Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Kesuburan dan Program Hamil

Penyebab Sulit Hamil pada Wanita dan Pria

Penyebab Sulit Hamil pada Wanita dan Pria

Sulit hamil bisa disebabkan oleh faktor dari pihak wanita, pria, keduanya, atau kadang tidak ditemukan penyebab yang jelas. Pada wanita, penyebab yang sering ditemukan adalah gangguan ovulasi, sumbatan saluran telur, endometriosis, kelainan rahim, dan pertambahan usia. Pada pria, penyebab yang umum adalah masalah jumlah, gerakan, atau bentuk sperma, serta gangguan saluran sperma. Gaya hidup seperti merokok, berat badan tidak ideal, dan stres juga dapat memengaruhi kesuburan keduanya. Karena itu, pemeriksaan kesuburan sebaiknya dilakukan oleh suami dan istri bersama-sama.

Apa yang Dimaksud dengan Sulit Hamil?

Dalam dunia medis, kondisi sulit hamil disebut infertilitas. Pasangan dianggap mengalami infertilitas bila belum terjadi kehamilan setelah 12 bulan berhubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Bila usia istri 35 tahun atau lebih, evaluasi dianjurkan lebih awal, yaitu setelah 6 bulan mencoba.

Infertilitas bukan hal yang jarang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1 dari 6 orang dewasa di dunia pernah mengalaminya. Kabar baiknya, banyak penyebab sulit hamil yang dapat dikenali dan ditangani. Memahami penyebabnya adalah langkah awal yang penting.

Penyebab Sulit Hamil pada Wanita

1. Gangguan Ovulasi

Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari indung telur setiap siklus. Bila ovulasi tidak terjadi atau tidak teratur, peluang hamil menurun. Tanda yang sering terlihat adalah haid yang tidak teratur, jarang, atau bahkan tidak datang sama sekali. Beberapa kondisi yang dapat mengganggu ovulasi antara lain:

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS), yaitu gangguan hormon yang sering disertai haid tidak teratur, jerawat, pertumbuhan rambut berlebih, dan kenaikan berat badan.
  • Gangguan tiroid, baik kelenjar tiroid yang terlalu aktif maupun kurang aktif.
  • Kadar hormon prolaktin yang tinggi, yang kadang ditandai keluarnya cairan dari puting di luar masa menyusui.
  • Gangguan pada otak bagian hipotalamus, misalnya akibat stres berat, olahraga sangat berlebihan, atau berat badan yang terlalu rendah.

2. Sumbatan atau Kerusakan Saluran Telur (Tuba Falopi)

Saluran telur adalah tempat bertemunya sel telur dan sperma. Bila saluran ini tersumbat atau rusak, pembuahan sulit terjadi. Penyebabnya bisa berupa riwayat infeksi panggul, infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore, endometriosis, atau perlengketan akibat operasi di daerah perut dan panggul sebelumnya.

3. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim, misalnya di indung telur atau saluran telur. Kondisi ini dapat menimbulkan peradangan dan perlengketan. Gejala yang sering muncul adalah nyeri haid yang sangat hebat, nyeri saat berhubungan intim, dan nyeri panggul berkepanjangan. Meski begitu, sebagian penderita tidak merasakan gejala apa pun.

4. Kelainan pada Rahim dan Leher Rahim

Mioma (tumor jinak otot rahim), polip, perlengketan di dalam rahim, atau kelainan bentuk rahim sejak lahir dapat mengganggu menempelnya hasil pembuahan. Tidak semua mioma menyebabkan sulit hamil; pengaruhnya bergantung pada ukuran dan letaknya. Masalah pada leher rahim juga dapat menghambat perjalanan sperma.

5. Faktor Usia

Jumlah dan kualitas sel telur wanita menurun seiring bertambahnya usia. Penurunan ini mulai lebih terasa setelah usia 35 tahun dan semakin cepat menjelang usia 40 tahun. Inilah sebabnya pasangan dengan usia istri di atas 35 tahun dianjurkan memeriksakan diri lebih cepat.

Penyebab Sulit Hamil pada Pria

Banyak orang masih mengira sulit hamil hanya masalah perempuan. Kenyataannya, faktor pria berperan pada sebagian besar kasus, baik sebagai penyebab tunggal maupun bersamaan dengan faktor dari istri.

1. Gangguan Produksi dan Kualitas Sperma

Masalah sperma dapat berupa jumlah yang sedikit, gerakan yang lemah, atau bentuk yang tidak normal. Pada sebagian kasus, sperma bahkan tidak ditemukan dalam cairan mani. Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah vena di kantong buah zakar yang dapat meningkatkan suhu di sekitar testis.
  • Gangguan hormon yang mengatur produksi sperma.
  • Riwayat infeksi, misalnya gondongan yang mengenai testis atau infeksi menular seksual.
  • Faktor genetik tertentu.
  • Testis yang tidak turun ke kantong buah zakar sejak kecil.

2. Sumbatan Saluran Sperma

Sperma mungkin diproduksi dengan baik, tetapi tidak dapat keluar karena saluran pembawanya tersumbat. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi, cedera, riwayat operasi, atau kelainan bawaan.

3. Gangguan Ejakulasi dan Fungsi Seksual

Disfungsi ereksi, ejakulasi dini yang berat, atau ejakulasi yang berbalik ke kandung kemih dapat menyulitkan sperma mencapai sel telur.

4. Gaya Hidup dan Lingkungan

Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan narkoba, kegemukan, serta paparan panas berulang di area kemaluan (misalnya sering berendam air panas atau memangku laptop dalam waktu lama) dapat menurunkan kualitas sperma. Paparan bahan kimia tertentu di tempat kerja, seperti pestisida, juga dapat berpengaruh.

Faktor yang Memengaruhi Kesuburan Keduanya

Beberapa faktor dapat menurunkan kesuburan baik pada istri maupun suami, yaitu:

  • Berat badan berlebih atau terlalu kurus.
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol.
  • Penyakit kronis yang tidak terkontrol, seperti diabetes.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu atau riwayat pengobatan kanker.
  • Stres berkepanjangan yang memengaruhi hormon dan frekuensi hubungan intim.

Pada sebagian pasangan, hasil pemeriksaan tampak normal tetapi kehamilan belum juga terjadi. Kondisi ini disebut infertilitas yang tidak dapat dijelaskan. Meski terdengar membingungkan, pasangan dalam kondisi ini tetap memiliki pilihan penanganan yang dapat didiskusikan dengan dokter.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan pasangan untuk mendukung kesuburan sambil merencanakan pemeriksaan:

  • Kenali siklus haid. Catat tanggal haid setiap bulan untuk memperkirakan masa subur, yang umumnya terjadi sekitar dua minggu sebelum haid berikutnya pada siklus teratur.
  • Berhubungan intim secara teratur. Melakukannya setiap 2–3 hari sepanjang siklus membantu memastikan sperma tersedia saat ovulasi, tanpa perlu terlalu tegang menebak hari yang tepat.
  • Jaga berat badan ideal. Pola makan bergizi seimbang dan olahraga teratur dengan intensitas wajar dapat membantu keseimbangan hormon.
  • Berhenti merokok dan batasi alkohol. Langkah ini berlaku untuk suami maupun istri.
  • Konsumsi asam folat. Calon ibu dianjurkan mengonsumsi asam folat sejak merencanakan kehamilan. Tanyakan kepada dokter atau bidan mengenai kebutuhan yang sesuai.
  • Kelola stres. Istirahat cukup, saling mendukung sebagai pasangan, dan luangkan waktu untuk kegiatan yang menenangkan.
  • Periksa bersama. Evaluasi kesuburan idealnya dilakukan pada suami dan istri sekaligus. Pemeriksaan umumnya meliputi wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, analisis sperma, pemeriksaan hormon, USG, dan bila perlu pemeriksaan saluran telur.

Penanganan selanjutnya sangat bergantung pada penyebab yang ditemukan. Pilihannya bisa berupa perubahan gaya hidup, pengobatan untuk membantu ovulasi, tindakan operasi untuk masalah tertentu, hingga teknologi reproduksi berbantu. Dokter akan menjelaskan pilihan yang paling sesuai untuk kondisi masing-masing pasangan.

Kapan Harus ke Dokter

Segera konsultasikan dengan dokter kandungan bila Anda dan pasangan mengalami hal berikut:

  • Belum hamil setelah 12 bulan mencoba, atau setelah 6 bulan bila usia istri 35 tahun ke atas.
  • Usia istri di atas 40 tahun dan sedang merencanakan kehamilan.
  • Haid sangat tidak teratur, jarang, atau tidak datang sama sekali.
  • Nyeri haid yang sangat berat, nyeri saat berhubungan intim, atau nyeri panggul berkepanjangan.
  • Perdarahan di luar jadwal haid atau perdarahan haid yang sangat banyak.
  • Pernah mengalami keguguran berulang.
  • Riwayat infeksi panggul, infeksi menular seksual, atau operasi di perut dan panggul.
  • Pada suami: benjolan, nyeri, atau pembengkakan di testis, riwayat operasi atau cedera di area kemaluan, serta gangguan ereksi atau ejakulasi.

Segera cari pertolongan medis bila muncul nyeri perut hebat mendadak, perdarahan banyak, atau pingsan, terutama bila ada kemungkinan sedang hamil, karena dapat menandakan kondisi darurat seperti kehamilan di luar kandungan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah haid teratur berarti pasti subur?

Haid teratur umumnya menandakan ovulasi berjalan baik, tetapi belum menjamin kesuburan. Masih ada faktor lain seperti kondisi saluran telur, rahim, dan kualitas sperma pasangan yang perlu diperhatikan.

Apakah suami juga perlu diperiksa meski merasa sehat?

Ya. Masalah sperma sering tidak menimbulkan gejala apa pun. Analisis sperma adalah pemeriksaan yang sederhana dan sebaiknya dilakukan sejak awal evaluasi kesuburan.

Apakah stres bisa menyebabkan sulit hamil?

Stres berat dan berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan hormon, siklus haid, dan gairah seksual. Meski stres jarang menjadi penyebab tunggal, mengelolanya tetap bermanfaat bagi kesehatan dan keharmon


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp