Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Persalinan dan Nifas

Kontraksi Palsu (Braxton Hicks) vs Kontraksi Asli

Kontraksi Palsu (Braxton Hicks) vs Kontraksi Asli

Kontraksi palsu (Braxton Hicks) biasanya datang tidak teratur, tidak makin kuat, dan sering mereda saat Ibu beristirahat, berganti posisi, atau minum air. Kontraksi asli persalinan datang dengan pola teratur, makin lama makin kuat, jaraknya makin dekat, dan tetap berlanjut meskipun Ibu sudah beristirahat. Perbedaannya tidak selalu mudah dikenali, terutama pada kehamilan pertama. Artikel ini membahas ciri-ciri keduanya, apa yang bisa Ibu lakukan di rumah, dan kapan Ibu perlu segera ke dokter.

Apa Itu Kontraksi Braxton Hicks?

Kontraksi Braxton Hicks adalah pengencangan otot rahim yang terjadi sesekali selama kehamilan. Kontraksi ini sering disebut “kontraksi latihan” karena rahim seolah sedang berlatih menjelang persalinan. Kontraksi palsu umumnya tidak membuka leher rahim (serviks), sehingga tidak menandakan persalinan sudah dimulai.

Banyak ibu mulai merasakannya pada trimester kedua. Kontraksi ini biasanya lebih sering dan lebih terasa menjelang akhir kehamilan. Sebagian ibu hampir tidak menyadarinya, sementara yang lain cukup sering merasakannya. Keduanya sama-sama normal.

Mengapa Kontraksi Palsu Terjadi?

Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami. Kontraksi ini dianggap bagian alami dari persiapan tubuh untuk melahirkan. Beberapa kondisi diketahui dapat memicunya:

  • Kurang minum (dehidrasi), terutama saat cuaca panas atau setelah banyak berkeringat.
  • Aktivitas fisik, misalnya berjalan jauh, mengangkat barang, atau bekerja lama sambil berdiri.
  • Kandung kemih yang penuh, yang menekan rahim.
  • Gerakan janin yang aktif atau sentuhan pada perut.
  • Hubungan seksual, yang pada sebagian ibu dapat memicu pengencangan rahim sementara.
  • Kelelahan dan stres.

Ciri-Ciri Kontraksi Palsu

Saat kontraksi Braxton Hicks terjadi, perut terasa kencang atau mengeras untuk sementara, lalu kembali lemas. Ciri khasnya antara lain:

  • Tidak teratur. Jarak antarkontraksi berubah-ubah dan tidak membentuk pola.
  • Tidak makin kuat. Intensitasnya tetap sama atau malah melemah.
  • Biasanya tidak terlalu nyeri. Lebih sering terasa seperti perut kencang atau tidak nyaman daripada sakit hebat.
  • Terasa di bagian depan perut atau di area tertentu saja, bukan menjalar dari punggung.
  • Mereda dengan perubahan aktivitas. Kontraksi sering berkurang atau hilang saat Ibu berbaring, berjalan santai, atau minum air.

Ciri-Ciri Kontraksi Asli Persalinan

Kontraksi persalinan adalah kontraksi rahim yang membuka dan menipiskan leher rahim agar bayi bisa lahir. Ciri-cirinya berbeda cukup jelas dari kontraksi palsu:

  • Teratur dan berpola. Kontraksi datang dengan jarak yang konsisten, misalnya setiap beberapa menit.
  • Jarak makin dekat. Seiring waktu, jeda antarkontraksi semakin pendek.
  • Makin kuat dan makin lama. Setiap kontraksi terasa lebih intens dan berlangsung lebih lama dari sebelumnya.
  • Tidak hilang saat beristirahat. Berganti posisi, berbaring, atau minum tidak membuat kontraksi berhenti.
  • Nyeri bisa menjalar. Banyak ibu merasakan nyeri bermula dari punggung bawah lalu menjalar ke perut depan, atau sebaliknya.

Kontraksi asli sering disertai tanda persalinan lain, seperti keluarnya lendir bercampur sedikit darah, atau pecahnya ketuban yang terasa sebagai rembesan atau aliran cairan dari jalan lahir.

Ringkasan Perbedaan

  • Pola: kontraksi palsu tidak teratur; kontraksi asli teratur dan makin rapat.
  • Kekuatan: kontraksi palsu tetap atau melemah; kontraksi asli makin kuat.
  • Respons terhadap istirahat: kontraksi palsu sering mereda; kontraksi asli tetap berlanjut.
  • Lokasi: kontraksi palsu umumnya di perut depan; kontraksi asli sering menjalar dari punggung ke perut.
  • Perubahan leher rahim: kontraksi palsu umumnya tidak mengubah serviks; kontraksi asli membuka serviks secara bertahap.

Apa yang Bisa Ibu Lakukan?

Jika kehamilan Ibu cukup bulan dan Ibu merasakan kontraksi yang belum jelas polanya, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakannya sekaligus membedakan jenis kontraksinya:

  • Ubah posisi atau aktivitas. Jika sedang berdiri lama, cobalah berbaring miring ke kiri. Jika sedang duduk lama, cobalah berjalan santai sebentar.
  • Minum air putih yang cukup. Dehidrasi dapat memicu kontraksi palsu. Minum beberapa gelas air sering membantu.
  • Kosongkan kandung kemih. Jangan menahan buang air kecil terlalu lama.
  • Mandi atau berendam air hangat (bukan air panas) untuk membantu otot lebih rileks.
  • Latihan pernapasan. Tarik napas perlahan lewat hidung dan hembuskan lewat mulut. Latihan ini juga bermanfaat sebagai persiapan menghadapi persalinan.
  • Catat waktu kontraksi. Catat kapan kontraksi dimulai, berapa lama berlangsung, dan berapa menit jaraknya ke kontraksi berikutnya. Aplikasi pencatat atau buku catatan sederhana sudah cukup. Catatan ini sangat berguna saat Ibu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Jika kontraksi mereda setelah langkah-langkah di atas, kemungkinan besar itu kontraksi palsu. Jika kontraksi tetap berlanjut, makin teratur, dan makin kuat, kemungkinan persalinan sudah dimulai.

Sebagai panduan umum, ibu hamil anak pertama dengan kehamilan cukup bulan biasanya dianjurkan menghubungi tenaga kesehatan bila kontraksi datang sekitar setiap 5 menit, masing-masing berlangsung sekitar 1 menit, dan pola ini bertahan kurang lebih 1 jam. Ibu yang sudah pernah melahirkan mungkin perlu berangkat lebih awal karena persalinan berikutnya bisa berlangsung lebih cepat. Ikuti juga arahan khusus dari dokter yang memeriksa Ibu, karena setiap kehamilan bisa berbeda.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter kandungan atau fasilitas kesehatan terdekat jika Ibu mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Kontraksi teratur sebelum usia kehamilan 37 minggu. Kontraksi yang datang berulang dengan pola teratur, apalagi disertai nyeri punggung bawah, tekanan di panggul, atau perubahan cairan vagina, bisa menjadi tanda persalinan prematur dan perlu segera diperiksa.
  • Keluar darah dari jalan lahir, terutama bila jumlahnya lebih dari bercak atau berwarna merah segar.
  • Keluar cairan dari jalan lahir, baik merembes maupun mengalir, karena bisa menandakan ketuban pecah. Perhatikan juga warnanya. Cairan yang kehijauan, kecokelatan, atau berbau tidak sedap perlu segera diperiksa.
  • Gerakan janin berkurang atau berubah dari pola biasanya.
  • Nyeri perut hebat dan terus-menerus tanpa jeda, atau perut terasa keras terus seperti papan.
  • Demam, menggigil, atau keluar cairan vagina yang berbau.
  • Sakit kepala hebat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, atau bengkak mendadak di wajah dan tangan, yang bisa menjadi tanda preeklamsia.
  • Kontraksi kuat dan teratur pada kehamilan cukup bulan, sesuai panduan di atas.

Jika Ibu ragu apakah yang dirasakan termasuk kontraksi palsu atau asli, tidak ada salahnya memeriksakan diri. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, termasuk pemeriksaan leher rahim dan pemantauan denyut jantung janin, dapat membantu memastikan kondisi Ibu dan bayi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kontraksi palsu berbahaya bagi janin?

Pada umumnya tidak. Kontraksi Braxton Hicks adalah bagian normal kehamilan dan tidak membahayakan janin. Namun, jika kontraksi terasa sangat sering, teratur, atau disertai tanda bahaya seperti perdarahan dan keluar cairan, terutama sebelum 37 minggu, Ibu perlu segera diperiksa.

Apakah tidak merasakan kontraksi palsu berarti ada masalah?

Tidak. Sebagian ibu hampir tidak merasakan kontraksi Braxton Hicks, dan hal itu tetap normal. Yang lebih penting untuk dipantau adalah gerakan janin serta tanda-tanda bahaya selama kehamilan.

Bisakah kontraksi palsu berubah menjadi kontraksi asli?

Menjelang akhir kehamilan, kontraksi palsu bisa makin sering dan terasa lebih kuat, sehingga sulit dibedakan dari awal persalinan. Masa peralihan ini kadang disebut fase persiapan atau fase laten. Jika kontraksi mulai teratur, makin rapat, dan tidak mereda dengan istirahat, kemungkinan persalinan sudah dimulai dan sebaiknya Ibu menghubungi tenaga kesehatan.

Apakah boleh tetap beraktivitas saat mengalami kontraksi palsu?

Boleh, selama kondisi Ibu baik dan dokter tidak memberi larangan khusus. Jika kontraksi muncul, Ibu bisa beristirahat sejenak, minum air, dan mengatur napas. Hindari aktivitas berat yang membuat Ibu terlalu lelah, dan dengarkan sinyal tubuh Ibu.

Mengenali perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli membantu Ibu lebih tenang dan siap menyambut persalinan. Setiap kehamilan bersifat unik, jadi diskusikan dengan dokter kandungan Ibu saat pemeriksaan rutin tentang tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan kapan sebaiknya berangkat ke fasilitas kesehatan. Jika Ibu merasa ragu atau khawatir dengan kontraksi yang dirasakan, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan agar Ibu dan bayi mendapat penanganan yang tepat.


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp