Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) adalah program kehamilan berbantu. Sel telur dibuahi oleh sperma di laboratorium, lalu embrio yang terbentuk dipindahkan ke dalam rahim. Prosesnya meliputi pemeriksaan awal, stimulasi indung telur, pengambilan sel telur, pembuahan, pembiakan embrio, transfer embrio, dan tes kehamilan. Persiapan yang baik, baik fisik, mental, maupun finansial, membantu pasangan menjalani program ini dengan lebih tenang.
Apa Itu Bayi Tabung?
Istilah “bayi tabung” sering membuat orang membayangkan bayi tumbuh di dalam tabung. Kenyataannya tidak demikian. Di laboratorium hanya terjadi pembuahan dan perkembangan awal embrio selama beberapa hari. Setelah itu, embrio ditempatkan kembali di rahim ibu. Kehamilan kemudian berkembang secara alami, sama seperti kehamilan pada umumnya.
IVF termasuk dalam kelompok teknologi reproduksi berbantu. Program ini biasanya dipertimbangkan setelah dokter mengevaluasi penyebab sulit hamil dan menilai bahwa cara lain kurang sesuai atau belum berhasil.
Siapa yang Mungkin Membutuhkan Bayi Tabung?
Infertilitas umumnya didefinisikan sebagai belum terjadinya kehamilan setelah 12 bulan berhubungan intim secara teratur tanpa kontrasepsi. Bagi perempuan berusia 35 tahun ke atas, batasnya 6 bulan. Penyebabnya bisa berasal dari pihak perempuan, laki-laki, keduanya, atau tidak ditemukan penyebab yang jelas. Beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan IVF antara lain:
- Gangguan saluran tuba, misalnya tersumbat atau rusak akibat infeksi atau operasi sebelumnya.
- Endometriosis yang memengaruhi kesuburan.
- Gangguan ovulasi, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang tidak membaik dengan terapi lain.
- Masalah sperma, misalnya jumlah sangat sedikit, gerakan lemah, atau bentuk yang tidak normal.
- Cadangan sel telur menurun, yang sering berkaitan dengan bertambahnya usia.
- Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan setelah pemeriksaan lengkap.
- Kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan genetik embrio atau rencana menyimpan sel telur/embrio, misalnya sebelum terapi kanker.
Tahapan Proses Bayi Tabung
Setiap klinik dapat memiliki protokol yang sedikit berbeda, tergantung kondisi pasien. Secara umum, tahapannya sebagai berikut.
1. Konsultasi dan Pemeriksaan Awal
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik pada kedua pasangan. Pemeriksaan penunjang biasanya meliputi USG transvaginal, tes hormon, penilaian cadangan sel telur, evaluasi rahim dan saluran tuba, analisis sperma, serta skrining penyakit menular. Hasilnya menjadi dasar rencana terapi yang paling sesuai.
2. Stimulasi Indung Telur
Pada siklus alami, biasanya hanya satu sel telur yang matang setiap bulan. Dalam program IVF, dokter memberikan obat hormon, umumnya berupa suntikan, agar beberapa folikel berkembang bersamaan. Tahap ini biasanya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu. Selama itu, perkembangan folikel dipantau melalui USG dan tes darah. Jenis dan takaran obat ditentukan oleh dokter sesuai respons tubuh masing-masing.
3. Suntikan Pemicu dan Pengambilan Sel Telur
Setelah folikel dinilai cukup matang, pasien diberikan suntikan pemicu untuk menyempurnakan pematangan sel telur. Sekitar 1,5 hari kemudian, sel telur diambil melalui prosedur ovum pick-up. Prosedur ini menggunakan jarum halus melalui vagina dengan panduan USG dan biasanya dilakukan dengan pembiusan ringan. Waktunya relatif singkat, dan pasien umumnya bisa pulang pada hari yang sama.
4. Pembuahan di Laboratorium
Pada hari yang sama, pasangan laki-laki memberikan sampel sperma. Sampel ini kemudian diproses untuk memilih sperma yang baik. Pembuahan bisa dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma dalam satu wadah. Pilihan lainnya adalah ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection), yaitu menyuntikkan satu sperma langsung ke dalam sel telur. ICSI sering dipilih bila terdapat masalah pada sperma.
5. Pembiakan Embrio
Sel telur yang berhasil dibuahi berkembang menjadi embrio dan dipantau selama beberapa hari, umumnya 3 sampai 5 hari. Embrio yang mencapai hari kelima disebut blastokista. Embrio yang belum ditransfer dapat dibekukan untuk digunakan di siklus berikutnya bila diperlukan.
6. Transfer Embrio
Embrio dimasukkan ke dalam rahim menggunakan kateter tipis melalui leher rahim. Prosedur ini biasanya tidak memerlukan pembiusan dan terasa mirip pemeriksaan pap smear. Jumlah embrio yang ditransfer ditentukan dengan cermat untuk mengurangi risiko kehamilan kembar. Setelah transfer, dokter biasanya memberikan obat penunjang untuk membantu menyiapkan lapisan rahim.
7. Tes Kehamilan
Sekitar dua minggu setelah transfer, dilakukan tes darah untuk mengukur hormon hCG. Masa menunggu ini sering terasa paling menegangkan. Sebaiknya hindari tes kehamilan di rumah terlalu dini karena hasilnya bisa membingungkan.
Persiapan Sebelum Menjalani Bayi Tabung
Ada beberapa hal yang bisa Anda dan pasangan lakukan agar lebih siap.
Persiapan Fisik
- Jaga berat badan ideal. Berat badan berlebih maupun terlalu kurus dapat memengaruhi kesuburan dan respons terhadap terapi.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayur, buah, protein, dan biji-bijian utuh. Tanyakan kepada dokter mengenai suplemen asam folat yang dianjurkan sebelum hamil.
- Berhenti merokok dan hindari alkohol, baik untuk perempuan maupun laki-laki.
- Batasi kafein dan cukupi waktu tidur.
- Olahraga teratur dengan intensitas sedang, misalnya jalan kaki atau berenang santai.
- Kendalikan penyakit yang sudah ada, seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan tiroid.
- Informasikan semua obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi, termasuk jamu atau herbal.
Persiapan Mental dan Emosional
Program bayi tabung bisa menguras emosi. Ada harapan, kecemasan, dan kemungkinan kekecewaan bila hasilnya belum sesuai keinginan. Bicarakan perasaan secara terbuka dengan pasangan. Bila perlu, carilah dukungan dari konselor atau psikolog. Ingatlah bahwa keberhasilan IVF dipengaruhi banyak faktor, terutama usia dan kualitas sel telur. Beberapa pasangan membutuhkan lebih dari satu siklus.
Persiapan Finansial dan Administratif
Biaya program IVF cukup besar dan dapat berbeda-beda tergantung pemeriksaan, obat, serta tindakan tambahan. Tanyakan rincian biaya sejak awal dan diskusikan kemungkinan siklus berulang. Siapkan juga dokumen yang diperlukan, seperti identitas dan buku nikah, karena program ini di Indonesia diatur untuk pasangan suami istri yang sah.
Persiapan Pasangan Laki-laki
Peran suami sama pentingnya. Kualitas sperma dapat dipengaruhi oleh gaya hidup, sehingga pola makan sehat, berhenti merokok, dan mengelola stres juga perlu diterapkan oleh suami.
Risiko yang Perlu Diketahui
IVF umumnya merupakan prosedur yang aman, tetapi tetap memiliki risiko, antara lain:
- Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), yaitu reaksi berlebihan indung telur terhadap obat hormon.
- Kehamilan kembar, terutama bila lebih dari satu embrio ditransfer.
- Kehamilan ektopik, yaitu kehamilan di luar rahim.
- Perdarahan, infeksi, atau cedera organ sekitar akibat pengambilan sel telur, meskipun jarang terjadi.
- Kelelahan emosional dan stres.
Kapan Harus ke Dokter
Segera hubungi dokter atau datang ke unit gawat darurat bila Anda mengalami gejala berikut selama atau setelah program:
- Nyeri perut hebat atau perut terasa sangat kembung dan membesar dengan cepat.
- Berat badan naik drastis dalam beberapa hari.
- Sesak napas atau nyeri dada.
- Mual dan muntah berat sehingga sulit makan atau minum.
- Jumlah urine berkurang jauh atau urine berwarna sangat pekat.
- Perdarahan dari vagina yang banyak, terutama bila disertai gumpalan.
- Demam, menggigil, atau keputihan berbau setelah tindakan.
- Nyeri di salah satu sisi perut bawah disertai flek, pusing, atau pingsan.
Selain itu, pertimbangkan berkonsultasi soal kesuburan bila Anda belum hamil setelah 12 bulan mencoba, atau setelah 6 bulan bila usia Anda 35 tahun ke atas. Konsultasi juga sebaiknya dilakukan lebih awal bila memiliki haid yang sangat tidak teratur atau riwayat masalah reproduksi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah proses bayi tabung terasa sakit?
Suntikan hormon dapat menimbulkan rasa tidak nyaman ringan di area suntikan. Pengambilan sel telur dilakukan dengan pembiusan, sehingga umumnya tidak terasa saat tindakan. Setelahnya bisa muncul kram atau nyeri ringan selama beberapa hari. Transfer embrio biasanya hanya terasa sedikit tidak nyaman.
Apakah bayi tabung pasti berhasil dalam satu kali percobaan?
Tidak ada jaminan berhasil pada percobaan pertama. Peluang keberhasilan dipengaruhi usia, kualitas sel telur dan sperma, kondisi rahim, serta faktor kesehatan lain. Dokter akan menjelaskan perkiraan peluang sesuai kondisi Anda.
Apakah harus bed rest total setelah transfer embrio?
Pada umumnya tidak perlu berbaring terus-menerus. Aktivitas ringan sehari-hari biasanya diperbolehkan. Meski begitu, ikuti anjuran khusus dari dokter Anda, misalnya men
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan dari dokter. Bila Anda mengalami keluhan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Baca juga Disclaimer Medis kami.
