Dokter Kandungan Jepara - Klinik Aqilla Sehat Spesialis Kebidanan dan Kandungan Di Jepara
Kesuburan dan Program Hamil

Pemeriksaan Kesuburan untuk Pasangan: Apa Saja yang Dilakukan

Pemeriksaan Kesuburan untuk Pasangan

Pemeriksaan kesuburan untuk pasangan biasanya terdiri dari wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, tes hormon, USG kandungan, pemeriksaan saluran telur, dan analisis sperma. Tujuannya adalah mencari tahu apa yang mungkin menghambat kehamilan, baik dari pihak istri maupun suami, agar langkah penanganan bisa disesuaikan. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan berdua karena kesuburan adalah urusan bersama, bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak.

Mengapa Pemeriksaan Kesuburan Perlu Dilakukan Berdua?

Banyak pasangan masih beranggapan bahwa sulit hamil selalu disebabkan oleh pihak perempuan. Padahal, menurut pedoman kesehatan reproduksi dari WHO, gangguan kesuburan bisa berasal dari istri, suami, keduanya, atau bahkan tidak ditemukan penyebab yang jelas. Karena itu, memeriksakan kedua pasangan sejak awal membantu menghemat waktu, mengurangi beban emosional, dan membuat gambaran masalah menjadi lebih lengkap.

Secara medis, seseorang dikatakan mengalami infertilitas bila belum hamil setelah 12 bulan berhubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Bagi perempuan berusia 35 tahun ke atas, evaluasi dianjurkan setelah 6 bulan mencoba, karena kesuburan alami cenderung menurun seiring bertambahnya usia.

Penyebab Umum Gangguan Kesuburan

Sebelum membahas jenis pemeriksaannya, ada baiknya memahami hal-hal yang biasanya dicari oleh dokter:

Pada Perempuan

  • Gangguan ovulasi, misalnya pada sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan tiroid, atau kadar hormon prolaktin yang tinggi.
  • Sumbatan atau kerusakan saluran telur (tuba falopi), yang bisa terjadi akibat infeksi panggul sebelumnya atau endometriosis.
  • Kelainan rahim, seperti miom, polip, atau bentuk rahim yang tidak biasa.
  • Endometriosis, yaitu tumbuhnya jaringan mirip lapisan rahim di luar rahim.
  • Penurunan cadangan sel telur, terutama terkait usia.

Pada Laki-laki

  • Masalah jumlah, gerakan, atau bentuk sperma.
  • Varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah di kantong buah zakar.
  • Gangguan hormon yang memengaruhi produksi sperma.
  • Sumbatan saluran sperma atau riwayat infeksi.
  • Faktor gaya hidup, seperti merokok, konsumsi alkohol, berat badan berlebih, dan paparan panas berlebihan di area genital.

Apa Saja Pemeriksaan yang Dilakukan?

1. Wawancara Riwayat Kesehatan (Anamnesis)

Langkah pertama adalah percakapan dengan dokter. Anda berdua akan ditanya mengenai lama mencoba hamil, frekuensi hubungan intim, pola dan keluhan haid, riwayat kehamilan atau keguguran sebelumnya, riwayat operasi, infeksi menular seksual, penyakit kronis, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta kebiasaan seperti merokok dan pola makan. Pertanyaan ini mungkin terasa pribadi, tetapi informasi yang jujur sangat membantu dokter menentukan pemeriksaan yang paling tepat.

2. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan memeriksa tanda-tanda umum seperti berat badan, tekanan darah, pertumbuhan rambut, dan kondisi kelenjar tiroid. Pada perempuan, dapat dilakukan pemeriksaan panggul. Pada laki-laki, pemeriksaan biasanya mencakup organ reproduksi untuk melihat adanya varikokel atau kelainan lain, yang bila perlu akan dirujuk ke dokter spesialis urologi atau andrologi.

3. Pemeriksaan Ovulasi dan Hormon pada Perempuan

Untuk mengetahui apakah ovulasi (pelepasan sel telur) terjadi secara teratur, dokter dapat meminta beberapa tes darah, antara lain:

  • Progesteron pada pertengahan fase akhir siklus untuk memastikan ovulasi telah terjadi.
  • FSH, LH, dan estradiol, biasanya diperiksa di awal siklus haid.
  • AMH (Anti-Müllerian Hormone) untuk memperkirakan cadangan sel telur.
  • Hormon tiroid (TSH) dan prolaktin, karena gangguan keduanya dapat mengganggu ovulasi.

Waktu pengambilan darah sering kali disesuaikan dengan hari siklus haid, jadi catatlah tanggal haid pertama Anda sebelum berkonsultasi.

4. USG Transvaginal

USG melalui vagina memberikan gambaran yang lebih jelas tentang rahim dan indung telur. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi miom, polip, kista, tanda-tanda PCOS, serta menghitung jumlah folikel kecil di indung telur (antral follicle count) sebagai gambaran cadangan sel telur. Prosedurnya umumnya singkat dan tidak menimbulkan nyeri berarti.

5. Pemeriksaan Saluran Telur (HSG)

Histerosalpingografi (HSG) adalah pemeriksaan rontgen dengan memasukkan cairan kontras melalui leher rahim untuk melihat apakah saluran telur terbuka. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan setelah haid selesai dan sebelum perkiraan masa subur. Sebagian perempuan merasakan kram ringan seperti nyeri haid selama prosedur. Sebagai alternatif, ada pula pemeriksaan dengan USG dan cairan khusus (sonohisterografi) sesuai pertimbangan dokter.

6. Analisis Sperma

Ini adalah pemeriksaan utama bagi suami. Sampel sperma diperiksa untuk menilai volume, jumlah, gerakan (motilitas), dan bentuk (morfologi) sperma. Sesuai panduan laboratorium WHO, biasanya dianjurkan tidak berejakulasi selama sekitar 2 hingga 7 hari sebelum pengambilan sampel. Karena kualitas sperma bisa berubah-ubah, dokter mungkin meminta pemeriksaan ulang jika hasil pertama tidak normal.

7. Pemeriksaan Lanjutan Bila Diperlukan

Jika pemeriksaan dasar belum memberikan jawaban, dokter dapat menyarankan:

  • Histeroskopi, yaitu melihat bagian dalam rahim dengan kamera kecil.
  • Laparoskopi, untuk melihat organ panggul secara langsung, misalnya bila dicurigai endometriosis.
  • Tes hormon pada laki-laki atau USG skrotum.
  • Pemeriksaan genetik pada kondisi tertentu.
  • Skrining infeksi dan pemeriksaan kesehatan umum sebelum kehamilan.

Apa yang Bisa Dilakukan Pasangan?

Sambil menjalani pemeriksaan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan bersama untuk mendukung kesehatan reproduksi:

  • Catat siklus haid selama beberapa bulan, termasuk lama haid dan keluhan yang menyertainya.
  • Berhubungan intim secara teratur, misalnya setiap 2 hingga 3 hari, tanpa harus terlalu terpaku pada satu tanggal tertentu.
  • Jaga berat badan ideal melalui pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik rutin.
  • Berhenti merokok dan hindari alkohol, karena keduanya dapat memengaruhi kesuburan perempuan maupun laki-laki.
  • Konsumsi asam folat bagi calon ibu sesuai anjuran tenaga kesehatan, untuk persiapan kehamilan.
  • Kelola stres dan saling mendukung secara emosional. Proses ini bisa melelahkan, jadi penting untuk tetap berkomunikasi dengan terbuka.
  • Bawa catatan dan hasil pemeriksaan lama saat berkonsultasi agar dokter dapat menilai perkembangan dengan lebih baik.

Perlu diingat bahwa produksi sperma membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, sehingga perubahan gaya hidup pada suami umumnya baru terlihat hasilnya setelah beberapa waktu.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter kandungan apabila:

  • Sudah 12 bulan mencoba hamil tanpa hasil (usia istri di bawah 35 tahun).
  • Sudah 6 bulan mencoba tanpa hasil dan usia istri 35 tahun atau lebih; bila usia di atas 40 tahun, sebaiknya segera berkonsultasi.
  • Haid sangat tidak teratur, jarang, atau tidak datang sama sekali.
  • Nyeri haid yang sangat hebat, nyeri saat berhubungan intim, atau nyeri panggul berkepanjangan.
  • Pernah mengalami keguguran berulang.
  • Ada riwayat infeksi panggul, infeksi menular seksual, atau operasi di area perut dan panggul.
  • Suami memiliki riwayat cedera atau operasi pada organ reproduksi, gondongan saat dewasa, benjolan atau pembengkakan pada buah zakar, atau gangguan ereksi dan ejakulasi.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi.

Selain itu, segera cari pertolongan medis bila mengalami nyeri perut hebat, perdarahan banyak dari vagina, atau demam tinggi, terutama setelah menjalani prosedur pemeriksaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pemeriksaan kesuburan terasa sakit?

Sebagian besar pemeriksaan, seperti tes darah, USG, dan analisis sperma, hanya menimbulkan rasa tidak nyaman ringan. HSG dapat menimbulkan kram mirip nyeri haid yang biasanya mereda dalam waktu singkat. Dokter akan menjelaskan cara mengurangi rasa tidak nyaman sebelum prosedur dilakukan.

Apakah suami juga wajib diperiksa meskipun merasa sehat?

Ya, sangat dianjurkan. Gangguan kualitas sperma sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga laki-laki yang merasa sehat tetap bisa memiliki masalah kesuburan. Analisis sperma adalah pemeriksaan yang relatif sederhana dan sangat informatif.

Berapa lama seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung?

Karena beberapa tes harus disesuaikan dengan hari tertentu dalam siklus haid, pemeriksaan dasar umumnya memerlukan waktu sekitar satu hingga dua siklus haid. Lamanya dapat berbeda tergantung kondisi masing-masing pasangan dan kebutuhan pemeriksaan lanjutan.

Jika hasil pemeriksaan normal, mengapa belum juga hamil?

Pada sebagian pasangan, tidak ditemukan penyeb


Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp