Kista Bartholin adalah benjolan berisi cairan di salah satu sisi mulut vagina yang muncul karena saluran kelenjar Bartholin tersumbat. Kista ini umumnya jinak dan sering tidak nyeri. Jika terinfeksi, kista dapat berubah menjadi abses yang nyeri dan perlu diperiksa dokter. Jangan memencet atau menusuk benjolan sendiri.
Menemukan benjolan di area kewanitaan sering membuat cemas dan malu bertanya. Artikel ini menjelaskan kista Bartholin berdasarkan sumber kesehatan resmi, dari penyebab sampai pilihan tindakan medis.
Apa itu kelenjar dan kista Bartholin?
Kelenjar Bartholin adalah dua kelenjar kecil sebesar kacang (sekitar 0,5 cm) yang terletak di sisi kiri dan kanan bagian bawah mulut vagina. Menurut StatPearls, posisinya kira-kira di arah jam 4 dan jam 8. Kelenjar ini menghasilkan lendir yang membantu menjaga kelembapan vulva dan vagina. Dalam keadaan normal, kelenjar ini tidak teraba.
Bila saluran keluarnya tersumbat, cairan menumpuk sehingga terbentuk kista. Kista Bartholin bukan kista ovarium, yang tumbuh di indung telur di dalam rongga panggul. Baca selengkapnya di kista ovarium: gejala dan penanganan.
Seberapa sering terjadi?
Kista dan abses Bartholin cukup umum. Tinjauan Long dkk. (2021) dan tinjauan sistematis Illingworth dkk. menyebut kondisi ini dialami sekitar 2–3 dari 100 perempuan. NHS menyebut kista Bartholin biasanya terjadi pada usia 20–50 tahun, sedangkan artikel Kemenkes menyebut paling sering pada usia 20–30 tahun. Kista ini jarang muncul setelah menopause karena kelenjar Bartholin sudah mengecil.
Penyebab dan faktor risiko
Menurut NHS, sering kali tidak diketahui mengapa saluran kelenjar tersumbat. StatPearls dan Kemenkes menyebut beberapa keadaan yang dapat berperan, antara lain:
- cedera atau iritasi berulang di area vulva,
- persalinan atau robekan dan sayatan jalan lahir (episiotomi). Baca episiotomi dan perawatan luka jahitan,
- riwayat operasi di area vulva atau vagina.
Abses terjadi bila cairan di dalam kelenjar atau kista terinfeksi kuman. StatPearls menjelaskan bahwa kuman penyebabnya biasanya berasal dari flora normal vagina, misalnya E. coli, Staphylococcus, dan Streptococcus. NHS menyebut abses kadang juga dapat disebabkan infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore atau klamidia.
Penting ditegaskan: kista Bartholin tidak sama dengan penyakit kelamin, dan tidak muncul semata-mata karena kurang menjaga kebersihan. IMS hanyalah salah satu kemungkinan penyebab abses, sehingga dokter mungkin menawarkan pemeriksaan bila ada risikonya.
Gejala: kista atau abses?
Gejala kista Bartholin
Menurut NHS, gejala utamanya adalah benjolan lunak di satu sisi dekat mulut vagina. Ukurannya bervariasi, dari sebesar kacang polong sampai sebesar bola golf. Kista kecil sering tidak menimbulkan keluhan dan kadang baru ketahuan saat pemeriksaan rutin seperti pap smear atau IVA. Kista yang lebih besar dapat terasa tidak nyaman saat berjalan, duduk, atau berhubungan seksual, dan salah satu bibir vagina tampak lebih besar.
Gejala abses Bartholin
Abses biasanya muncul atau membesar dengan cepat dalam beberapa hari (MedlinePlus). Tandanya antara lain:
- nyeri hebat di sekitar benjolan, terutama saat duduk atau berjalan,
- benjolan merah, bengkak, dan terasa hangat,
- keluar nanah atau cairan berbau,
- badan tidak enak atau demam.
| Ciri | Kista | Abses |
|---|---|---|
| Rasa nyeri | Sering tidak nyeri | Nyeri, bisa sangat nyeri |
| Kecepatan muncul | Perlahan | Cepat, dalam hitungan hari |
| Kulit di atasnya | Umumnya normal | Merah, bengkak, hangat |
| Nanah atau demam | Tidak ada | Bisa ada |
Benjolan lain di area kewanitaan yang mirip
Tidak semua benjolan di vagina adalah kista Bartholin. Beberapa kondisi lain dapat terlihat mirip, misalnya:
- organ panggul yang turun sehingga menonjol di mulut vagina. Baca prolaps organ panggul,
- kista kulit, bisul, atau radang folikel rambut,
- kutil kelamin atau luka akibat infeksi tertentu.
Kanker kelenjar Bartholin sangat jarang. Namun, StatPearls menyebut benjolan di area kelenjar Bartholin pada perempuan di atas 40 tahun atau setelah menopause perlu dievaluasi lebih lanjut. Karena itu, NHS menganjurkan agar setiap benjolan baru di sekitar vagina diperiksakan ke dokter.
Bagaimana dokter mendiagnosis?
Umumnya diagnosis cukup ditegakkan dengan tanya jawab dan pemeriksaan fisik area kewanitaan. Bila diperlukan, dokter dapat:
- mengambil contoh nanah atau cairan untuk diperiksa di laboratorium,
- menawarkan tes IMS bila ada risiko,
- mengambil contoh jaringan (biopsi), terutama bila usia di atas 40 tahun, benjolan tidak khas, atau kambuh setelah menopause (StatPearls).
NHS menyebut pasien boleh meminta pendamping, misalnya keluarga atau perawat, saat diperiksa. Bila masih ragu kapan perlu datang, baca kapan perlu periksa ke dokter kandungan.
Bisakah sembuh sendiri? Perawatan di rumah yang aman
Bisa. Menurut NHS, Kemenkes, dan StatPearls, kista kecil tanpa keluhan sering tidak memerlukan tindakan dan dapat mengecil sendiri. Untuk meredakan rasa tidak nyaman, langkah berikut dapat dilakukan:
- Berendam air hangat (sitz bath) setinggi panggul beberapa kali sehari selama 3–4 hari (NHS; Kemenkes).
- Kompres hangat: kain atau kapas yang dibasahi air hangat ditempelkan perlahan pada benjolan.
- Pereda nyeri yang dijual bebas sesuai aturan pakai. Ibu hamil atau menyusui sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter atau apoteker sebelum minum obat apa pun.
Jangan memencet, menusuk dengan jarum, atau menyayat benjolan sendiri. NHS mengingatkan tindakan ini dapat menyebabkan infeksi.
Ramuan herbal, pasta gigi, atau bahan lain yang dioleskan atau dimasukkan ke vagina belum terbukti mengobati kista Bartholin dan berisiko menimbulkan iritasi. Sebaiknya tidak digunakan.
Pengobatan medis dan pilihan tindakan
Penanganan disesuaikan dengan ukuran benjolan, keluhan, usia, dan riwayat kambuh (StatPearls). Pilihan tindakan merupakan keputusan dokter berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Antibiotik
Dokter dapat memberikan antibiotik bila ada abses, infeksi yang menyebar ke kulit sekitar, gejala ke seluruh tubuh seperti demam, atau IMS (NHS; Kemenkes; Long dkk.). Jenis obat dan lama pemakaian ditentukan dokter. Jangan membeli antibiotik sendiri.
Pemasangan kateter balon (kateter Word)
Dokter membuat sayatan kecil, lalu memasukkan selang kecil berujung balon ke dalam kista. Selang dibiarkan beberapa minggu agar terbentuk saluran baru. NHS menyebut kateter biasanya terpasang sekitar 4 minggu. Tindakan ini umumnya dapat dilakukan dengan bius lokal. NICE juga memiliki panduan prosedur khusus tentang pemasangan kateter balon untuk kista atau abses Bartholin.
Marsupialisasi
Kista dibuka, lalu tepi dindingnya dijahit ke kulit sekitarnya agar tetap terbuka dan cairan bisa terus keluar (MedlinePlus; Kemenkes). Prosedur ini dapat dilakukan dengan bius lokal atau di kamar operasi, tergantung kondisi.
Pengangkatan kelenjar
Pengangkatan seluruh kelenjar umumnya dipertimbangkan bila abses terus kambuh dan cara lain tidak berhasil (MedlinePlus; Kemenkes).
Tinjauan ilmiah menyebut sayatan untuk mengeluarkan cairan saja, tanpa kateter atau tindakan lanjutan, sering kambuh, dan belum ada satu tindakan yang terbukti paling unggul untuk semua pasien (Illingworth dkk.; StatPearls). Diskusikan pilihan, manfaat, dan risikonya dengan dokter kandungan Anda.
Pemulihan setelah tindakan dan risiko kambuh
Setelah tindakan, dokter biasanya menganjurkan:
- mulai berendam air hangat 1–2 hari setelah tindakan (MedlinePlus),
- menjaga area tetap bersih sesuai anjuran dokter,
- memakai pembalut selama masih ada cairan yang keluar (Kemenkes),
- menunda hubungan seksual sesuai saran dokter, misalnya sampai kateter dilepas atau luka sembuh (MedlinePlus).
Kista atau abses bisa kambuh walaupun sudah ditangani. Tinjauan Long dan kawan-kawan (2021) menyebut angka kekambuhan setelah tindakan pembuatan saluran atau penghancuran dinding kista berkisar 2,7–17,4%, sehingga sebagian pasien mungkin memerlukan tindakan lanjutan. Tidak ada tindakan yang bisa menjamin kista tidak muncul lagi.
Kista Bartholin saat hamil
Kista atau abses Bartholin dapat juga muncul saat hamil. Menurut StatPearls, abses pada ibu hamil ditangani dengan cara yang pada dasarnya sama dengan perempuan yang tidak hamil, kecuali pengangkatan kelenjar yang sebaiknya dihindari bila memungkinkan karena risiko perdarahan lebih tinggi. Tinjauan Long dan kawan-kawan (2021) juga menekankan bahwa abses saat hamil perlu segera ditangani untuk mencegah infeksi berat.
Adanya kista Bartholin tidak otomatis berarti harus caesar, tetapi juga tidak menjamin pasti bisa lahir normal. Cara persalinan diputuskan bersama dokter kandungan berdasarkan kondisi Anda. Sampaikan temuan benjolan saat pemeriksaan kehamilan (ANC), dan konsultasikan dulu sebelum minum obat pereda nyeri. Untuk keluhan cairan vagina saat hamil, baca keputihan saat hamil.
Bisakah dicegah?
Karena penyebabnya sering tidak jelas, kista Bartholin tidak selalu bisa dicegah. StatPearls dan Kemenkes menyebut beberapa kebiasaan yang dapat membantu menurunkan risiko iritasi dan infeksi:
- membersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang,
- menghindari sabun keras dan membilas bagian dalam vagina (douching),
- memakai celana dalam katun yang tidak terlalu ketat,
- berhubungan seksual yang aman, termasuk memakai kondom, untuk menurunkan risiko IMS,
- segera periksa bila mulai muncul bengkak atau nyeri.
Baca juga infeksi vagina: jenis dan pencegahan serta keputihan normal dan tidak normal.
Kapan harus segera ke dokter atau IGD?
Segera ke fasilitas kesehatan bila ada benjolan di sekitar vagina disertai:
- benjolan makin besar dan makin nyeri dalam hitungan jam atau hari,
- ada nanah di dalam atau keluar dari benjolan,
- demam (suhu di atas 38°C), menggigil, atau badan terasa tidak enak,
- benjolan merah, bengkak, panas, dan sangat nyeri saat disentuh,
- nyeri hebat hingga sulit duduk, berjalan, atau buang air kecil,
- keluhan tidak membaik setelah 2–3 hari perawatan di rumah (MedlinePlus).
Benjolan baru pada usia di atas 40 tahun atau setelah menopause tetap perlu diperiksakan walaupun tidak nyeri.
FAQ seputar kista Bartholin
Apakah kista Bartholin bisa sembuh sendiri?
Bisa. Kista kecil tanpa keluhan sering mengecil sendiri tanpa tindakan. Berendam air hangat dapat membantu. Namun, kista bisa muncul lagi, dan benjolan yang makin nyeri atau bernanah perlu diperiksa dokter.
Kista Bartholin pecah sendiri dan keluar nanah, harus bagaimana?
Menurut NHS, kista yang pecah sendiri tidak masalah dan biasanya membuat nyeri berkurang. Jaga area tetap bersih dan kering. Tetap periksakan diri bila nyeri berlanjut, ada demam, atau benjolan tidak mengecil.
Bolehkah kista Bartholin dipencet atau ditusuk sendiri?
Tidak boleh. Memencet, menusuk, atau menyayat sendiri dapat memasukkan kuman dan memicu infeksi. Bila benjolan perlu dikeluarkan cairannya, hal itu dilakukan dokter dengan alat steril.
Apakah kista Bartholin termasuk penyakit kelamin dan menular?
Tidak. Kista Bartholin adalah sumbatan saluran kelenjar, bukan penyakit menular seksual. IMS hanya salah satu kemungkinan penyebab abses, sehingga dokter dapat menawarkan pemeriksaan bila ada risikonya.
Apakah kista Bartholin bisa kambuh setelah operasi?
Bisa, walaupun tidak pada semua orang. Bila kambuh, dokter dapat mempertimbangkan tindakan lanjutan.
Apakah kista Bartholin berbahaya saat hamil?
Kista kecil tanpa keluhan umumnya cukup dipantau. Abses saat hamil perlu segera diperiksa dokter. Penanganannya pada dasarnya sama dengan tidak hamil, dan cara persalinan diputuskan bersama dokter kandungan.
Kesimpulan
Kista Bartholin umumnya jinak, bukan penyakit kelamin, dan kista kecil sering membaik dengan berendam air hangat. Jangan memencet atau menusuknya sendiri. Benjolan yang cepat membesar, sangat nyeri, bernanah, disertai demam, atau muncul pada usia di atas 40 tahun perlu diperiksa. Pilihan tindakan ditentukan dokter sesuai kondisi Anda. Jika Anda berada di Jepara, lihat jadwal praktik dokter kandungan di Jepara.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau saran pengobatan dari dokter. Penggunaan obat serta pilihan tindakan medis harus ditentukan oleh tenaga kesehatan yang menangani Anda. Baca juga Disclaimer Medis kami.
Referensi
- Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (Tim Promkes RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro). Cegah Kista Bartholin. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2758/cegah-kista-bartholin (diakses 19 Oktober 2026).
- NHS (UK). Bartholin’s cyst. https://www.nhs.uk/conditions/bartholins-cyst/ (diakses 19 Oktober 2026).
- MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine). Bartholin cyst or abscess. https://medlineplus.gov/ency/article/001489.htm (diakses 19 Oktober 2026).
- National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Balloon catheter insertion for Bartholin’s cyst or abscess (IPG323) (kini HTG204). https://www.nice.org.uk/guidance/ipg323 (diakses 19 Oktober 2026).
- Carlson K, Wittler M. Bartholin Gland Cyst. StatPearls, NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532271/ (diakses 19 Oktober 2026).
- Long N, Morris L, Foster K. Bartholin Gland Abscess Diagnosis and Office Management. Prim Care 2021;48(4):569–582. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34752270/ (diakses 19 Oktober 2026).
- Illingworth BJG, et al. Evaluation of treatments for Bartholin’s cyst or abscess: a systematic review. BJOG 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31876985/ (diakses 19 Oktober 2026).
- Wechter ME, et al. Management of Bartholin duct cysts and abscesses: a systematic review (ringkasan DARE). NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK76813/ (diakses 19 Oktober 2026).





