Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Kesehatan Wanita

Nyeri Haid (Dismenore): Penyebab dan Cara Mengatasi

Nyeri Haid (Dismenore)

Nyeri haid atau dismenore adalah rasa kram atau sakit di perut bagian bawah yang muncul menjelang atau selama menstruasi. Sebagian besar nyeri haid tergolong normal. Penyebabnya adalah zat alami bernama prostaglandin yang membuat otot rahim berkontraksi. Keluhan ini umumnya bisa diredakan dengan kompres hangat, aktivitas fisik ringan, istirahat cukup, dan obat antinyeri yang tepat. Meski begitu, nyeri yang sangat berat, makin parah dari waktu ke waktu, atau disertai gejala lain bisa menandakan gangguan kesehatan yang perlu diperiksa dokter.

Banyak perempuan menganggap sakit saat haid sebagai hal yang harus ditahan saja. Padahal, nyeri yang sampai mengganggu sekolah, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari layak mendapat perhatian. Artikel ini membahas jenis-jenis nyeri haid, penyebabnya, cara mengatasinya, dan kapan Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Apa Itu Dismenore?

Dismenore adalah istilah medis untuk nyeri saat menstruasi. Rasa sakitnya biasanya berupa kram, nyeri tumpul, atau rasa seperti diremas di perut bagian bawah. Nyeri bisa menjalar ke punggung bawah dan paha. Keluhan ini dapat disertai gejala lain, seperti:

  • Mual atau muntah
  • Diare atau perut kembung
  • Sakit kepala
  • Rasa lelah dan lemas
  • Pusing

Para ahli membagi dismenore menjadi dua jenis utama, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Membedakan keduanya penting karena penanganannya bisa berbeda.

Penyebab Nyeri Haid

Dismenore Primer

Dismenore primer adalah nyeri haid yang tidak disebabkan oleh penyakit pada organ reproduksi. Jenis ini paling sering ditemukan. Biasanya mulai muncul dalam satu hingga dua tahun setelah haid pertama, saat siklus ovulasi mulai teratur.

Penyebab utamanya adalah prostaglandin, zat yang diproduksi oleh lapisan dinding rahim menjelang menstruasi. Prostaglandin memicu otot rahim berkontraksi agar lapisan dinding rahim dapat luruh dan keluar sebagai darah haid. Bila kadarnya tinggi, kontraksi menjadi lebih kuat. Aliran darah ke rahim pun berkurang sementara sehingga timbul rasa nyeri. Prostaglandin juga dapat memengaruhi saluran cerna. Itulah sebabnya sebagian perempuan mengalami mual atau diare saat haid.

Nyeri pada dismenore primer umumnya mulai beberapa jam sebelum atau saat haid datang. Rasa sakit paling terasa pada hari pertama hingga kedua, lalu berangsur mereda. Pada banyak perempuan, keluhan ini cenderung berkurang seiring bertambahnya usia atau setelah melahirkan, meski tidak selalu demikian.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko dismenore primer, antara lain:

  • Haid pertama pada usia muda
  • Darah haid yang banyak atau masa haid yang panjang
  • Riwayat keluarga dengan keluhan serupa
  • Kebiasaan merokok
  • Stres berkepanjangan

Dismenore Sekunder

Dismenore sekunder adalah nyeri haid yang disebabkan oleh kelainan atau penyakit pada organ reproduksi. Jenis ini lebih sering muncul pada usia dewasa. Bisa juga terjadi pada perempuan yang sebelumnya jarang mengalami nyeri haid. Nyerinya cenderung berlangsung lebih lama, bahkan bisa terasa sebelum haid dimulai dan berlanjut setelah haid selesai. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya:

  • Endometriosis, yaitu jaringan mirip lapisan dinding rahim yang tumbuh di luar rahim, misalnya di indung telur atau rongga panggul.
  • Adenomiosis, yaitu jaringan lapisan dinding rahim yang tumbuh ke dalam otot rahim sehingga rahim membesar dan nyeri.
  • Mioma uteri, yaitu tumor jinak dari otot rahim yang dapat menyebabkan haid banyak dan nyeri.
  • Penyakit radang panggul, yaitu infeksi pada organ reproduksi bagian atas.
  • Polip pada rahim atau leher rahim.
  • Kelainan bentuk rahim atau penyempitan leher rahim yang menghambat keluarnya darah haid.
  • Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) jenis tembaga, yang pada sebagian perempuan dapat memperberat nyeri haid, terutama di bulan-bulan awal pemakaian.

Cara Mengatasi Nyeri Haid

Nyeri haid ringan hingga sedang umumnya bisa diatasi sendiri di rumah. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda coba.

1. Kompres Hangat

Tempelkan botol berisi air hangat atau kompres hangat di perut bagian bawah atau punggung. Panas membantu otot rahim lebih rileks dan melancarkan aliran darah. Mandi air hangat juga bisa memberikan efek serupa. Pastikan suhunya nyaman agar kulit tidak melepuh.

2. Aktivitas Fisik Ringan

Saat nyeri, berbaring seharian memang terasa paling nyaman. Namun, gerakan ringan seperti jalan santai, peregangan, atau yoga justru dapat membantu mengurangi kram. Olahraga teratur di luar masa haid juga bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan membantu mengelola stres.

