Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Kesuburan dan Program Hamil

PCOS: Gejala dan Hubungannya dengan Kehamilan

PCOS

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau sindrom ovarium polikistik adalah gangguan hormon pada perempuan usia subur yang membuat ovulasi (pelepasan sel telur) tidak teratur atau tidak terjadi. Gejala yang paling sering adalah haid jarang atau tidak teratur, jerawat, dan tumbuhnya bulu berlebih. Karena ovulasi terganggu, PCOS menjadi salah satu penyebab umum sulit hamil. Namun banyak perempuan dengan PCOS tetap bisa hamil, baik secara alami maupun dengan bantuan penanganan medis yang tepat.

Apa Itu PCOS?

Pada siklus haid yang normal, setiap bulan ovarium (indung telur) mematangkan satu sel telur lalu melepaskannya. Pada PCOS, proses ini sering terhambat. Banyak folikel kecil, yaitu kantong berisi calon sel telur, tumbuh di ovarium tetapi tidak berkembang sempurna dan tidak dilepaskan. Pada pemeriksaan USG, folikel-folikel ini bisa terlihat seperti deretan “kista kecil”. Dari sinilah istilah “polikistik” berasal.

Walaupun namanya mengandung kata kista, PCOS bukan penyakit kista ovarium biasa. PCOS adalah gangguan keseimbangan hormon dan metabolisme yang memengaruhi seluruh tubuh, bukan hanya ovarium.

Penyebab PCOS

Penyebab pasti PCOS belum diketahui. Para ahli meyakini beberapa faktor saling berkaitan:

  • Kelebihan hormon androgen. Androgen sering disebut “hormon pria”, padahal perempuan juga memilikinya dalam jumlah kecil. Pada PCOS kadarnya cenderung lebih tinggi sehingga mengganggu ovulasi dan memicu jerawat serta pertumbuhan bulu.
  • Resistensi insulin. Tubuh kurang responsif terhadap insulin, hormon yang mengatur gula darah. Akibatnya tubuh memproduksi insulin lebih banyak, dan kadar insulin yang tinggi dapat mendorong ovarium menghasilkan lebih banyak androgen.
  • Faktor keturunan. PCOS lebih sering ditemukan pada perempuan yang ibu atau saudara perempuannya juga mengalami PCOS.
  • Peradangan tingkat rendah dan gaya hidup. Berat badan berlebih dan kurang aktivitas fisik dapat memperburuk gejala, meskipun PCOS juga bisa dialami perempuan dengan berat badan normal.

Gejala PCOS yang Perlu Dikenali

Gejala PCOS berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang mengalami banyak gejala, ada pula yang hanya merasakan satu atau dua. Tanda yang paling umum antara lain:

  • Haid tidak teratur. Siklus haid lebih panjang dari biasanya, haid hanya beberapa kali dalam setahun, atau bahkan tidak haid selama berbulan-bulan.
  • Jerawat membandel di wajah, dada, atau punggung, terutama yang menetap setelah masa remaja.
  • Hirsutisme, yaitu tumbuhnya bulu atau rambut kasar di area yang biasanya jarang berambut pada perempuan, seperti dagu, bibir atas, dada, atau perut.
  • Rambut kepala menipis atau rontok dengan pola menyerupai kebotakan.
  • Berat badan mudah naik dan sulit turun, terutama di area perut.
  • Kulit menggelap di lipatan leher, ketiak, atau selangkangan (acanthosis nigricans), yang sering menjadi tanda resistensi insulin.
  • Sulit hamil karena ovulasi jarang terjadi.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis PCOS?

Diagnosis PCOS umumnya ditegakkan bila ditemukan minimal dua dari tiga kriteria berikut: gangguan ovulasi (haid jarang atau tidak teratur), tanda kelebihan androgen (dari gejala fisik atau hasil pemeriksaan darah), dan gambaran ovarium polikistik pada USG. Dokter juga perlu menyingkirkan kondisi lain yang gejalanya mirip, misalnya gangguan tiroid atau kadar hormon prolaktin yang tinggi. Karena itu, diagnosis tidak bisa ditegakkan hanya dari satu gejala atau satu kali pemeriksaan USG.

Hubungan PCOS dengan Kehamilan

Untuk hamil, tubuh perlu melepaskan sel telur yang siap dibuahi. Pada PCOS, ovulasi bisa terjadi jarang dan tidak bisa ditebak, sehingga peluang terjadinya pembuahan setiap bulan menjadi lebih kecil. Inilah sebabnya banyak perempuan dengan PCOS butuh waktu lebih lama untuk hamil.

Kabar baiknya, PCOS bukan berarti mandul. Sebagian perempuan dengan PCOS tetap berovulasi sesekali dan bisa hamil secara alami. Sebagian lainnya terbantu dengan perubahan gaya hidup atau terapi pemicu ovulasi sesuai anjuran dokter.

Risiko Selama Kehamilan

Setelah hamil, perempuan dengan PCOS perlu pemantauan yang lebih cermat karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami beberapa kondisi, antara lain:

  • Diabetes gestasional atau diabetes yang muncul saat hamil, berkaitan dengan resistensi insulin.
  • Tekanan darah tinggi dalam kehamilan dan preeklamsia.
  • Keguguran pada awal kehamilan.
  • Persalinan prematur atau bayi lahir sebelum waktunya.

Risiko ini bukan berarti pasti terjadi. Dengan pemeriksaan kehamilan rutin, pengendalian berat badan dan gula darah, serta pemantauan tekanan darah, banyak ibu dengan PCOS menjalani kehamilan yang sehat.

Apa yang Bisa Dilakukan?

PCOS tidak bisa “dihilangkan” begitu saja, tetapi gejalanya bisa dikendalikan dan peluang hamil bisa ditingkatkan. Langkah-langkah yang umumnya dianjurkan meliputi:

  • Menjaga berat badan ideal. Bagi yang memiliki berat badan berlebih, penurunan berat badan sedikit saja secara bertahap sering membantu siklus haid menjadi lebih teratur dan ovulasi kembali terjadi.
  • Pola makan seimbang. Perbanyak sayur, buah, protein, dan biji-bijian utuh. Kurangi gula, minuman manis, dan makanan olahan yang memicu lonjakan gula darah.
  • Aktif bergerak. Olahraga teratur, seperti jalan cepat, bersepeda, atau senam, membantu tubuh lebih peka terhadap insulin.
  • Tidur cukup dan kelola stres. Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan hormon.
  • Mencatat siklus haid. Catatan tanggal haid sangat membantu dokter menilai pola ovulasi Anda.
  • Terapi medis sesuai anjuran dokter. Dokter dapat memberikan obat untuk mengatur haid, mengurangi gejala kelebihan androgen, memperbaiki resistensi insulin, atau memicu ovulasi bagi yang sedang program hamil. Jenis terapi disesuaikan dengan kondisi dan tujuan masing-masing pasien, jadi jangan mengonsumsi obat atau suplemen tanpa pemeriksaan.

Bagi yang merencanakan kehamilan, sebaiknya lakukan konsultasi prakonsepsi. Dokter dapat memeriksa gula darah, tekanan darah, dan kondisi umum Anda sebelum hamil, serta menganjurkan asam folat sesuai kebutuhan.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter kandungan bila Anda mengalami:

  • Tidak haid selama tiga bulan atau lebih, padahal tidak hamil.
  • Siklus haid sangat tidak teratur sejak lama.
  • Belum hamil setelah 12 bulan berhubungan rutin tanpa kontrasepsi, atau setelah 6 bulan bila usia Anda 35 tahun ke atas. Bila haid Anda memang tidak teratur, sebaiknya periksa lebih awal.
  • Perdarahan haid sangat banyak atau berlangsung sangat lama.
  • Bulu tumbuh berlebih secara cepat, suara memberat, atau rambut rontok parah dalam waktu singkat.
  • Gejala gula darah tinggi, seperti sering haus, sering buang air kecil, dan mudah lelah.

Jika Anda dengan PCOS sedang hamil, segera ke fasilitas kesehatan bila mengalami perdarahan dari jalan lahir, nyeri perut hebat, sakit kepala berat, pandangan kabur, bengkak mendadak di wajah atau tangan, atau gerakan janin berkurang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah perempuan dengan PCOS bisa hamil secara alami?

Bisa. Sebagian perempuan dengan PCOS tetap berovulasi meski tidak teratur, sehingga kehamilan alami tetap mungkin terjadi. Perbaikan gaya hidup sering membantu ovulasi menjadi lebih teratur. Bila belum berhasil, dokter dapat mempertimbangkan terapi tambahan.

Apakah PCOS sama dengan kista ovarium?

Tidak sama. “Kista” pada PCOS sebenarnya adalah folikel-folikel kecil yang tidak matang, bukan kista yang membesar dan perlu dioperasi. PCOS adalah gangguan hormon, sedangkan kista ovarium adalah kondisi yang berbeda dengan penanganan yang berbeda pula.

Apakah PCOS hanya dialami perempuan gemuk?

Tidak. PCOS juga bisa dialami perempuan dengan berat badan normal atau kurus. Namun, berat badan berlebih dapat memperberat gejala dan resistensi insulin.

Apakah PCOS bisa sembuh total?

PCOS umumnya merupakan kondisi jangka panjang, tetapi gejalanya bisa dikendalikan dengan baik. Dengan gaya hidup sehat dan pemantauan rutin, banyak perempuan dengan PCOS hidup nyaman, memiliki siklus haid lebih teratur, dan berhasil hamil.

Setiap perempuan dengan PCOS memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Jika Anda mengalami haid tidak teratur, gejala yang mengarah ke PCOS, atau sedang merencanakan kehamilan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Pemeriksaan sejak dini membantu Anda mendapatkan penanganan yang sesuai dan mempersiapkan kehamilan yang lebih sehat.


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp