Langsung ke konten

Dokter Kandungan Jepara · Klinik Aqilla Sehat, Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Jepara

dr. Muhammad Faesol, MMR, Sp.OG

Kesehatan Wanita

Adenomiosis: Gejala, Bedanya dengan Mioma dan Endometriosis, serta Pilihan Penanganannya

Adenomiosis: Gejala, Bedanya dengan Mioma dan Endometriosis

Adenomiosis adalah kondisi jinak ketika jaringan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Akibatnya rahim dapat membesar, haid terasa sangat nyeri, dan darah haid menjadi banyak. Sebagian penderita tidak merasakan gejala apa pun. Adenomiosis bukan kanker, dan ada pilihan penanganan tanpa operasi.

Nyeri haid yang makin berat sering dianggap “biasa”, padahal bisa ada penyebab yang perlu diperiksa. Banyak juga yang bingung setelah mendengar kata “adenomiosis” dari hasil USG. Artikel ini merangkumnya dari sumber kesehatan resmi.

Apa itu adenomiosis?

Dinding rahim terdiri atas dua lapisan: lapisan otot di luar (miometrium) dan lapisan lendir di dalam (endometrium). Pada adenomiosis, sel-sel endometrium ditemukan di dalam lapisan otot, tempat yang seharusnya tidak ada (UCLH). Kemenkes menjelaskan kondisi ini dapat membuat dinding rahim makin tebal dan rahim membesar.

Luas dan letaknya dapat berbeda pada tiap orang. UCLH menegaskan adenomiosis adalah kondisi jinak dan tidak diketahui sebagai kondisi prakanker. Walau begitu, keluhannya dapat sangat mengganggu kualitas hidup.

NHS menyebut gejala adenomiosis biasanya dialami perempuan berusia di atas 35 tahun. Menurut UCLH, kondisi ini paling sering ditemukan pada usia 40–50-an, pada perempuan yang pernah hamil, dan pada perempuan dengan endometriosis. Kemenkes juga menyebut adenomiosis lebih sering terjadi di usia 40–50 tahun.

Penyebab dan faktor risiko

Hingga kini penyebab pasti adenomiosis belum diketahui (NHS; UCLH; Kemenkes). UCLH menyebut faktor genetik dan hormon mungkin berperan. Beberapa faktor yang dikaitkan atau diduga berperan antara lain:

  • pernah melahirkan serta memiliki endometriosis (NHS),
  • usia sekitar 40–50 tahun (Kemenkes),
  • riwayat operasi pada rahim, misalnya operasi caesar, yang diduga dapat menjadi salah satu pemicu (Kemenkes),
  • peradangan pada rahim, misalnya akibat infeksi, serta perubahan kadar hormon (Kemenkes).

Faktor-faktor ini hanya dugaan, bukan penyebab pasti. Riwayat caesar tidak berarti seseorang pasti akan mengalami adenomiosis, sehingga hal ini tidak perlu membuat takut bila caesar memang diperlukan. UCLH juga menyebut pil KB atau spiral (IUD) tidak dianggap menyebabkan adenomiosis.

Gejala adenomiosis

Menurut NHS dan Kemenkes, gejala yang dapat muncul antara lain:

Tidak semua penderita bergejala. UCLH menyebut sekitar 35 dari 100 perempuan dengan adenomiosis tidak merasakan keluhan dan tidak memerlukan pengobatan. Perdarahan haid yang banyak dan berkepanjangan dapat menyebabkan anemia atau kurang darah (Kemenkes), yang ditandai lemas, mudah lelah, pucat, atau jantung berdebar.

Adenomiosis, mioma, atau endometriosis? Ini bedanya

Ketiga kondisi ini sama-sama dapat menyebabkan nyeri haid dan haid banyak, sehingga sulit dibedakan hanya dari keluhan (Kemenkes). Adenomiosis dan endometriosis juga bisa ditemukan bersamaan; UCLH menyebut adenomiosis lebih sering ditemukan pada perempuan dengan endometriosis.

Ciri Adenomiosis Mioma (miom) Endometriosis
Apa yang terjadi Lapisan dalam rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim (NHS) Pertumbuhan jinak (bukan kanker) di dalam atau di sekitar rahim (NHS) Sel mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim, misalnya di indung telur, saluran telur, atau selaput panggul (NHS)
Sifat Jinak, tidak diketahui sebagai prakanker (UCLH) Bukan kanker (NHS) Belum ada pengobatan yang menyembuhkan, tetapi gejala dapat dikendalikan (NHS)
Usia yang sering terkena Gejala biasanya di atas 35 tahun (NHS); paling sering usia 40–50-an (UCLH) Terutama sebelum menopause (NHS) Sejak mulai haid hingga menopause (NHS)
Gejala yang sering Nyeri haid berat, haid banyak, kembung atau berat di perut bawah (NHS) Haid banyak atau nyeri, sering buang air kecil, sembelit, nyeri punggung bawah (NHS) Nyeri haid hebat, nyeri panggul, nyeri saat BAB/BAK atau berhubungan, lelah berlebihan (NHS)
Pemeriksaan USG transvaginal sebagai pilihan pertama, MRI bila perlu (NICE; UCLH) USG untuk melihat jumlah, letak, dan ukuran (NHS) USG atau MRI; laparoskopi dapat memastikan diagnosis (NHS)

Untuk pembahasan lengkap, baca mioma uteri: gejala dan penanganan dan endometriosis: gejala dan penanganan.

Bagaimana adenomiosis didiagnosis?

Dokter akan menanyakan pola haid dan keluhan, lalu melakukan pemeriksaan perut dan panggul (NHS). Pada pemeriksaan, rahim dapat teraba membesar dan nyeri bila ditekan. Pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan:

  • USG transvaginal. Pedoman NICE NG88 menganjurkan USG transvaginal, lebih dipilih daripada USG perut atau MRI, pada perempuan dengan haid banyak disertai nyeri haid bermakna atau rahim besar dan nyeri yang mengarah ke adenomiosis.
  • MRI, bila USG transvaginal tidak bisa atau tidak ingin dilakukan (NICE NG88), atau untuk melihat rahim lebih detail sesuai pertimbangan dokter (Kemenkes).
  • Pemeriksaan darah untuk menilai anemia akibat perdarahan (Kemenkes).
  • Pengambilan sampel jaringan (biopsi) pada kondisi tertentu sesuai pertimbangan dokter (Kemenkes).

Pada perempuan usia subur yang mengalami nyeri perut atau perdarahan, terutama bila telat haid, kemungkinan hamil perlu disingkirkan lebih dulu oleh tenaga kesehatan. ACOG menyebut tes kehamilan termasuk pemeriksaan yang dapat dilakukan saat menilai haid banyak. Baca cara menggunakan test pack yang benar.

Pilihan penanganan adenomiosis

Tidak semua adenomiosis perlu diobati. Bila hasil USG menunjukkan adenomiosis tetapi tidak ada keluhan, UCLH menyebut tidak perlu pengobatan. Bila ada gejala, pilihan terapi disesuaikan dengan berat keluhan, usia, keinginan untuk hamil, riwayat pengobatan sebelumnya, dan preferensi pasien (NICE NG88; UCLH). Semua obat di bawah ini dipilih dan diresepkan dokter. Jangan membeli atau menggunakan obat hormon sendiri.

IUD hormonal (LNG-IUS)

NICE NG88 menyarankan IUD hormonal yang melepaskan levonorgestrel (LNG-IUS) dipertimbangkan sebagai terapi pertama untuk haid banyak pada perempuan yang dicurigai atau terdiagnosis adenomiosis. Menurut NHS, alat ini menipiskan lapisan rahim sehingga haid lebih sedikit dan kurang nyeri. NICE mengingatkan pola perdarahan dapat berubah pada bulan-bulan awal, dan manfaatnya perlu dinilai setelah beberapa siklus. IUD hormonal berbeda dengan IUD tembaga (spiral tanpa hormon); info umum tentang spiral ada di IUD (spiral): manfaat dan risiko.

Obat-obatan lain

  • Obat nonhormonal: obat pengurang perdarahan haid dan pereda nyeri antiinflamasi nonsteroid (OAINS) (NICE NG88; NHS).
  • Terapi hormonal lain, misalnya pil KB kombinasi atau pil progestin, bila IUD hormonal tidak cocok atau tidak diinginkan (NICE NG88; NHS).
  • Pilihan obat lain yang belum dicoba dapat dinilai oleh dokter spesialis (NICE NG88).

Untuk membantu meredakan nyeri, NHS menyarankan kompres hangat atau botol air hangat yang dibungkus kain di perut bawah.

Rujukan spesialis dan tindakan

Bila pengobatan tidak berhasil atau gejala berat, NICE NG88 menganjurkan rujukan ke dokter spesialis untuk menilai pilihan obat lain maupun tindakan. Menurut ACOG dan UCLH, pengangkatan rahim (histerektomi) dipertimbangkan bila terapi lain gagal atau tidak memungkinkan. UCLH menyebut histerektomi adalah satu-satunya cara menyembuhkan adenomiosis secara permanen, tetapi merupakan operasi besar dengan risiko bermakna sehingga biasanya menjadi pilihan terakhir. Setelah rahim diangkat, seseorang tidak dapat hamil lagi, sehingga pilihan ini hanya sesuai bagi yang yakin tidak ingin hamil lagi dan setelah diskusi lengkap dengan dokter (UCLH; NICE NG88).

Ada juga tindakan lain, misalnya penyumbatan pembuluh darah rahim (embolisasi) atau operasi tanpa mengangkat rahim. UCLH menyebut bukti untuk operasi yang mempertahankan rahim belum cukup untuk dipakai secara rutin, dan NICE mengingatkan agar dampak setiap tindakan terhadap kesuburan dijelaskan sebelumnya.

Kabar baiknya, menurut UCLH gejala adenomiosis umumnya berhenti setelah menopause.

Adenomiosis dan kehamilan: masih bisa hamil?

Ya, banyak perempuan dengan adenomiosis tetap bisa hamil. Adenomiosis tidak berarti pasti mandul. Bukti tentang pengaruhnya pada kehamilan alami belum seragam. NHS menyebut adenomiosis dapat membuat lebih sulit hamil dan meningkatkan risiko keguguran, sedangkan UCLH menyebut belum ada bukti bahwa adenomiosis memengaruhi peluang hamil secara alami. UCLH juga menyebut ada bukti bahwa adenomiosis dapat menurunkan peluang keberhasilan program kesuburan pada perempuan yang sulit hamil. Tinjauan sistematis Horton dan kawan-kawan (2019) juga menemukan adenomiosis dikaitkan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi.

Bila Anda sedang program hamil, diskusikan rencana terapi dengan dokter kandungan, karena sebagian terapi hormonal juga bersifat mencegah kehamilan. Baca juga penyebab sulit hamil pada wanita dan pria dan bayi tabung (IVF): proses dan persiapan.

Kapan harus ke dokter kandungan?

Segera ke dokter atau IGD bila:

  • nyeri panggul atau nyeri haid sangat hebat atau lebih berat dari biasanya, dan obat pereda nyeri tidak membantu (NHS),
  • perdarahan sangat banyak, atau muncul tanda anemia berat seperti pusing hebat, sesak napas, berdebar, atau hampir pingsan,
  • terjadi nyeri perut atau perdarahan saat telat haid atau mungkin hamil.

Buat janji dengan dokter bila:

  • haid makin nyeri, makin banyak, atau tidak teratur (NHS),
  • nyeri haid berlebihan sudah terjadi 3 siklus berturut-turut dan mengganggu aktivitas (Kemenkes),
  • nyeri saat berhubungan seksual,
  • perut terasa kembung terus-menerus sekitar 3 minggu (NHS),
  • ada perdarahan di antara dua haid atau setelah berhubungan seksual (NHS),
  • terjadi perdarahan dari vagina setelah menopause (Kemenkes).

Panduan umum ada di kapan perlu periksa ke dokter kandungan.

FAQ seputar adenomiosis

Apakah adenomiosis berbahaya atau bisa menjadi kanker?

Adenomiosis adalah kondisi jinak dan tidak diketahui sebagai prakanker (UCLH). Meski begitu, haid banyak dapat menyebabkan anemia dan nyeri berat dapat mengganggu aktivitas, sehingga keluhannya tetap perlu ditangani.

Apakah adenomiosis bisa sembuh sendiri?

Sebelum menopause, adenomiosis umumnya tidak hilang sendiri, tetapi gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan. Menurut UCLH, gejala biasanya berhenti setelah menopause.

Apakah adenomiosis harus operasi angkat rahim?

Tidak selalu. Bila tidak ada keluhan, tidak perlu pengobatan. Bila ada keluhan, obat atau IUD hormonal biasanya dicoba lebih dulu. Histerektomi hanya dipertimbangkan bila terapi lain gagal, bagi yang tidak ingin hamil lagi, dan setelah diskusi lengkap dengan dokter.

Apakah penderita adenomiosis bisa hamil normal?

Banyak penderita tetap bisa hamil. Namun, adenomiosis dapat membuat sebagian perempuan lebih sulit hamil (NHS) dan dikaitkan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi serta peluang keberhasilan program kesuburan yang lebih rendah (NHS; UCLH). Bila Anda sedang berusaha hamil, diskusikan dengan dokter kandungan. Cara persalinan diputuskan bersama dokter kandungan sesuai kondisi masing-masing.

Kenapa perut bisa terasa buncit karena adenomiosis?

Adenomiosis dapat membuat rahim membesar, sehingga perut bawah terasa kembung, penuh, atau berat (NHS; Kemenkes). Kembung yang menetap sekitar 3 minggu sebaiknya diperiksakan.

Apa beda adenomiosis dan endometriosis?

Pada adenomiosis, jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di dalam otot rahim. Pada endometriosis, jaringan serupa tumbuh di luar rahim, misalnya di indung telur atau saluran telur (NHS). Keduanya dapat terjadi bersamaan.

Kesimpulan

Adenomiosis adalah kondisi jinak yang dapat menyebabkan nyeri haid berat, haid banyak, dan rahim membesar. Gejalanya mirip mioma dan endometriosis, sehingga perlu diperiksa dengan USG. Penanganan disesuaikan dengan keluhan dan rencana kehamilan, dimulai dari obat atau IUD hormonal. Operasi angkat rahim bukan satu-satunya jalan. Jika Anda berada di Jepara, lihat jadwal praktik dokter kandungan di Jepara.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau saran pengobatan dari dokter. Penggunaan obat serta pilihan tindakan medis harus ditentukan oleh tenaga kesehatan yang menangani Anda. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Referensi

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp