Kaki bengkak saat hamil umumnya normal dan dialami banyak ibu hamil, terutama di trimester ketiga. Bengkak yang muncul perlahan, terasa lebih berat di sore hari, dan membaik setelah beristirahat biasanya tidak berbahaya. Namun, bengkak yang muncul tiba-tiba, terjadi di wajah atau tangan, hanya di satu kaki, atau disertai sakit kepala hebat dan pandangan kabur bisa menjadi tanda kondisi serius seperti preeklamsia atau penggumpalan darah. Kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter. Artikel ini membantu Bunda membedakan keduanya.
Mengapa Kaki Bisa Bengkak Saat Hamil?
Dalam dunia medis, pembengkakan karena penumpukan cairan di jaringan tubuh disebut edema. Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan untuk mendukung tumbuh kembang janin, dan beberapa di antaranya membuat cairan lebih mudah tertahan, terutama di bagian tubuh bawah.
1. Volume darah dan cairan tubuh meningkat
Saat hamil, volume darah dan cairan tubuh bertambah cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Sebagian cairan ini merembes ke jaringan di sekitar pembuluh darah sehingga kaki dan pergelangan kaki tampak lebih bengkak.
2. Tekanan rahim pada pembuluh darah
Seiring membesarnya rahim, terutama di usia kehamilan lanjut, rahim dapat menekan pembuluh darah besar di panggul dan perut, termasuk vena yang membawa darah dari kaki kembali ke jantung. Akibatnya, aliran darah dari kaki menjadi lebih lambat dan cairan lebih mudah menumpuk di tungkai bawah.
3. Pengaruh hormon kehamilan
Hormon kehamilan membuat dinding pembuluh darah lebih lentur dan memengaruhi cara tubuh menahan garam serta air. Inilah salah satu alasan mengapa tubuh ibu hamil cenderung menyimpan lebih banyak cairan.
4. Faktor sehari-hari yang memperberat
Beberapa kebiasaan dan kondisi lingkungan dapat membuat bengkak terasa lebih parah, misalnya:
- Berdiri atau duduk terlalu lama tanpa banyak bergerak
- Cuaca panas dan lembap
- Kurang minum air putih
- Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam, seperti makanan olahan dan camilan asin
- Memakai sepatu sempit atau pakaian dan kaus kaki yang ketat di bagian pergelangan
- Kelelahan di akhir hari
Ciri Kaki Bengkak yang Umumnya Normal
Pembengkakan yang termasuk wajar dalam kehamilan biasanya memiliki ciri-ciri berikut:
- Muncul bertahap, paling sering mulai trimester kedua akhir hingga trimester ketiga
- Terjadi di kedua kaki dan pergelangan kaki secara relatif seimbang
- Lebih terasa di sore atau malam hari, dan berkurang setelah tidur atau mengangkat kaki
- Tidak disertai rasa nyeri hebat, kemerahan, atau rasa panas
- Tekanan darah dalam batas normal saat pemeriksaan kehamilan
Meski tergolong normal, Bunda tetap disarankan menyampaikan keluhan bengkak kepada dokter atau bidan saat kontrol rutin, agar dapat dipantau bersama pemeriksaan tekanan darah dan urine.
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Kaki Bengkak?
Untuk bengkak yang tergolong normal, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu membuat Bunda lebih nyaman:
- Angkat kaki secara berkala. Saat duduk atau berbaring, letakkan kaki di atas bantal atau kursi kecil agar posisinya sedikit lebih tinggi. Cara ini membantu cairan mengalir kembali ke atas.
- Tidur miring ke kiri. Posisi ini dapat mengurangi tekanan rahim pada pembuluh darah besar sehingga aliran darah lebih lancar, terutama di trimester akhir.
- Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Jika pekerjaan mengharuskan duduk lama, sempatkan berdiri dan berjalan sebentar setiap jam. Hindari pula duduk dengan kaki bersilang.
- Tetap aktif bergerak. Aktivitas ringan seperti jalan santai, senam hamil, atau berenang dapat membantu melancarkan sirkulasi darah. Diskusikan jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi kehamilan Bunda.
- Gerakkan pergelangan kaki. Putar pergelangan kaki dan gerakkan jari-jari kaki ke atas dan ke bawah beberapa kali saat duduk.
- Cukupi kebutuhan minum. Minum air putih yang cukup justru membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan. Jangan mengurangi minum dengan harapan bengkak berkurang.
- Batasi makanan olahan yang tinggi garam. Bunda tidak perlu menghilangkan garam sepenuhnya, tetapi kurangi makanan instan, makanan kemasan, dan camilan yang sangat asin. Perbanyak sayur dan buah sebagai bagian dari pola makan seimbang.
- Pilih alas kaki dan pakaian yang nyaman. Gunakan sepatu yang longgar dan tidak berhak tinggi, serta hindari kaus kaki atau celana yang menekan pergelangan.
- Hindari panas berlebihan. Pada cuaca panas, usahakan beristirahat di tempat yang sejuk. Merendam kaki di air bersuhu sejuk juga dapat terasa melegakan.
- Tanyakan tentang stoking kompresi. Pada sebagian ibu hamil, stoking khusus dapat membantu. Sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter apakah cocok untuk kondisi Bunda.
Satu hal penting: jangan mengonsumsi obat pengurang cairan, jamu, atau suplemen apa pun untuk mengatasi bengkak tanpa anjuran dokter. Beberapa di antaranya dapat berisiko bagi ibu maupun janin.
Kapan Harus ke Dokter
Walaupun sering tidak berbahaya, pembengkakan bisa menjadi tanda awal kondisi yang memerlukan penanganan segera. Dua kondisi yang paling perlu diwaspadai adalah preeklamsia dan trombosis vena dalam (penggumpalan darah di pembuluh vena kaki).
Waspadai tanda preeklamsia
Preeklamsia adalah kondisi tekanan darah tinggi dalam kehamilan yang dapat memengaruhi organ tubuh ibu dan pertumbuhan janin. Kondisi ini umumnya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, bahkan juga bisa terjadi setelah melahirkan. Segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika bengkak disertai:
- Pembengkakan mendadak pada wajah, kelopak mata, atau tangan
- Bengkak yang bertambah parah dengan cepat dalam satu atau dua hari
- Sakit kepala hebat atau terus-menerus yang tidak membaik dengan istirahat
- Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur, berkunang-kunang, atau melihat kilatan cahaya
- Nyeri di ulu hati atau perut kanan atas
- Mual dan muntah yang muncul di paruh akhir kehamilan
- Sesak napas
- Kenaikan berat badan yang sangat cepat dalam waktu singkat
- Tekanan darah tinggi saat diukur
Waspadai tanda penggumpalan darah
Kehamilan meningkatkan kecenderungan darah untuk membeku. Segera cari pertolongan medis bila Bunda mengalami:
- Bengkak hanya di satu kaki, terutama jika jelas lebih besar dari kaki lainnya
- Nyeri, rasa tegang, atau kram di betis atau paha yang tidak hilang
- Kulit kaki tampak kemerahan dan terasa hangat
- Sesak napas mendadak atau nyeri dada, karena ini bisa menandakan gumpalan darah yang berpindah ke paru dan merupakan keadaan darurat
Tanda lain yang perlu diperiksakan
- Gerakan janin terasa berkurang atau berbeda dari biasanya
- Bengkak tidak berkurang sama sekali meski sudah beristirahat dan mengangkat kaki
- Bengkak disertai demam atau luka di kaki
Jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya bila tanda-tanda di atas muncul. Pemeriksaan sederhana seperti mengukur tekanan darah dan tes urine dapat membantu dokter menilai kondisi Bunda dengan cepat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah kaki bengkak berarti tekanan darah saya tinggi?
Tidak selalu. Sebagian besar ibu hamil yang mengalami kaki bengkak memiliki tekanan darah normal. Namun, karena bengkak juga bisa menyertai preeklamsia, cara terbaik untuk memastikannya adalah dengan rutin mengukur tekanan darah saat pemeriksaan kehamilan, terlebih jika bengkak muncul tiba-tiba atau di wajah dan tangan.
Apakah saya harus berhenti makan garam agar bengkak berkurang?
Tidak perlu menghentikan garam sepenuhnya. Tubuh tetap membutuhkan garam dalam jumlah wajar. Yang dianjurkan adalah mengurangi makanan olahan dan camilan yang sangat asin, serta menjaga pola makan bergizi seimbang. Ikuti saran dokter bila Bunda memiliki kondisi khusus.
Apakah bengkak akan hilang setelah melahirkan?
Pada umumnya bengkak akan berangsur berkurang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah persalinan, seiring tubuh mengeluarkan kelebihan cairan. Namun, bila setelah melahirkan muncul bengkak disertai sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, sesak napas, atau nyeri di satu kaki, segera periksakan diri karena preeklamsia dan penggumpalan darah juga bisa terjadi pada masa nifas.
Apakah pijat kaki aman untuk mengurangi bengkak?
Pijatan lembut pada kaki umumnya dapat membantu Bunda merasa lebih nyaman. Akan tetapi, hindari memijat kaki yang bengkak di satu sisi saja, terasa nyeri, merah, atau hangat, karena bisa jadi tanda penggumpalan darah. Pada kondisi seperti itu, periksakan diri ke dokter terlebih dahulu.
Kaki bengkak memang menjadi bagian dari perjalanan kehamilan bagi banyak ibu, tetapi Bunda tidak perlu menebak-nebak sendiri apakah kondisi tersebut masih wajar. Sampaikan setiap keluhan, sekecil apa pun, saat pemeriksaan kehamilan, dan jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan bila muncul tanda bahaya. Pemeriksaan rutin dan deteksi dini adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan Bunda dan si kecil hingga waktu persalinan tiba.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.
