HSG (histerosalpingografi) adalah pemeriksaan rontgen dengan cairan kontras untuk melihat apakah saluran tuba (tuba falopi) terbuka dan apakah bentuk rongga rahim normal. Pemeriksaan ini sering dianjurkan dalam program hamil karena saluran tuba yang tersumbat dapat menghalangi pertemuan sel telur dan sperma. Prosedurnya singkat, umumnya hanya berlangsung beberapa menit, dan dilakukan tanpa pembiusan total. Hasilnya membantu dokter menentukan langkah program hamil yang paling sesuai.
Apa Itu HSG dan Mengapa Penting untuk Program Hamil?
Agar kehamilan terjadi, sel telur yang dilepaskan indung telur harus “ditangkap” oleh ujung saluran tuba. Di dalam saluran inilah sel telur biasanya bertemu sperma dan terjadi pembuahan. Embrio yang terbentuk kemudian bergerak menuju rahim untuk menempel dan berkembang. Jika saluran tuba tersumbat atau rusak, proses ini bisa terhambat.
Gangguan pada saluran tuba termasuk salah satu penyebab ketidaksuburan pada perempuan. Masalah ini sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali, sehingga banyak perempuan tidak menyadarinya sampai menjalani pemeriksaan. Karena itulah HSG menjadi bagian dari evaluasi awal pasangan yang mengalami kesulitan hamil, bersama pemeriksaan ovulasi pada istri dan analisis sperma pada suami.
Selain menilai saluran tuba, HSG juga dapat memperlihatkan kelainan di dalam rongga rahim, misalnya:
- Polip atau mioma yang menonjol ke dalam rongga rahim
- Perlekatan di dalam rahim (sindrom Asherman), biasanya setelah tindakan kuret atau infeksi
- Kelainan bentuk rahim bawaan, seperti rahim bersekat (septum)
Penyebab Saluran Tuba Tersumbat
Saluran tuba adalah struktur yang halus dan sempit, sehingga mudah terpengaruh oleh peradangan atau jaringan parut. Beberapa penyebab yang umum antara lain:
- Infeksi panggul (radang panggul): sering berawal dari infeksi menular seksual seperti klamidia atau gonore yang tidak tertangani. Infeksi ini dapat meninggalkan jaringan parut di saluran tuba.
- Endometriosis: jaringan mirip lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim dapat menimbulkan perlekatan di sekitar tuba dan indung telur.
- Riwayat operasi di perut atau panggul: misalnya operasi usus buntu yang pecah, operasi caesar, atau operasi kista, yang dapat memicu perlekatan.
- Riwayat kehamilan di luar kandungan (ektopik): baik kehamilannya maupun penanganannya dapat memengaruhi kondisi tuba.
- Hidrosalping: kondisi ketika ujung saluran tuba tertutup dan terisi cairan, biasanya akibat infeksi sebelumnya.
Apa yang Bisa Dilakukan: Persiapan, Prosedur, dan Setelah HSG
Waktu Terbaik Melakukan HSG
HSG umumnya dijadwalkan setelah haid selesai namun sebelum masa ovulasi, yaitu sekitar hari ke-6 hingga ke-11 siklus (hari pertama haid dihitung sebagai hari ke-1). Waktu ini dipilih untuk memastikan Anda tidak sedang hamil dan lapisan rahim masih tipis sehingga gambaran lebih jelas. Dokter biasanya meminta Anda tidak berhubungan suami istri sejak haid selesai hingga hari pemeriksaan, atau melakukan tes kehamilan terlebih dahulu.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki alergi, terutama terhadap cairan kontras, yodium, atau obat tertentu.
- Informasikan bila Anda pernah mengalami infeksi panggul, sedang mengalami keputihan berbau, nyeri panggul, atau demam. HSG tidak dilakukan saat ada infeksi aktif.
- Dokter mungkin menyarankan obat pereda nyeri sebelum tindakan atau antibiotik pada kondisi tertentu. Gunakan obat hanya sesuai anjuran dokter.
- Bawa pembalut karena setelah tindakan bisa keluar sedikit cairan atau bercak darah.
- Jika memungkinkan, ajak pendamping untuk menemani pulang.
Bagaimana Prosedurnya?
Anda akan berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi seperti saat pemeriksaan dalam. Dokter memasang alat spekulum untuk melihat mulut rahim, lalu membersihkannya. Selang kecil yang lentur dimasukkan melalui mulut rahim, kemudian cairan kontras dialirkan perlahan. Sementara itu, beberapa foto rontgen diambil untuk melihat aliran cairan mengisi rahim, melewati saluran tuba, hingga keluar ke rongga perut.
Banyak perempuan merasakan kram mirip nyeri haid saat cairan dialirkan. Rasa ini biasanya mereda dalam waktu singkat. Bernapas perlahan dan berusaha rileks dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Paparan radiasi pada pemeriksaan ini tergolong rendah dan dijaga seminimal mungkin.
Setelah HSG
Setelah pemeriksaan, Anda umumnya dapat kembali beraktivitas pada hari yang sama. Keluhan yang wajar antara lain kram ringan, keluarnya cairan kontras dari vagina, dan sedikit bercak darah selama satu hingga beberapa hari. Sebagian kecil orang merasa pusing sesaat karena refleks tubuh terhadap tindakan pada mulut rahim. Hindari berendam atau berenang sesuai saran dokter, dan perhatikan tanda infeksi.
Memahami Hasil HSG
Jika cairan kontras terlihat mengalir keluar dari ujung kedua saluran tuba, artinya saluran tersebut terbuka (paten). Jika cairan berhenti di satu titik, kemungkinan ada sumbatan. Namun, perlu diketahui bahwa saluran tuba kadang mengalami kejang (spasme) saat pemeriksaan sehingga tampak tersumbat padahal sebenarnya terbuka. Karena itu, hasil HSG selalu ditafsirkan bersama kondisi klinis Anda dan, bila perlu, dikonfirmasi dengan pemeriksaan lain.
Pemeriksaan lanjutan atau alternatif yang mungkin disarankan antara lain:
- Sonohisterosalpingografi (HyCoSy/SIS): menggunakan USG dan cairan khusus, tanpa radiasi rontgen.
- Laparoskopi dengan uji kepatenan tuba: tindakan operasi kecil dengan pembiusan, yang memungkinkan dokter melihat langsung kondisi tuba dan sekaligus menangani endometriosis atau perlekatan bila ada.
- Histeroskopi: melihat langsung rongga rahim menggunakan kamera kecil jika HSG menunjukkan kelainan di dalam rahim.
Pilihan langkah selanjutnya bergantung pada hasil pemeriksaan, usia, lama mencoba hamil, kondisi sperma pasangan, serta faktor lain. Jika kedua tuba terbuka, program hamil dapat dilanjutkan sesuai rencana dokter. Jika ditemukan sumbatan, dokter akan menjelaskan pilihan penanganan, mulai dari tindakan operasi hingga teknologi reproduksi berbantu seperti bayi tabung, sesuai kondisi masing-masing pasangan.
Kapan Harus ke Dokter
Segera hubungi dokter atau datang ke fasilitas kesehatan bila setelah HSG Anda mengalami:
- Demam atau menggigil
- Nyeri perut atau panggul yang makin berat, bukan makin membaik
- Perdarahan banyak dari vagina, misalnya membasahi pembalut dalam waktu singkat
- Keputihan berbau tidak sedap atau berwarna tidak biasa
- Sesak napas, bengkak di wajah, gatal atau ruam di kulit (kemungkinan reaksi alergi)
- Pingsan atau pusing berat yang tidak membaik setelah beristirahat
Di luar urusan HSG, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter kandungan untuk evaluasi kesuburan jika belum hamil setelah 12 bulan berhubungan teratur tanpa kontrasepsi (atau 6 bulan bila usia istri 35 tahun ke atas). Konsultasi lebih awal dianjurkan bila Anda memiliki haid tidak teratur, nyeri haid hebat, riwayat infeksi panggul, endometriosis, atau pernah mengalami kehamilan ektopik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah HSG terasa sakit?
Sebagian besar perempuan merasakan kram seperti nyeri haid saat cairan kontras dialirkan. Intensitasnya berbeda pada setiap orang dan biasanya berlangsung singkat. Dokter dapat menyarankan obat pereda nyeri sebelum tindakan untuk membantu Anda lebih nyaman.
Apakah HSG bisa membantu membuka saluran tuba?
Aliran cairan kontras terkadang dapat mendorong sumbatan ringan seperti lendir, dan sebagian penelitian menunjukkan peluang hamil bisa sedikit meningkat dalam beberapa bulan setelah HSG. Namun, HSG pada dasarnya adalah pemeriksaan, bukan pengobatan, sehingga manfaat ini tidak dapat dijamin untuk setiap orang.
Apakah boleh mencoba hamil setelah HSG?
Umumnya pasangan dapat kembali mencoba hamil pada siklus yang sama setelah keluhan pasca-tindakan mereda, kecuali dokter memberi saran lain. Tanyakan kepada dokter Anda kapan waktu yang tepat sesuai kondisi dan hasil pemeriksaan.
Siapa yang tidak boleh menjalani HSG?
HSG tidak dilakukan pada perempuan yang sedang atau mungkin hamil, sedang mengalami infeksi panggul aktif, atau sedang mengalami perdarahan berat. Perempuan dengan riwayat alergi terhadap cairan kontras perlu mendiskusikannya dengan dokter agar dapat dipertimbangkan pilihan pemeriksaan lain.
HSG adalah langkah penting untuk memahami kondisi saluran tuba dan rahim dalam perjalanan program hamil. Setiap pasangan memiliki situasi yang berbeda, sehingga waktu pemeriksaan, persiapan, dan rencana tindak lanjut sebaiknya disesuaikan secara pribadi. Jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau sudah lama mencoba namun belum berhasil, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan penjelasan dan pendampingan yang tepat.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.
