IUD (Intrauterine Device) atau spiral adalah alat kontrasepsi kecil berbentuk huruf T yang dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. IUD termasuk metode KB yang sangat efektif, dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99 persen. Satu kali pemasangan bisa melindungi selama beberapa tahun, dan kesuburan biasanya pulih dengan cepat setelah alat dilepas. Seperti metode KB lainnya, IUD memiliki manfaat, risiko, dan efek samping. Hal-hal ini perlu Anda pahami sebelum memutuskan bersama dokter.
Apa Itu IUD dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Di Indonesia, IUD juga dikenal dengan istilah AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Alat ini terbuat dari plastik lentur dan memiliki benang tipis di ujung bawahnya. Benang ini menjulur sedikit ke dalam liang vagina. Fungsinya untuk memudahkan pemeriksaan dan pelepasan.
Secara umum ada dua jenis IUD:
- IUD tembaga (non-hormonal): dililit tembaga yang membuat lingkungan rahim tidak bersahabat bagi sperma. Akibatnya, sperma sulit bergerak dan membuahi sel telur. Jenis ini tidak mengandung hormon dan dapat bertahan hingga sekitar 10 tahun, tergantung jenisnya.
- IUD hormonal: melepaskan hormon progestin dalam jumlah kecil secara perlahan. Hormon ini mengentalkan lendir leher rahim sehingga sperma sulit masuk. Hormon ini juga menipiskan lapisan dinding rahim. Masa pakainya umumnya 3 hingga 8 tahun, tergantung jenisnya.
Kedua jenis IUD bekerja terutama dengan mencegah pembuahan. IUD tidak menggugurkan kehamilan yang sudah terjadi.
Manfaat IUD
Banyak perempuan memilih IUD karena kepraktisannya. Beberapa manfaat yang perlu diketahui:
- Sangat efektif: tidak bergantung pada ingatan minum pil atau jadwal suntik. Risiko kegagalan karena lupa jadi sangat kecil.
- Jangka panjang: satu kali pemasangan melindungi bertahun-tahun.
- Dapat dilepas kapan saja: jika ingin hamil, IUD bisa dilepas. Kesuburan umumnya kembali dengan cepat.
- Aman untuk ibu menyusui: kedua jenis IUD umumnya tidak mengganggu produksi ASI.
- Pilihan bebas hormon: IUD tembaga cocok bagi perempuan yang tidak bisa atau tidak ingin memakai kontrasepsi hormonal.
- Manfaat tambahan IUD hormonal: pada sebagian perempuan, haid menjadi lebih sedikit dan nyeri haid berkurang.
Perlu diingat, IUD tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV. Jika ada risiko IMS, penggunaan kondom tetap dianjurkan.
Risiko dan Efek Samping IUD
Sebagian besar perempuan dapat memakai IUD dengan nyaman. Meski begitu, ada beberapa efek samping dan risiko yang perlu dipahami.
Efek samping yang umum
- Kram atau nyeri perut bagian bawah saat dan beberapa hari setelah pemasangan.
- Perubahan pola haid: IUD tembaga dapat membuat haid lebih banyak, lebih lama, atau lebih nyeri, terutama di bulan-bulan awal. IUD hormonal sering menyebabkan flek atau perdarahan tidak teratur pada awal pemakaian. Setelah itu, haid dapat menjadi sangat sedikit atau bahkan berhenti. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya.
- Flek di antara dua siklus haid, yang biasanya berkurang seiring waktu.
Risiko yang jarang tetapi perlu diwaspadai
- Ekspulsi: IUD bergeser atau keluar sebagian maupun seluruhnya dari rahim. Kondisi ini paling sering terjadi pada beberapa bulan pertama.
- Perforasi: IUD menembus dinding rahim. Kejadian ini jarang dan umumnya terjadi saat pemasangan.
- Infeksi panggul: risikonya sedikit meningkat pada beberapa minggu pertama setelah pemasangan, terutama bila sudah ada infeksi sebelumnya.
- Kehamilan di luar kandungan: kehamilan saat memakai IUD sangat jarang terjadi. Namun, bila terjadi, kemungkinan kehamilan tersebut berada di luar rahim lebih tinggi, sehingga perlu segera diperiksa.
Siapa yang Mungkin Tidak Cocok Memakai IUD?
Dokter akan menilai kondisi Anda sebelum pemasangan. IUD umumnya tidak dianjurkan atau perlu dipertimbangkan dengan hati-hati pada kondisi berikut:
- Sedang hamil atau dicurigai hamil.
- Sedang mengalami infeksi panggul, infeksi leher rahim, atau IMS yang aktif.
- Mengalami perdarahan dari vagina yang belum diketahui penyebabnya.
- Memiliki kanker leher rahim atau kanker rahim yang belum ditangani.
- Memiliki kelainan bentuk rahim yang menyulitkan pemasangan.
- Untuk IUD hormonal, ada beberapa kondisi tambahan, misalnya riwayat kanker payudara.
Prosedur Pemasangan IUD
Sebelum pemasangan
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, riwayat haid, dan riwayat kehamilan. Setelah itu, dokter melakukan pemeriksaan panggul. Bila diperlukan, dokter juga dapat melakukan USG atau tes untuk memastikan Anda tidak sedang hamil dan tidak ada infeksi. IUD dapat dipasang kapan saja selama dipastikan tidak hamil. Pemasangan juga bisa dilakukan segera setelah persalinan, baik normal maupun caesar, atau setelah keguguran sesuai penilaian dokter.
Saat pemasangan
Prosedurnya biasanya hanya berlangsung beberapa menit dan dilakukan di ruang praktik. Langkah-langkahnya:
- Anda berbaring dalam posisi seperti pemeriksaan kandungan.
- Dokter memasang spekulum untuk melihat leher rahim, lalu membersihkannya dengan cairan antiseptik.
- Dokter mengukur kedalaman rahim dengan alat khusus.
- IUD dimasukkan melalui tabung tipis hingga berada di dalam rahim.
- Benang IUD dipotong hingga panjangnya sesuai.
Rasa kram atau tidak nyaman saat pemasangan adalah hal yang wajar. Tingkatnya berbeda pada setiap orang. Jangan ragu menyampaikan kekhawatiran Anda kepada dokter. Dokter dapat menjelaskan pilihan untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Setelah pemasangan
Sebagian besar perempuan bisa langsung beraktivitas kembali. Kram ringan dan flek dalam beberapa hari pertama tergolong normal. Dokter biasanya menjadwalkan kontrol beberapa minggu setelah pemasangan untuk memastikan posisi IUD tetap baik.
Apa yang Bisa Dilakukan Setelah Memakai IUD
Beberapa langkah sederhana berikut membantu Anda merasa lebih nyaman dan tenang:
- Datang ke jadwal kontrol sesuai anjuran dokter.
- Kenali benang IUD Anda. Dokter dapat mengajarkan cara memeriksa benang dengan jari yang bersih, misalnya setelah haid. Jangan menarik benang tersebut.
- Kompres hangat di perut bagian bawah dan istirahat cukup dapat membantu meredakan kram ringan.
- Catat pola haid agar perubahan yang tidak biasa mudah dikenali.
- Jaga kebersihan area kewanitaan, dan gunakan kondom bila ada risiko IMS.
- Ingat masa pakai IUD. Simpan catatan tanggal pemasangan dan jenis IUD agar penggantian tidak terlambat.
Pelepasan IUD
Pelepasan dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan menarik benang secara perlahan. Prosesnya biasanya cepat. Jangan mencoba melepas IUD sendiri. Bila ingin tetap ber-KB, IUD baru dapat langsung dipasang pada kunjungan yang sama, atau Anda bisa beralih ke metode lain sesuai saran dokter.
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan bila mengalami tanda-tanda berikut:
- Nyeri perut bagian bawah yang hebat atau terus memburuk.
- Demam, menggigil, atau keluar cairan vagina berbau tidak sedap. Ini bisa menjadi tanda infeksi.
- Perdarahan sangat banyak, misalnya pembalut penuh dalam waktu singkat, atau perdarahan disertai pusing dan lemas.
- Benang IUD tidak teraba, terasa lebih panjang atau pendek dari biasanya, atau Anda bisa merasakan bagian keras dari IUD.
- Nyeri saat berhubungan intim yang sebelumnya tidak ada, atau pasangan merasakan bagian keras IUD.
- Tanda-tanda hamil, seperti terlambat haid atau hasil tes kehamilan positif. Terlebih bila disertai nyeri perut sebelah atau flek, karena perlu dipastikan lokasi kehamilannya.
Bila benang tidak teraba atau Anda curiga IUD bergeser, gunakan metode kontrasepsi cadangan seperti kondom sampai dokter memastikan posisi IUD.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah IUD bisa menyebabkan kenaikan berat badan?
IUD tembaga tidak mengandung hormon sehingga tidak berkaitan dengan kenaikan berat badan. IUD hormonal melepaskan hormon dalam jumlah kecil yang bekerja terutama di dalam rahim. Bukti ilmiah umumnya tidak menunjukkan hubungan kuat antara IUD dan kenaikan berat badan.
Apakah IUD boleh dipakai oleh perempuan yang belum pernah melahirkan?
Boleh. Pedoman medis internasional menyatakan IUD umumnya aman bagi perempuan yang belum pernah melahirkan, termasuk usia remaja dan dewasa muda. Dokter tetap akan menilai kondisi rahim dan kesehatan Anda terlebih dahulu.
Apakah suami bisa merasakan IUD saat berhubungan?
Umumnya tidak. Benang IUD lembut dan biasanya melengkung mengikuti leher rahim. Bila pasangan merasakan benang yang mengganggu, dokter dapat memeriksa dan menyesuaikan panjangnya.
Apakah setelah IUD dilepas saya bisa langsung hamil?
Kesuburan umumnya kembali dengan cepat setelah IUD dilepas, baik jenis tembaga maupun hormonal. Waktu untuk hamil tetap berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi faktor lain, seperti usia dan kondisi kesehatan.
IUD adalah pilihan kontrasep
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.