3. Istirahat dan Kelola Stres

Tidur yang cukup dan teknik relaksasi dapat membantu tubuh lebih tahan terhadap rasa nyeri. Contohnya latihan napas dalam atau meditasi. Stres yang tinggi sering membuat nyeri terasa lebih berat.

4. Perhatikan Pola Makan dan Kebiasaan

Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya sayur, buah, dan biji-bijian. Batasi kafein, makanan sangat asin, dan alkohol karena dapat memperburuk rasa kembung dan tidak nyaman. Berhenti merokok juga dapat membantu mengurangi keluhan.

5. Pijatan Lembut

Pijat perlahan perut bagian bawah dengan gerakan melingkar. Pijatan juga bisa dilakukan di punggung bawah. Cara ini dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan memberi rasa nyaman.

6. Obat Antinyeri

Obat antinyeri dari golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) bekerja dengan menekan pembentukan prostaglandin. Karena itu, obat ini sering dianjurkan untuk nyeri haid. Obat ini biasanya lebih efektif bila diminum sejak awal nyeri muncul. Ikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.

Obat golongan ini tidak cocok untuk semua orang. Misalnya, orang dengan riwayat sakit maag berat, gangguan ginjal, asma tertentu, atau alergi obat perlu berhati-hati. Tanyakan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

7. Terapi dari Dokter

Bila cara-cara di atas belum cukup membantu, dokter dapat mempertimbangkan pilihan lain, seperti terapi hormonal. Pilihan terapi disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, rencana kehamilan, dan penyebab nyeri. Pada dismenore sekunder, penanganan juga ditujukan pada penyakit yang mendasarinya. Penanganannya bisa berupa obat-obatan atau tindakan lain sesuai hasil pemeriksaan.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter kandungan bila Anda mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Nyeri haid sangat hebat hingga tidak bisa beraktivitas, sekolah, atau bekerja
  • Nyeri tidak membaik dengan kompres hangat maupun obat antinyeri yang dijual bebas
  • Nyeri haid baru muncul atau menjadi jauh lebih berat setelah usia 25 tahun
  • Nyeri terasa makin parah dari bulan ke bulan
  • Nyeri juga muncul di luar masa haid atau saat berhubungan seksual
  • Darah haid sangat banyak, misalnya pembalut cepat penuh atau ada gumpalan besar
  • Terdapat demam, keputihan berbau tidak sedap, atau nyeri saat buang air kecil
  • Sulit hamil setelah berusaha selama satu tahun atau lebih
  • Nyeri terjadi setelah pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim dan tidak membaik

Segera cari pertolongan medis darurat bila Anda mengalami nyeri perut yang mendadak dan sangat hebat, pingsan, atau perdarahan sangat banyak. Hal yang sama berlaku bila ada kemungkinan Anda sedang hamil lalu mengalami nyeri perut disertai perdarahan. Kondisi ini bisa menandakan masalah serius, seperti kehamilan di luar kandungan.

Saat memeriksa, dokter akan menanyakan riwayat haid dan keluhan Anda. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan, bila perlu, pemeriksaan penunjang seperti USG untuk mencari penyebab nyeri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah nyeri haid itu normal?

Nyeri haid ringan hingga sedang yang muncul di hari-hari awal menstruasi umumnya normal dan termasuk dismenore primer. Namun, nyeri yang sangat berat, makin parah setiap bulan, atau mengganggu aktivitas tidak sebaiknya dianggap biasa. Sebaiknya kondisi tersebut diperiksakan ke dokter.

Apakah nyeri haid berarti sulit hamil?

Tidak selalu. Dismenore primer umumnya tidak memengaruhi kesuburan. Akan tetapi, beberapa penyebab dismenore sekunder dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan, terutama endometriosis. Bila nyeri haid berat disertai kesulitan hamil, konsultasikan ke dokter kandungan.

Apakah aman minum obat antinyeri setiap kali haid?

Bagi banyak perempuan, penggunaan obat antinyeri sesuai aturan pakai selama beberapa hari saat haid tergolong aman. Namun, bila Anda selalu membutuhkan obat dalam jumlah banyak, atau memiliki penyakit lambung, ginjal, atau kondisi kesehatan lain, sebaiknya bicarakan dengan dokter. Dokter dapat mencari penyebab nyeri dan menentukan penanganan yang lebih sesuai.

Apakah minum minuman manis atau dingin memperparah nyeri haid?

Belum ada bukti kuat bahwa minuman dingin memperberat nyeri haid. Meski begitu, sebagian perempuan merasa lebih nyaman dengan minuman hangat. Yang lebih penting adalah mencukupi cairan, makan bergizi seimbang, serta membatasi kafein dan makanan tinggi garam.

Nyeri haid memang sering terjadi, tetapi Anda tidak harus selalu menahannya sendirian. Bila nyeri terasa berat, mengganggu kegiatan sehari-hari, atau disertai tanda-tanda yang tidak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebab nyeri dapat diketahui sehingga Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai dan menjalani masa haid dengan lebih nyaman.


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp