Pengungkapan: drfaesol.com dikelola oleh dr. Muhammad Faesol, MMR, Sp.OG, yang berpraktik sebagai dokter spesialis kandungan di RS PKU Aisyiyah Jepara. Artikel ini menautkan ke situs rumah sakit tersebut.
Rumah sakit untuk melahirkan sebaiknya dipilih jauh sebelum minggu-minggu terakhir kehamilan, bukan saat kontraksi sudah datang. Pilihan yang tepat adalah rumah sakit yang siap menangani keadaan darurat ibu dan bayi kapan saja, mudah dijangkau dari rumah, sesuai dengan kondisi kehamilan Anda, dan sesuai dengan cara pembayaran yang Anda pakai. Panduan ini merangkum hal yang perlu dicek, khususnya bagi ibu hamil di Jepara dan sekitarnya.
Kapan sebaiknya mulai memilih rumah sakit?
Waktu yang nyaman adalah trimester kedua, lalu dipastikan di awal trimester ketiga. Pada saat itu Anda biasanya sudah menjalani beberapa kali pemeriksaan kehamilan rutin. Dokter atau bidan pun sudah bisa menilai apakah kehamilan Anda berisiko rendah atau memerlukan fasilitas yang lebih lengkap.
Memutuskan lebih awal juga memberi waktu untuk survei, mengurus administrasi asuransi atau JKN, dan menyiapkan tas persalinan. Bila perlu, bacalah juga apa saja yang biasanya terjadi di trimester ketiga.
8 hal yang perlu dicek sebelum memilih
1. Kesiapan gawat darurat ibu dan bayi 24 jam
Persalinan bisa berubah cepat, bahkan pada kehamilan yang sebelumnya lancar. Kementerian Kesehatan mengatur rumah sakit penyelenggara PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) agar siap melayani kedaruratan ibu dan bayi baru lahir 24 jam setiap hari, termasuk operasi sesar darurat. Tanyakan apakah rumah sakit pilihan Anda menjalankan layanan ini, dan siapa yang berjaga pada malam hari serta hari libur.
2. Perawatan untuk bayi baru lahir
Sebagian bayi memerlukan perawatan khusus setelah lahir, misalnya bayi prematur atau bayi dari ibu dengan diabetes gestasional atau preeklampsia. Tanyakan apakah tersedia ruang perawatan bayi (perinatologi) dan dokter spesialis anak. Tanyakan juga ke mana bayi akan dirujuk bila memerlukan perawatan intensif.
3. Jarak dan waktu tempuh
Pilih rumah sakit yang bisa dicapai dengan cepat dari rumah. Cobalah rutenya pada jam yang berbeda, termasuk malam hari, lalu siapkan kendaraan dan rute cadangan. Rumah sakit yang lengkap tetapi terlalu jauh bisa menjadi masalah saat ketuban pecah atau terjadi perdarahan.
4. Kecocokan dengan kondisi kehamilan Anda
Kehamilan risiko rendah dan kehamilan dengan kondisi khusus punya kebutuhan yang berbeda. Kondisi yang biasanya memerlukan perencanaan lebih matang antara lain riwayat operasi caesar, kehamilan kembar, tekanan darah tinggi, diabetes, atau letak plasenta yang tidak normal. Diskusikan dengan dokter kandungan Anda apakah rumah sakit pilihan sudah sesuai.
5. Dokter dan tim yang menolong
Tanyakan apakah dokter yang memeriksa Anda selama hamil juga menolong persalinan di rumah sakit tersebut. Tanyakan pula siapa yang menggantikan bila dokter berhalangan. Kenali juga peran bidan, dokter anestesi, dan dokter anak di sana.
6. Kebijakan pendamping persalinan
WHO menganjurkan agar ibu boleh didampingi orang pilihannya selama persalinan, karena dukungan pendamping berkaitan dengan pengalaman dan hasil persalinan yang lebih baik. Tanyakan siapa yang boleh mendampingi, apakah pendamping boleh masuk saat operasi sesar, dan bagaimana aturan jam besuk.
7. Dukungan menyusui dan rawat gabung
Tanyakan apakah rumah sakit mendukung inisiasi menyusu dini, rawat gabung ibu dan bayi dalam satu kamar, dan pendampingan menyusui. Dukungan ini membantu proses menyusui pada hari-hari pertama.
8. Biaya, asuransi, dan JKN
Mintalah perkiraan biaya untuk persalinan normal dan sesar, termasuk pilihan kelas kamar. Bila memakai asuransi atau JKN, pastikan rumah sakit bekerja sama dengan penjamin Anda. Tanyakan juga alur rujukan yang berlaku saat ini, karena aturannya dapat berubah.
Contoh: mengecek RS PKU Aisyiyah Jepara
Bagi ibu hamil di Jepara, RS PKU Aisyiyah Jepara bisa menjadi contoh cara mengecek sebuah rumah sakit. Dari situs resminya, beberapa informasi dasar sudah bisa ditemukan:
- Alamat di Jl. Brigjen Katamso No. 18A, Jepara.
- IGD 24 jam, dengan nomor telepon IGD (0291) 591276.
- Poliklinik kandungan dan poliklinik anak yang buka setiap hari.
- Rawat inap kelas I, II, dan III.
- Pendaftaran online, termasuk lewat aplikasi Mobile JKN.
Rumah sakit ini bermula dari balai pengobatan Aisyiyah Jepara pada 1982, yang kemudian berkembang menjadi Rumah Bersalin Siti Khadijah. Rincian yang belum tertulis di situs, seperti ruang perawatan bayi, kesiapan operasi sesar darurat pada malam hari, dan kebijakan pendamping, dapat ditanyakan langsung lewat telepon atau saat kunjungan. Cara yang sama bisa Anda pakai untuk membandingkan rumah sakit lain.
Kapan harus segera ke rumah sakit?
Jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya bila Anda mengalami:
- Perdarahan dari jalan lahir.
- Cairan ketuban merembes atau pecah.
- Kontraksi teratur yang makin kuat dan makin sering. Kenali tanda-tanda melahirkan sudah dekat.
- Gerakan janin terasa berkurang atau berhenti. Pelajari cara menghitung gerakan janin.
- Sakit kepala hebat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, atau bengkak mendadak di wajah dan tangan.
- Demam, kejang, atau nyeri perut hebat yang tidak mereda.
Bila kondisinya darurat, segera pergi ke IGD terdekat, meskipun itu bukan rumah sakit pilihan Anda. Keselamatan ibu dan bayi lebih penting daripada rencana awal.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
Apakah persalinan harus di rumah sakit?
Tidak selalu. Kehamilan risiko rendah dapat ditolong di fasilitas kesehatan lain, seperti puskesmas atau klinik bersalin dengan tenaga kesehatan terlatih. Rumah sakit diperlukan bila ada faktor risiko atau komplikasi. Keputusan ini sebaiknya dibuat bersama dokter atau bidan yang memeriksa Anda.
Apakah rumah sakit besar selalu lebih baik?
Belum tentu. Yang lebih penting adalah kesiapan darurat 24 jam, jarak dari rumah, dan kecocokan dengan kondisi kehamilan Anda.
Bisakah melahirkan dengan JKN di rumah sakit swasta?
Bisa, selama rumah sakit tersebut bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan Anda mengikuti alur rujukan yang berlaku, kecuali dalam keadaan gawat darurat. Tanyakan langsung ke rumah sakit dan faskes tingkat pertama Anda karena ketentuannya bisa berubah.
Bolehkah pindah rumah sakit menjelang persalinan?
Boleh. Bawalah Buku KIA, hasil USG, dan hasil laboratorium, lalu konsultasikan dengan dokter di rumah sakit yang baru agar riwayat kehamilan Anda tetap tercatat lengkap.
Apa yang perlu disiapkan sebelum hari persalinan?
Siapkan dokumen (identitas, Buku KIA, kartu asuransi atau JKN), tas persalinan, dan nomor telepon IGD rumah sakit pilihan. Simpan nomor itu di ponsel Anda dan ponsel pendamping.
Penutup
Rumah sakit untuk melahirkan sebaiknya dipilih dengan tenang, bukan dalam keadaan darurat. Bawalah daftar di atas saat kontrol berikutnya dan diskusikan pilihan Anda dengan dokter kandungan, terutama bila kehamilan Anda memiliki kondisi khusus.
Referensi
- Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/560/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif di Rumah Sakit. keslan.kemkes.go.id (diakses 16 Oktober 2026).
- World Health Organization. WHO recommendations: intrapartum care for a positive childbirth experience (2018). who.int (diakses 16 Oktober 2026).
- World Health Organization. Companion of choice during labour and childbirth for improved quality of care (2020). who.int (diakses 16 Oktober 2026).
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.





