Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Kesuburan dan Program Hamil

Kista Ovarium: Gejala dan Penanganan

Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di dalam atau di permukaan indung telur (ovarium). Sebagian besar kista ovarium tidak berbahaya, sering tidak menimbulkan gejala, dan banyak yang menghilang sendiri dalam beberapa siklus menstruasi. Meski begitu, beberapa jenis kista perlu dipantau atau ditangani lebih lanjut, terutama bila ukurannya membesar, menimbulkan nyeri, atau muncul setelah menopause. Artikel ini membahas penyebab, gejala, cara penanganan, dan tanda bahaya yang perlu Anda ketahui.

Apa Itu Kista Ovarium?

Setiap perempuan umumnya memiliki dua ovarium, yaitu sepasang organ kecil di kanan dan kiri rahim. Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron. Dalam siklus menstruasi yang normal, ovarium terus mengalami perubahan, sehingga terbentuknya kantong kecil berisi cairan sebenarnya merupakan hal yang cukup umum.

Kista ovarium dapat ditemukan pada perempuan di berbagai usia, tetapi paling sering terjadi pada usia subur. Banyak perempuan baru mengetahui bahwa dirinya memiliki kista ketika menjalani pemeriksaan USG untuk keperluan lain.

Jenis dan Penyebab Kista Ovarium

Penyebab kista ovarium berbeda-beda, tergantung jenisnya. Secara umum, kista ovarium dibagi menjadi dua kelompok besar: kista fungsional dan kista nonfungsional.

Kista Fungsional

Ini adalah jenis yang paling sering ditemukan dan berkaitan langsung dengan siklus menstruasi. Ada dua bentuk utama:

  • Kista folikel, terbentuk ketika folikel (kantong tempat sel telur berkembang) tidak pecah untuk melepaskan sel telur, lalu terus membesar berisi cairan.
  • Kista korpus luteum, terbentuk setelah sel telur dilepaskan, ketika sisa folikel menutup kembali dan terisi cairan atau darah.

Kista fungsional umumnya tidak berbahaya dan sering mengecil atau hilang sendiri dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Kista Nonfungsional

Jenis ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi normal, antara lain:

  • Kista dermoid (teratoma), berasal dari sel yang dapat membentuk berbagai jaringan, misalnya rambut, lemak, atau gigi. Umumnya jinak.
  • Endometrioma, sering disebut “kista cokelat”, terbentuk akibat endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim.
  • Kistadenoma, tumbuh dari permukaan ovarium dan dapat berisi cairan encer atau lendir. Ukurannya kadang bisa menjadi cukup besar.

Selain itu, ada kondisi bernama sindrom ovarium polikistik (PCOS), yaitu gangguan hormonal yang ditandai banyak folikel kecil di ovarium. PCOS berbeda dengan kista ovarium biasa dan memerlukan penanganan tersendiri.

Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko

  • Gangguan hormonal, termasuk penggunaan obat tertentu yang memicu ovulasi.
  • Kehamilan, karena kista korpus luteum bisa bertahan di awal kehamilan.
  • Endometriosis.
  • Infeksi panggul berat yang menyebar ke ovarium.
  • Riwayat kista ovarium sebelumnya.

Gejala Kista Ovarium

Banyak kista ovarium, terutama yang berukuran kecil, tidak menimbulkan keluhan sama sekali. Namun ketika kista membesar atau menekan organ di sekitarnya, gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah atau panggul, sering hanya di satu sisi.
  • Perut terasa kembung, penuh, atau membesar.
  • Rasa berat atau tertekan di area panggul.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Perubahan pola menstruasi, misalnya haid tidak teratur atau nyeri haid yang lebih berat.
  • Lebih sering buang air kecil atau sulit mengosongkan kandung kemih karena tekanan kista.
  • Nyeri punggung bawah atau nyeri pada paha.
  • Cepat merasa kenyang saat makan.

Gejala-gejala di atas tidak khas untuk kista ovarium saja dan dapat disebabkan kondisi lain. Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Bagaimana Kista Ovarium Didiagnosis?

Dokter biasanya akan menanyakan riwayat keluhan dan siklus menstruasi, lalu melakukan pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan panggul. Pemeriksaan penunjang yang sering digunakan antara lain:

  • USG (ultrasonografi), baik melalui perut maupun transvaginal, untuk melihat ukuran, lokasi, dan isi kista (cair, padat, atau campuran).
  • Tes kehamilan, untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan, termasuk kehamilan di luar kandungan.
  • Pemeriksaan darah tertentu, misalnya penanda tumor, pada kondisi tertentu seperti kista dengan gambaran mencurigakan atau pada perempuan pascamenopause. Hasil pemeriksaan ini perlu ditafsirkan oleh dokter karena dapat meningkat pada kondisi yang tidak berbahaya.

Penanganan Kista Ovarium

Penanganan kista ovarium sangat bergantung pada jenis kista, ukuran, gejala yang dirasakan, usia, keinginan untuk hamil, serta hasil pemeriksaan. Berikut pilihan yang umum dipertimbangkan dokter.

Pemantauan Berkala

Untuk kista yang kecil, berisi cairan, dan tampak sebagai kista fungsional, dokter sering menyarankan pendekatan “tunggu dan pantau”. Pemeriksaan USG ulang biasanya dilakukan setelah beberapa minggu atau beberapa bulan untuk melihat apakah kista mengecil atau menghilang.

Terapi Hormonal

Pada sebagian perempuan yang sering mengalami kista fungsional, dokter dapat mempertimbangkan kontrasepsi hormonal untuk membantu mencegah terbentuknya kista baru. Perlu dipahami bahwa terapi ini umumnya tidak ditujukan untuk mengecilkan kista yang sudah ada. Keputusan penggunaannya sebaiknya dibicarakan bersama dokter.

Tindakan Operasi

Operasi dapat dipertimbangkan bila kista berukuran besar, tidak menghilang setelah beberapa kali pemantauan, menimbulkan nyeri yang mengganggu, memiliki gambaran mencurigakan, atau terjadi komplikasi. Pilihannya meliputi:

  • Kistektomi, yaitu pengangkatan kista dengan tetap mempertahankan ovarium. Cara ini sering dipilih bagi perempuan yang masih ingin memiliki anak.
  • Ooforektomi, yaitu pengangkatan ovarium yang terdampak, pada kondisi tertentu.

Operasi dapat dilakukan dengan teknik laparoskopi (sayatan kecil dengan bantuan kamera) atau laparotomi (sayatan lebih besar di perut), tergantung ukuran dan karakteristik kista.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah

Selama menjalani pemantauan, beberapa langkah berikut dapat membantu Anda merasa lebih nyaman:

  • Mengompres perut bagian bawah dengan air hangat untuk meredakan rasa tidak nyaman.
  • Beristirahat yang cukup dan menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat bila nyeri muncul.
  • Menggunakan obat pereda nyeri hanya sesuai anjuran dokter atau apoteker.
  • Mencatat siklus menstruasi dan keluhan yang dirasakan untuk dibawa saat kontrol.
  • Datang kontrol sesuai jadwal yang dianjurkan, meskipun keluhan sudah berkurang.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami keluhan panggul yang menetap, perut terasa semakin membesar, perubahan menstruasi yang tidak biasa, atau bila Anda sudah menopause dan mengalami nyeri panggul maupun perdarahan.

Kista ovarium kadang dapat menimbulkan komplikasi seperti pecahnya kista atau terpuntirnya ovarium (torsi). Kondisi ini memerlukan pertolongan darurat. Segera ke IGD terdekat bila muncul tanda bahaya berikut:

  • Nyeri perut atau panggul yang datang tiba-tiba dan sangat hebat.
  • Nyeri perut disertai demam atau muntah.
  • Pusing berat, lemas, kulit dingin dan lembap, atau hampir pingsan.
  • Napas menjadi cepat atau jantung berdebar kencang.
  • Nyeri perut hebat saat sedang hamil atau saat diduga hamil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kista ovarium bisa hilang sendiri?

Ya, banyak kista fungsional dapat mengecil atau hilang sendiri dalam beberapa siklus menstruasi. Namun, tidak semua jenis kista bersifat demikian. Kista dermoid, endometrioma, dan kistadenoma umumnya tidak hilang sendiri, sehingga dokter akan menentukan langkah yang sesuai setelah pemeriksaan.

Apakah kista ovarium selalu berarti kanker?

Tidak. Sebagian besar kista ovarium bersifat jinak, terutama pada perempuan usia subur. Risiko keganasan cenderung lebih perlu diwaspadai pada perempuan yang sudah menopause atau pada kista dengan gambaran tertentu di USG. Karena itu, evaluasi oleh dokter tetap penting.

Apakah kista ovarium bisa mengganggu kesuburan?

Kebanyakan kista fungsional tidak memengaruhi kesuburan. Namun, kondisi yang mendasari kista tertentu, seperti endometriosis atau PCOS, dapat berkaitan dengan kesulitan hamil. Bila Anda sedang merencanakan kehamilan, sampaikan hal ini kepada dokter agar pilihan penanganan dapat disesuaikan.

Bagaimana jika kista ditemukan saat hamil?

Kista yang ditemukan di awal kehamilan sering kali merupakan kista korpus luteum yang berperan mendukung kehamilan dan biasanya mengecil seiring waktu. Dokter umumnya akan memantau ukurannya melalui USG. Tindakan lebih lanjut hanya dipertimbangkan bila kista besar, menimbulkan keluhan, atau berisiko menimbulkan komplikasi.

Kista ovarium adalah kondisi yang cukup umum dan sering kali tidak berbahaya, tetapi setiap kasus memiliki karakteristik yang berbeda. Jika Anda merasakan keluhan di area panggul, mengalami perubahan menstruasi, atau ingin memastikan kondisi kesehatan reproduksi Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Pemeriksaan yang tepat akan membantu menentukan langkah penanganan yang paling sesuai dengan kondisi dan rencana hidup Anda.


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp