Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Persalinan dan Nifas

Tanda-Tanda Melahirkan Sudah Dekat yang Perlu Dikenali

Tanda-Tanda Melahirkan Sudah Dekat yang Perlu Dikenali

Tanda-tanda melahirkan sudah dekat yang paling utama adalah kontraksi yang teratur dan makin kuat, keluarnya lendir bercampur darah, serta pecahnya air ketuban. Selain itu, beberapa minggu atau hari sebelum persalinan, tubuh biasanya memberi sinyal awal. Misalnya, perut terasa lebih turun, ibu lebih sering buang air kecil, dan punggung bawah terasa pegal. Mengenali tanda-tanda ini membantu Ibu tahu kapan cukup beristirahat di rumah dan kapan perlu segera berangkat ke fasilitas kesehatan.

Mengapa Tubuh Memberi Tanda Menjelang Persalinan?

Menjelang akhir kehamilan, tubuh ibu dan janin bersiap untuk proses kelahiran. Perubahan hormon membuat leher rahim (serviks) perlahan melunak, menipis, dan mulai membuka. Otot rahim juga makin sering berlatih berkontraksi. Pada saat yang sama, kepala janin umumnya mulai turun ke rongga panggul.

Proses ini berbeda pada setiap ibu. Pada kehamilan pertama, tanda awal bisa muncul beberapa minggu sebelum persalinan. Pada ibu yang sudah pernah melahirkan, tanda-tanda sering muncul lebih dekat dengan waktu persalinan dan prosesnya bisa berlangsung lebih cepat. Persalinan cukup bulan umumnya terjadi antara usia kehamilan 37 hingga 42 minggu. Hari perkiraan lahir (HPL) hanyalah perkiraan, bukan tanggal yang tetap.

Tanda-Tanda Awal: Persalinan Mulai Mendekat

Tanda-tanda berikut menunjukkan tubuh sedang bersiap. Namun, tanda-tanda ini belum berarti persalinan sudah dimulai.

1. Bayi Terasa Turun ke Panggul

Ibu mungkin merasa perut tampak lebih rendah. Napas terasa lebih lega karena tekanan pada diafragma berkurang. Sebaliknya, tekanan di panggul dan kandung kemih bertambah, sehingga ibu lebih sering ingin buang air kecil.

2. Kontraksi Palsu (Braxton Hicks) Makin Sering

Kontraksi palsu terasa seperti perut mengencang. Kontraksi ini biasanya tidak teratur, tidak bertambah kuat, dan sering mereda saat ibu berganti posisi, berjalan santai, atau beristirahat. Kontraksi palsu adalah latihan alami otot rahim.

3. Nyeri Punggung Bawah dan Sendi Terasa Longgar

Hormon kehamilan membuat ligamen di sekitar panggul lebih lentur. Akibatnya, ibu bisa merasakan pegal di punggung bawah, rasa tertarik di selangkangan, atau tidak nyaman saat berjalan.

4. Perubahan Keputihan dan Lendir Serviks

Cairan dari vagina bisa bertambah banyak dan lebih kental. Sumbat lendir yang menutup leher rahim selama kehamilan dapat keluar sedikit demi sedikit atau sekaligus, berupa lendir kental bening, kekuningan, atau bercampur sedikit darah.

5. Perubahan Pencernaan dan Dorongan Bersiap

Sebagian ibu mengalami buang air besar lebih sering atau lebih encer menjelang persalinan. Ada juga yang merasakan dorongan kuat untuk membereskan rumah dan menyiapkan perlengkapan bayi, yang sering disebut naluri nesting.

Tanda Persalinan Sudah Dimulai

Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dari Kementerian Kesehatan menyebutkan tiga tanda utama persalinan. Ketiganya perlu diwaspadai.

  • Mulas atau kontraksi yang teratur. Kontraksi terjadi makin sering, makin lama, dan makin kuat. Rasa sakit biasanya berawal dari punggung lalu menjalar ke perut bagian depan. Kontraksi ini tidak hilang meskipun ibu beristirahat atau berganti posisi.
  • Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir. Lendir ini menandakan leher rahim mulai membuka. Jumlah darahnya biasanya sedikit, berupa bercak atau garis kemerahan pada lendir.
  • Keluar air ketuban. Cairan bisa keluar sebagai rembesan yang terus-menerus atau sebagai semburan yang tidak dapat ditahan. Air ketuban normal umumnya jernih atau agak keruh dan tidak berbau menyengat.

Cara Membedakan Kontraksi Asli dan Kontraksi Palsu

  • Keteraturan: kontraksi asli datang dengan jarak yang makin rapat. Kontraksi palsu datang tidak menentu.
  • Kekuatan: kontraksi asli makin lama makin kuat. Kontraksi palsu cenderung tetap atau melemah.
  • Respons terhadap istirahat: kontraksi asli tetap berlanjut. Kontraksi palsu sering mereda saat ibu beristirahat, minum, atau berganti posisi.
  • Lokasi nyeri: kontraksi asli sering terasa dari punggung menjalar ke depan. Kontraksi palsu lebih sering terasa di perut bagian depan saja.

Apa yang Bisa Ibu Lakukan?

Saat tanda-tanda mulai muncul, usahakan tetap tenang. Langkah-langkah berikut dapat membantu.

  • Catat waktu kontraksi. Hitung jarak dari awal satu kontraksi ke awal kontraksi berikutnya, lalu catat berapa lama setiap kontraksi berlangsung. Catatan ini sangat membantu tenaga kesehatan menilai kondisi Ibu.
  • Siapkan tas persalinan sejak jauh hari. Isinya antara lain buku KIA, kartu identitas, kartu jaminan kesehatan, pakaian ibu dan bayi, pembalut nifas, serta perlengkapan mandi.
  • Rencanakan transportasi dan pendamping. Pastikan ada orang yang siap mengantar kapan saja. Simpan nomor telepon fasilitas kesehatan yang dituju.
  • Tetap minum dan makan ringan. Selama belum ada anjuran lain dari tenaga kesehatan, makanan ringan dan cukup cairan membantu menjaga tenaga.
  • Bergerak dan atur napas. Berjalan pelan, mandi air hangat, atau bersandar dengan posisi nyaman dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman. Tarik napas panjang dan pelan setiap kali kontraksi datang.
  • Ikuti arahan yang sudah disepakati dengan dokter atau bidan. Sebagai gambaran umum, ibu hamil anak pertama sering dianjurkan berangkat ke fasilitas kesehatan ketika kontraksi datang teratur sekitar setiap lima menit, berlangsung sekitar satu menit, dan pola ini bertahan kurang lebih satu jam. Ibu yang sudah pernah melahirkan, tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, atau memiliki riwayat persalinan cepat biasanya perlu berangkat lebih awal.

Jika air ketuban sudah pecah, sebaiknya Ibu segera ke fasilitas kesehatan meskipun belum merasakan kontraksi. Perhatikan warna, bau, dan jam keluarnya cairan, lalu sampaikan kepada tenaga kesehatan.

Kapan Harus ke Dokter

Segera ke dokter, bidan, atau unit gawat darurat terdekat jika Ibu mengalami salah satu tanda bahaya berikut.

  • Perdarahan dari jalan lahir yang lebih banyak dari sekadar bercak, terutama darah segar atau bergumpal.
  • Air ketuban berwarna hijau, cokelat, atau berbau tidak sedap, atau ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu.
  • Gerakan janin berkurang atau tidak terasa dibandingkan biasanya.
  • Kontraksi teratur sebelum usia kehamilan 37 minggu, karena bisa menjadi tanda persalinan prematur.
  • Nyeri perut hebat yang terus-menerus dan tidak hilang di antara kontraksi, atau perut terasa keras seperti papan.
  • Sakit kepala hebat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, atau bengkak mendadak pada wajah, tangan, dan kaki. Gejala ini dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi dalam kehamilan.
  • Kejang atau penurunan kesadaran.
  • Demam, menggigil, atau keluar cairan berbau dari jalan lahir.
  • Tali pusat terlihat atau teraba di jalan lahir setelah ketuban pecah. Kondisi ini darurat dan memerlukan pertolongan secepatnya.

Jika ragu, lebih baik memeriksakan diri. Tenaga kesehatan lebih senang memeriksa ibu yang ternyata belum waktunya melahirkan daripada terlambat menangani kondisi yang serius.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah keluar lendir darah berarti akan melahirkan hari itu juga?

Belum tentu. Lendir bercampur darah menandakan leher rahim mulai berubah. Namun, persalinan bisa terjadi dalam hitungan jam, hari, atau lebih lama. Perhatikan apakah muncul kontraksi teratur atau ketuban pecah. Jika darah yang keluar banyak, segera periksakan diri.

Bagaimana cara membedakan air ketuban dengan air seni?

Air seni biasanya berbau khas pesing dan bisa ditahan. Air ketuban umumnya tidak berbau tajam, tidak dapat ditahan, dan bisa terus merembes terutama saat ibu bergerak atau berdiri. Jika Ibu ragu, gunakan pembalut dan segera periksakan ke tenaga kesehatan agar dapat dipastikan.

Bolehkah menunggu di rumah setelah kontraksi dimulai?

Pada tahap awal persalinan dengan kontraksi yang masih jarang dan tanpa tanda bahaya, banyak ibu masih dapat beristirahat di rumah. Meski begitu, waktu yang tepat untuk berangkat sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau bidan saat kontrol kehamilan. Waktu ini bergantung pada riwayat kehamilan, jarak rumah ke fasilitas kesehatan, dan kondisi Ibu.

Apakah setiap ibu mengalami semua tanda persalinan?

Tidak. Setiap kehamilan unik. Sebagian ibu langsung mengalami ketuban pecah tanpa kontraksi. Ada juga yang tidak melihat lendir darah sama sekali. Karena itu, penting mengenali tanda-tanda utama dan tanda bahaya, bukan menunggu semua tanda muncul.

Setiap ibu memiliki perjalanan persalinan yang berbeda. Jadi, persiapan terbaik adalah rutin memeriksakan kehamilan dan membicarakan rencana persalinan sejak awal trimester ketiga. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda tentang tanda-tanda yang perlu diwaspadai, kapan sebaiknya berangkat ke fasilitas kesehatan, dan persiapan apa saja yang sesuai dengan kondisi kehamilan Anda. Dengan begitu, Ibu bisa menyambut kelahiran buah hati dengan lebih tenang dan aman.


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp