala, obat-obatan, hingga tindakan operasi. Pilihannya disesuaikan dengan ukuran dan letak mioma, beratnya gejala, usia, serta rencana kehamilan.

Apa Itu Mioma Uteri?

Mioma uteri juga dikenal dengan istilah fibroid, leiomioma, atau secara awam “daging tumbuh di rahim”. Benjolan ini terbentuk dari sel otot polos dan jaringan ikat dinding rahim. Ukurannya sangat beragam. Ada yang sekecil biji kacang hijau, ada pula yang sebesar buah melon. Jumlahnya bisa satu, bisa juga beberapa sekaligus.

Berdasarkan letaknya, mioma dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Mioma intramural: tumbuh di dalam dinding otot rahim. Jenis ini paling sering ditemukan.
  • Mioma submukosa: tumbuh tepat di bawah lapisan dalam rahim dan menonjol ke rongga rahim. Jenis ini paling sering menyebabkan perdarahan haid yang banyak dan dapat memengaruhi kesuburan.
  • Mioma subserosa: tumbuh di permukaan luar rahim. Jenis ini bisa menekan organ di sekitarnya, seperti kandung kemih atau usus.
  • Mioma bertangkai (pedunkulata): menempel pada rahim melalui tangkai, baik di sisi dalam maupun luar rahim.

Penyebab dan Faktor Risiko Mioma Uteri

Penyebab pasti mioma uteri belum diketahui sepenuhnya. Namun, para ahli memahami beberapa faktor yang berperan dalam pertumbuhannya:

  • Hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini merangsang pertumbuhan mioma. Karena itu, mioma umumnya muncul pada usia subur dan cenderung mengecil setelah menopause, saat kadar hormon menurun.
  • Faktor genetik. Sel mioma sering memiliki perubahan genetik yang berbeda dari sel otot rahim normal.
  • Riwayat keluarga. Risiko lebih tinggi bila ibu atau saudara perempuan juga memiliki mioma.
  • Usia. Mioma lebih sering ditemukan pada perempuan usia 30-an hingga menjelang menopause.
  • Haid pertama di usia muda, sehingga tubuh terpapar hormon lebih lama.
  • Kelebihan berat badan dan obesitas.
  • Faktor lain, seperti kekurangan vitamin D, tekanan darah tinggi, serta pola makan tinggi daging merah dan rendah sayur serta buah. Hubungan faktor-faktor ini masih terus diteliti.

Penting diingat bahwa mioma bukan disebabkan oleh kesalahan Anda. Memiliki faktor risiko juga tidak berarti Anda pasti akan mengalami mioma.

Gejala Mioma Uteri yang Perlu Dikenali

Banyak mioma tidak menimbulkan keluhan apa pun. Bila ada gejala, jenis dan beratnya sangat dipengaruhi oleh ukuran, jumlah, dan letak mioma. Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Haid sangat banyak, misalnya harus sering mengganti pembalut, keluar gumpalan darah, atau darah tembus ke pakaian.
  • Haid berlangsung lebih lama dari biasanya, misalnya lebih dari tujuh hari.
  • Perdarahan atau flek di luar jadwal haid.
  • Nyeri haid yang memberat atau nyeri panggul yang menetap.
  • Rasa penuh, berat, atau tertekan di perut bagian bawah, kadang disertai perut yang tampak membesar.
  • Sering buang air kecil atau sulit mengosongkan kandung kemih, akibat mioma menekan kandung kemih.
  • Sembelit atau rasa tidak nyaman saat buang air besar.
  • Nyeri punggung bawah atau nyeri yang menjalar ke kaki.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Lemas, pusing, pucat, dan mudah lelah. Ini dapat menjadi tanda anemia akibat perdarahan haid yang berlebihan dalam waktu lama.

Pada sebagian perempuan, mioma tertentu, terutama jenis submukosa, dapat berkaitan dengan kesulitan hamil atau keguguran berulang. Meski begitu, banyak perempuan dengan mioma tetap dapat hamil dan melahirkan dengan baik.

Bagaimana Mioma Uteri Didiagnosis?

Dokter kandungan biasanya memulai dengan menanyakan keluhan dan riwayat haid Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan panggul. Pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan meliputi:

  • USG (ultrasonografi) melalui perut atau melalui vagina. Ini pemeriksaan utama untuk melihat ukuran, jumlah, dan letak mioma.
  • Pemeriksaan darah untuk menilai ada atau tidaknya anemia.
  • Pemeriksaan lanjutan bila diperlukan, seperti MRI, histeroskopi (melihat rongga rahim dengan kamera kecil), atau sonohisterografi.

Pemeriksaan ini juga membantu membedakan mioma dari kondisi lain yang gejalanya mirip, seperti adenomiosis, polip rahim, atau kista indung telur.

Apa yang Bisa Dilakukan? Pilihan Penanganan Mioma Uteri

Tidak semua mioma perlu diobati. Dokter akan menyusun rencana penanganan bersama Anda, dengan mempertimbangkan gejala, ukuran dan letak mioma, usia, kondisi kesehatan umum, serta keinginan untuk hamil di masa depan.

1. Pemantauan Berkala

Bila mioma kecil dan tidak menimbulkan keluhan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan USG secara berkala untuk memantau pertumbuhannya. Pendekatan ini sering dipilih pada perempuan yang mendekati menopause, karena mioma cenderung mengecil setelah masa tersebut.

2. Obat-obatan

Obat dapat membantu meredakan gejala, terutama perdarahan dan nyeri. Pilihan yang mungkin diberikan dokter antara lain obat pereda nyeri, obat untuk mengurangi perdarahan haid, terapi hormonal untuk mengendalikan perdarahan atau mengecilkan mioma sementara, serta suplemen zat besi bila terjadi anemia. Jenis obat dan aturan pakainya harus ditentukan oleh dokter. Hindari mengonsumsi obat hormon atau ramuan tanpa resep, karena dapat berisiko dan belum tentu sesuai dengan kondisi Anda.

3. Tindakan Minimal Invasif

Pada kasus tertentu, tersedia prosedur dengan sayatan kecil atau tanpa sayatan perut, antara lain:

  • Miomektomi histeroskopi: pengangkatan mioma submukosa melalui vagina dengan alat khusus.
  • Miomektomi laparoskopi: pengangkatan mioma melalui beberapa sayatan kecil di perut.
  • Embolisasi arteri uterina: menyumbat aliran darah ke mioma agar mioma mengecil.
  • Ablasi: menghancurkan jaringan mioma menggunakan energi panas atau gelombang tertentu.

4. Operasi

Miomektomi adalah operasi untuk mengangkat mioma dengan tetap mempertahankan rahim. Pilihan ini umumnya dipertimbangkan bagi perempuan yang masih ingin hamil. Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim. Tindakan ini dipertimbangkan bila gejala berat, mioma sangat besar atau banyak, dan pasien tidak lagi merencanakan kehamilan. Setiap tindakan memiliki manfaat dan risiko masing-masing yang perlu dibicarakan secara terbuka dengan dokter.

5. Langkah Mendukung di Rumah

  • Catat pola haid Anda, termasuk lama haid, jumlah pembalut yang dipakai, dan keluhan nyeri. Catatan ini sangat membantu dokter.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya zat besi, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, dan telur, untuk membantu mencegah anemia.
  • Jaga berat badan ideal dan rutin bergerak aktif.
  • Kompres hangat di perut bawah dapat membantu meredakan nyeri ringan.
  • Kelola stres dan istirahat cukup.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter kandungan bila Anda mengalami:

  • Haid yang sangat banyak sampai harus mengganti pembalut setiap satu hingga dua jam, atau keluar gumpalan darah besar.
  • Haid berlangsung lebih dari tujuh hari atau terjadi perdarahan di luar jadwal haid.
  • Perdarahan dari vagina setelah menopause.
  • Nyeri perut atau panggul yang hebat dan muncul tiba-tiba.
  • Lemas berat, pusing, jantung berdebar, sesak napas, atau tampak sangat pucat.
  • Tidak bisa buang air kecil sama sekali atau sangat sulit buang air kecil.
  • Perut yang membesar dengan cepat.
  • Sedang hamil dan mengalami nyeri perut hebat atau perdarahan.
  • Kesulitan hamil atau mengalami keguguran berulang.

Perdarahan yang sangat banyak disertai pingsan atau hampir pingsan merupakan kondisi darurat. Segera cari pertolongan ke IGD terdekat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah mioma uteri bisa berubah menjadi kanker?

Mioma adalah tumor jinak, dan perubahan menjadi ganas sangat jarang terjadi. Namun, mioma yang tumbuh sangat cepat, terutama setelah menopause, perlu segera dievaluasi dokter untuk memastikan diagnosisnya.

Apakah perempuan dengan mioma masih bisa hamil?

Banyak perempuan dengan mioma dapat hamil dan menjalani kehamilan dengan baik. Meski begitu, mioma dengan letak dan ukuran tertentu dapat memengaruhi kesuburan atau kehamilan. Jika Anda merencanakan kehamilan, diskusikan kondisi mioma Anda dengan dokter kandungan sejak awal.

Apakah mioma bisa hilang tanpa operasi?

Mioma kecil yang tidak bergejala sering cukup dipantau saja, dan umumnya mengecil setelah menopause. Obat-obatan dapat membantu mengendalikan gejala atau mengecilkan mioma untuk sementara waktu. Perlu atau tidaknya tindakan sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Apakah mioma bisa tumbuh lagi setelah diangkat?

Setelah miomektomi, mioma baru dapat tumbuh kembali, terutama bila pasien masih berada di usia subur. Karena itu, kontrol rutin setelah tindakan tetap dianjurkan. Pada histerektomi, mioma tidak akan tumbuh lagi karena rahim sudah diangkat.

Mioma uteri adalah kondisi yang umum dan dapat dikelola dengan baik bila dikenali sejak awal. Jangan menganggap haid yang sangat banyak atau nyeri panggul yang mengganggu sebagai hal yang wajar. Jika Anda mengalami keluhan seperti yang dijelaskan di atas, atau ingin memastikan kondisi rahim Anda, jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis kandung


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp