Langsung ke konten

Dokter Kandungan Jepara · Klinik Aqilla Sehat, Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Jepara

dr. Muhammad Faesol, MMR, Sp.OG

Kehamilan

Blighted Ovum (Hamil Kosong): Penyebab, Cara Diagnosis USG, dan Pilihan Penanganan

Blighted Ovum (Hamil Kosong): Penyebab dan Penanganan

Blighted ovum atau hamil kosong adalah kondisi ketika kantung kehamilan terbentuk di dalam rahim, tetapi embrio tidak ikut berkembang. Kondisi ini termasuk salah satu bentuk keguguran dini, umumnya bukan disebabkan kesalahan ibu, dan banyak perempuan yang mengalaminya tetap dapat hamil sehat pada kehamilan berikutnya. Diagnosis perlu dipastikan dokter, sering kali dengan USG ulang.

Mendengar kalimat “kantungnya belum ada janinnya” saat USG bisa membuat cemas dan bingung. Artikel ini menjelaskan apa itu hamil kosong, mengapa dokter terkadang meminta USG ulang sebelum menyimpulkan, dan pilihan penanganan yang biasanya dibahas setelah diagnosis pasti.

Apa itu blighted ovum (kehamilan anembrionik)?

Dalam istilah medis, blighted ovum disebut juga kehamilan anembrionik (anembryonic pregnancy), yang berarti kehamilan tanpa embrio. Masyarakat sering menyebutnya “hamil kosong” atau “hamil BO”. Hasil pembuahan sempat menempel di rahim dan membentuk kantung kehamilan, tetapi embrio berhenti berkembang sangat awal atau tidak terbentuk.

ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologists) memasukkan kehamilan anembrionik ke dalam kelompok early pregnancy loss, yaitu kehilangan kehamilan sebelum usia 13 minggu lengkap. Kementerian Kesehatan RI juga menyebut kehamilan kosong sebagai salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan missed abortion, yaitu keguguran yang sering tidak menimbulkan gejala jelas. Penjelasan umum tentang keguguran dapat dibaca di artikel keguguran: penyebab dan tanda-tandanya.

Kenapa test pack tetap positif dan masih mual?

Hal ini sering membingungkan. Jaringan yang kelak menjadi plasenta dapat tetap tumbuh untuk sementara dan menghasilkan hormon hCG, yaitu hormon yang dideteksi oleh test pack. Karena itu, test pack bisa tetap positif dan gejala hamil seperti mual atau payudara terasa kencang dapat bertahan beberapa waktu, lalu perlahan berkurang. Test pack positif menunjukkan adanya hormon kehamilan, tetapi tidak dapat menunjukkan apakah embrio berkembang. Baca juga cara menggunakan test pack yang benar.

Penyebab blighted ovum

Menurut ACOG, sekitar separuh keguguran dini terjadi karena embrio tidak berkembang dengan baik, sering kali akibat jumlah kromosom yang tidak normal pada hasil pembuahan. Kemenkes juga menyebut kelainan kromosom sebagai penyebab keguguran yang paling umum, termasuk pada kehamilan kosong. Kelainan ini umumnya terjadi secara kebetulan saat sel telur dan sperma bertemu, bukan karena sesuatu yang dilakukan ibu.

ACOG menegaskan bahwa bekerja, berolahraga, stres, bertengkar, berhubungan suami-istri, atau riwayat memakai pil KB sebelum hamil tidak menyebabkan keguguran. Jadi, rasa bersalah karena “terlalu capek” atau “salah makan” umumnya tidak berdasar.

Risiko keguguran dini secara umum meningkat seiring bertambahnya usia ibu, terutama karena kelainan kromosom lebih sering terjadi. Pembahasan lebih lanjut ada di artikel hamil di usia 35 tahun ke atas.

Ciri-ciri dan gejala hamil kosong

Banyak kasus hamil kosong tidak menimbulkan keluhan dan baru diketahui saat USG rutin. Bila ada gejala, keluhannya bisa berupa:

  • flek atau perdarahan dari vagina,
  • kram atau nyeri perut bagian bawah,
  • gejala hamil (mual, payudara nyeri) yang berkurang.

Keluhan tersebut juga dapat muncul pada kehamilan yang berkembang normal, sehingga tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan sendiri. Untuk mengenali kapan flek perlu diperiksakan, baca flek saat hamil muda: penyebab dan kapan bahaya.

Bagaimana dokter memastikan diagnosis?

Diagnosis hamil kosong ditegakkan melalui USG, kadang dilengkapi pemeriksaan kadar hCG darah. ACOG menyebut bahwa beberapa kali USG dan tes hCG mungkin diperlukan untuk memastikan kehamilan memang tidak berkembang.

USG transvaginal vs USG perut

Pada awal kehamilan, USG transvaginal (melalui vagina) umumnya memberi gambaran yang lebih jelas dibanding USG perut karena alat berada lebih dekat dengan rahim. Pedoman NICE NG126 menganjurkan USG transvaginal untuk menilai lokasi kehamilan serta ada tidaknya kutub janin (bakal janin) dan denyut jantung. Informasi jadwal pemeriksaan ada di artikel USG kehamilan: berapa kali dan jadwalnya.

Kenapa sering perlu USG ulang?

Satu kali USG yang dilakukan terlalu dini belum tentu bisa memastikan diagnosis. NICE menyebut diagnosis keguguran dari satu kali USG tidak dapat dijamin 100% akurat, terutama pada usia kehamilan yang sangat awal. Usia kehamilan berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT) juga bisa meleset karena siklus haid tiap orang berbeda (lihat cara menghitung usia kehamilan).

Sebagai gambaran, pedoman NICE NG126 menyebutkan hal berikut untuk kantung kehamilan tanpa kutub janin:

  • Pada USG transvaginal, bila rerata diameter kantung kehamilan kurang dari 25,0 mm, dilakukan USG kedua minimal 7 hari kemudian sebelum diagnosis dibuat.
  • Bila rerata diameter kantung 25,0 mm atau lebih, dianjurkan meminta pendapat kedua dan/atau USG ulang minimal 7 hari kemudian.
  • Bila pengukuran memakai USG perut, ukuran dicatat dan USG ulang dilakukan minimal 14 hari kemudian.

ACOG juga memiliki tabel kriteria diagnosis tersendiri. Angka-angka ini adalah pedoman bagi tenaga kesehatan, bukan patokan untuk membaca hasil USG sendiri. NICE juga menekankan bahwa menunggu USG ulang tidak berdampak buruk pada kehamilan. ACOG mengingatkan bahwa penanganan sebelum diagnosis pasti dapat mengganggu kehamilan yang sebenarnya normal, sehingga tidak perlu terburu-buru.

Kondisi lain yang perlu dibedakan

Kantung kehamilan yang tampak “kosong” dapat berarti beberapa hal: kehamilan yang masih terlalu dini, kehamilan anembrionik, atau, lebih jarang, kondisi lain. NICE mengingatkan bahwa kumpulan cairan di rongga rahim (pseudo-sac) perlu dibedakan dari kantung kehamilan awal karena dapat berkaitan dengan kehamilan di luar kandungan (ektopik). Dokter juga mempertimbangkan hamil anggur (mola hidatidosa) bila gambaran USG atau kadar hCG tidak sesuai.

Pilihan penanganan setelah diagnosis pasti

Setelah diagnosis dipastikan, ada beberapa pilihan yang umumnya dibahas bersama dokter. ACOG, NICE, dan WHO sama-sama menekankan bahwa pilihan disesuaikan dengan kondisi klinis serta keinginan pasien setelah mendapat penjelasan yang cukup.

Pilihan Gambaran umum Biasanya dipertimbangkan bila Hal yang perlu diwaspadai
Menunggu (ekspektatif) Jaringan dibiarkan keluar secara alami dengan pemantauan dokter Kondisi stabil dan tidak ada tanda infeksi Perdarahan dan kram; waktunya sulit diprediksi; mungkin tetap perlu tindakan bila jaringan tidak keluar tuntas
Obat Obat sesuai resep dokter untuk membantu meluruhkan jaringan, dengan pemantauan Pasien ingin proses lebih cepat tanpa tindakan, dan kondisi memungkinkan Perdarahan, kram, mual, atau diare; perlu kontrol untuk memastikan rahim bersih
Tindakan (aspirasi vakum/kuretase) Isi rahim dikeluarkan oleh dokter di fasilitas kesehatan Ada perdarahan banyak, tanda infeksi, kondisi medis tertentu, atau pilihan pasien Risiko perdarahan, infeksi, dan cedera organ meski jarang; dokter menjelaskan sebelum tindakan

Menurut ACOG, proses menunggu biasanya berlangsung hingga sekitar 2 minggu, tetapi dapat lebih lama. NICE menjadikan penantian 7–14 hari sebagai pilihan pertama bagi banyak perempuan, kecuali pada kondisi tertentu seperti risiko perdarahan yang lebih tinggi atau tanda infeksi. Semua pilihan obat dan tindakan hanya dilakukan setelah diagnosis pasti dan di bawah pengawasan dokter; jangan mengonsumsi obat apa pun tanpa resep.

Setelah proses selesai, dokter biasanya menjadwalkan kontrol, misalnya USG atau tes kehamilan, untuk memastikan tidak ada jaringan yang tertinggal.

Pemulihan fisik dan emosional

Secara fisik, ACOG menyarankan untuk tidak memasukkan apa pun ke vagina (termasuk tampon dan berhubungan seksual) selama 1–2 minggu untuk mengurangi risiko infeksi, serta kontrol ke dokter beberapa minggu kemudian.

Secara emosional, rasa sedih dan duka setelah keguguran adalah hal yang wajar, walaupun kehamilan masih sangat awal. Pemulihan emosional sering lebih lama daripada pemulihan fisik, dan perasaan pasangan bisa berbeda. Bicarakan dengan pasangan, dokter, atau konselor bila perasaan tersebut terasa berat.

Kapan boleh hamil lagi dan apakah bisa terulang?

ACOG menyebut keguguran trimester pertama biasanya merupakan kejadian satu kali, dan sebagian besar perempuan yang mengalaminya kemudian dapat hamil dengan sukses. Keguguran berulang tergolong jarang; bila terjadi dua kali atau lebih, dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab.

Kesuburan bisa kembali cukup cepat, tetapi waktu terbaik untuk mencoba hamil lagi sebaiknya didiskusikan dengan dokter, dengan mempertimbangkan kesiapan fisik dan emosional. Menunggu satu kali haid dapat membantu menghitung usia kehamilan berikutnya. Persiapan dapat dimulai dengan persiapan kehamilan (prakonsepsi) dan asam folat sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kapan harus segera ke dokter atau IGD?

Segera cari pertolongan bila mengalami hal berikut, baik saat menunggu USG ulang, selama proses penanganan, maupun sesudahnya:

  • Perdarahan sangat banyak. ACOG memberi contoh: membasahi lebih dari dua pembalut besar per jam selama lebih dari 2 jam berturut-turut.
  • Demam atau menggigil.
  • Nyeri perut hebat, terutama bila disertai pusing atau pingsan.
  • Keputihan atau cairan dari vagina yang berbau tidak sedap.

FAQ seputar blighted ovum

Apakah hamil kosong bisa berkembang menjadi janin?

Setelah diagnosis dipastikan sesuai kriteria dan pemeriksaan ulang, kehamilan anembrionik tidak berkembang menjadi janin. Namun, kantung yang tampak kosong pada USG yang sangat dini belum tentu hamil kosong; karena itu dokter sering meminta USG ulang.

Hamil BO bisa bertahan berapa lama?

Berbeda-beda. Jaringan kehamilan dapat bertahan di rahim beberapa waktu tanpa gejala, karena itu hamil kosong sering ditemukan saat USG rutin. Setelah diagnosis, waktu keluarnya jaringan secara alami sulit diprediksi.

Apakah hamil kosong harus dikuret?

Tidak selalu. Pilihannya meliputi menunggu jaringan keluar sendiri, obat sesuai resep dokter, atau tindakan seperti aspirasi vakum/kuretase. Keputusan dibuat bersama dokter berdasarkan kondisi dan preferensi Anda.

Kenapa test pack positif padahal hamil kosong?

Jaringan bakal plasenta dapat tetap menghasilkan hormon hCG untuk sementara, sehingga test pack bisa tetap positif meskipun embrio tidak berkembang.

Apakah hamil kosong bisa terulang?

Kemungkinannya ada, tetapi menurut ACOG keguguran trimester pertama biasanya kejadian satu kali dan sebagian besar perempuan dapat hamil sehat berikutnya. Bila keguguran terjadi berulang, diskusikan pemeriksaan lanjutan dengan dokter.

Kesimpulan

Blighted ovum adalah keguguran dini ketika kantung kehamilan terbentuk tanpa embrio, umumnya akibat kelainan kromosom yang terjadi secara kebetulan, bukan karena kesalahan ibu. Diagnosis perlu dipastikan dengan kriteria USG yang jelas dan sering membutuhkan USG ulang. Setelah diagnosis pasti, pilihan menunggu, obat sesuai resep dokter, atau tindakan dapat dibahas bersama dokter. Jika Anda berada di Jepara dan ingin memastikan hasil USG, lihat informasi USG transvaginal di Jepara atau jadwal praktik dokter kandungan di Jepara.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau saran pengobatan dari dokter maupun bidan. Diagnosis kehamilan anembrionik dan pilihan penanganannya harus ditentukan oleh tenaga kesehatan yang menangani Anda. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Referensi

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp