Langsung ke konten

Dokter Kandungan Jepara · Klinik Aqilla Sehat, Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Jepara

dr. Muhammad Faesol, MMR, Sp.OG

Kehamilan

Air Ketuban Sedikit (Oligohidramnion): Penyebab, Bahaya, dan Penanganannya

Air Ketuban Sedikit (Oligohidramnion): Penyebab dan Penanganan

Air ketuban sedikit atau oligohidramnion adalah kondisi ketika jumlah cairan ketuban lebih sedikit dari yang diharapkan untuk usia kehamilan. Kondisi ini dipastikan lewat USG, bukan dari perasaan ibu. Penanganannya bergantung pada penyebab, usia kehamilan, dan kondisi janin. Banyak kasus cukup dipantau lebih ketat, sementara sebagian lainnya memerlukan tindakan.

Kalimat “ketubannya agak kurang, Bu” saat USG bisa langsung membuat cemas. Banyak ibu kemudian mencari cara menambah air ketuban di internet dan menemukan saran minum air sebanyak-banyaknya atau makanan tertentu. Artikel ini menjelaskan arti hasil USG tersebut, penyebab yang mungkin, pemeriksaan lanjutan yang biasanya dilakukan, dan apa yang sebenarnya diketahui tentang “menambah air ketuban”.

Apa fungsi air ketuban?

Air ketuban adalah cairan di dalam kantung ketuban yang mengelilingi janin. Cairan ini berfungsi sebagai bantalan yang melindungi janin dari benturan, memberi ruang bagi janin untuk bergerak, membantu perkembangan paru-paru dan otot, serta mengurangi kemungkinan tali pusat tertekan. Sejak pertengahan kehamilan, sebagian besar air ketuban berasal dari urine janin. Karena itu, jumlah air ketuban juga memberi gambaran tentang kondisi janin dan aliran darah dari plasenta.

Apa itu oligohidramnion dan bagaimana dokter mengukurnya?

Menurut ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologists) dalam Practice Bulletin No. 175, oligohidramnion adalah volume cairan ketuban yang berkurang dibandingkan usia kehamilan. Pengukurannya dilakukan saat USG kehamilan. USG merupakan bagian dari pemeriksaan kehamilan (antenatal care) yang dianjurkan WHO, dan menurut Kementerian Kesehatan, USG kehamilan standar dapat mencakup penilaian volume cairan ketuban.

AFI dan SDP: dua cara mengukur air ketuban

Ada dua cara pengukuran yang umum dipakai:

  • SDP (single deepest pocket) atau kantong terdalam: dokter mencari satu kantong cairan ketuban terdalam yang tidak berisi bagian tubuh janin atau tali pusat, lalu mengukur kedalamannya.
  • AFI (amniotic fluid index) atau indeks cairan ketuban: rahim dibagi menjadi empat bagian. Kantong terdalam di setiap bagian diukur, lalu hasilnya dijumlahkan.

ACOG menyebut oligohidramnion dapat digambarkan dengan beberapa cara, antara lain tidak ditemukannya kantong vertikal setidaknya 2 cm, atau AFI kurang dari 5 cm. ACOG juga menyatakan bahwa bukti terbaik mendukung metode kantong terdalam karena lebih sedikit menimbulkan intervensi tanpa memperburuk luaran bayi. Petunjuk teknis USG Kementerian Kesehatan RI untuk dokter umum juga memakai SDP dan menyebut nilai normalnya 2–8 cm.

Angka-angka ini adalah pedoman bagi tenaga kesehatan. Hasil USG perlu dibaca bersama kondisi kehamilan secara keseluruhan, bukan dibandingkan sendiri dengan angka di internet.

Kenapa hasil bisa berbeda antar-USG?

Ukuran kantong ketuban dapat dipengaruhi posisi janin, letak tali pusat, tekanan alat USG, dan cara pemeriksa mengukur. Karena itu, wajar bila dokter meminta USG ulang atau pemeriksaan lanjutan sebelum mengambil keputusan.

Ciri-ciri: apakah air ketuban sedikit bisa dirasakan?

Sering kali tidak. Banyak ibu baru mengetahuinya saat kontrol rutin. Beberapa petunjuk yang dapat membuat dokter atau bidan curiga antara lain:

  • ukuran perut atau tinggi rahim lebih kecil dari perkiraan usia kehamilan. Petunjuk teknis USG Kemenkes mencantumkan oligohidramnion sebagai salah satu kemungkinan penyebabnya, bersama perhitungan HPHT yang keliru, pertumbuhan janin terhambat, dan ketuban pecah dini;
  • gerakan janin terasa berkurang. Pelajari cara memantaunya di artikel gerakan janin normal dan cara menghitungnya;
  • ada cairan yang merembes dari vagina. Kondisi ini perlu dicurigai sebagai ketuban pecah dan harus segera diperiksa.

Beda air ketuban sedikit dan ketuban pecah dini

Kedua kondisi ini berbeda, meski bisa saling berkaitan. Air ketuban sedikit adalah hasil pengukuran USG yang menunjukkan cairan di dalam kantung lebih sedikit dari seharusnya, sedangkan selaput ketuban bisa saja masih utuh. Ketuban pecah dini (KPD) adalah robeknya selaput ketuban sebelum persalinan. Menurut Kementerian Kesehatan, KPD biasanya ditandai keluarnya cairan dari vagina. KPD dapat menjadi salah satu penyebab air ketuban berkurang. Bila Anda merasa ada cairan merembes, segera ke fasilitas kesehatan tanpa menunggu jadwal kontrol.

Penyebab air ketuban sedikit

ACOG menyebut oligohidramnion berkaitan dengan beberapa kondisi berikut:

Selain itu, beberapa obat tertentu, termasuk sebagian obat darah tinggi dan obat antinyeri, dapat memengaruhi jumlah air ketuban. Jangan menghentikan atau mengganti obat sendiri. Sampaikan semua obat yang Anda konsumsi kepada dokter agar dapat dinilai. Pada sebagian ibu, penyebabnya tidak ditemukan.

Apakah air ketuban sedikit berbahaya?

Risikonya sangat bergantung pada kapan kondisi ini ditemukan dan apa penyebabnya.

  • Trimester kedua: kondisi ini umumnya lebih serius karena air ketuban berperan dalam perkembangan paru-paru janin dan bisa berkaitan dengan kelainan bawaan. Dokter dapat merujuk ke dokter konsultan fetomaternal untuk pemeriksaan lebih rinci.
  • Trimester ketiga: air ketuban yang sedikit dapat membuat tali pusat lebih mudah tertekan dan meningkatkan kemungkinan gawat janin saat persalinan. Tinjauan Cochrane juga menyebut kaitannya dengan posisi janin yang tidak ideal, misalnya sungsang. ACOG mencatat bahwa oligohidramnion berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan dan kematian pada bayi di sekitar persalinan.

Namun, “berisiko” tidak berarti pasti terjadi masalah. Banyak ibu dengan air ketuban sedikit, terutama bila janin tumbuh baik dan tidak ada penyakit lain, menjalani pemantauan dan melahirkan bayi yang sehat. Informasi lain tentang masa akhir kehamilan dapat dibaca di trimester ketiga: yang perlu diketahui.

Pemeriksaan lanjutan yang biasanya dilakukan

Untuk menilai penyebab dan kondisi janin, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut sesuai kebutuhan:

  • USG ulang untuk memastikan jumlah air ketuban,
  • penilaian pertumbuhan janin (biometri) dan pemeriksaan anatomi,
  • USG Doppler untuk menilai aliran darah plasenta dan janin,
  • rekaman denyut jantung janin (CTG/NST),
  • pemeriksaan tekanan darah dan urine ibu,
  • pemeriksaan untuk memastikan apakah ketuban merembes.

Penanganan oligohidramnion

Tidak ada satu penanganan yang sama untuk semua ibu. Dokter akan menyesuaikannya dengan penyebab, usia kehamilan, dan hasil pemeriksaan janin.

Pemantauan berkala

Bila air ketuban sedikit tanpa masalah lain, misalnya janin tumbuh baik dan ibu tidak memiliki hipertensi, dokter sering memilih pemantauan dengan jadwal kontrol yang lebih rapat. Ibu juga diminta memperhatikan gerakan janin setiap hari.

Mengatasi penyebabnya

Bila ditemukan penyebab seperti hipertensi, preeklampsia, ketuban pecah, atau gangguan pertumbuhan janin, penanganan difokuskan pada kondisi tersebut sesuai pedoman yang berlaku.

Kapan bayi perlu dilahirkan?

Keputusan waktu persalinan adalah keputusan dokter berdasarkan kondisi ibu dan janin. ACOG bersama Society for Maternal-Fetal Medicine (Committee Opinion No. 831) menekankan bahwa waktu persalinan pada komplikasi kehamilan perlu menimbang risiko bayi lahir lebih awal dibanding risiko bila kehamilan dilanjutkan, dan diputuskan secara individual. Secara umum, pertimbangannya meliputi usia kehamilan, ada tidaknya penyebab lain, hasil CTG dan Doppler, serta pertumbuhan janin. Bila diperlukan, persalinan dapat dimulai dengan induksi persalinan.

Apakah harus caesar?

Tidak otomatis. Air ketuban sedikit tidak selalu berarti harus operasi caesar. Cara persalinan ditentukan oleh kondisi janin selama pemantauan dan persalinan, posisi janin, serta faktor lain. Sebagian ibu dapat melahirkan normal, sementara sebagian lainnya memerlukan caesar bila muncul tanda gawat janin atau kondisi lain. Baca juga penyebab persalinan caesar.

Amnioinfusi

Amnioinfusi adalah tindakan memasukkan cairan ke dalam rahim di rumah sakit. Tindakan ini hanya dipertimbangkan dokter pada situasi tertentu dan bukan penanganan rutin untuk semua kasus air ketuban sedikit.

Benarkah banyak minum bisa menambah air ketuban?

Inilah pertanyaan yang paling sering muncul. Tinjauan Cochrane oleh Hofmeyr dan Gülmezoglu menemukan bahwa dalam beberapa studi kecil, ibu yang diberi tambahan cairan mengalami kenaikan indeks air ketuban saat USG diulang dalam waktu singkat. Namun, studi-studi tersebut tidak menilai apakah hasil kehamilan atau kondisi bayi menjadi lebih baik. Penulis tinjauan menyimpulkan bahwa belum ada bukti yang mendukung penggunaan hidrasi ibu sebagai penanganan rutin.

Artinya:

  • Minum cukup selama hamil tetap baik, dan dehidrasi sebaiknya dihindari.
  • Kenaikan angka setelah banyak minum belum tentu berarti masalah utamanya sudah teratasi, terutama bila penyebabnya berasal dari plasenta, ketuban yang merembes, atau kondisi janin.
  • Makanan atau minuman yang sering disebut “penambah ketuban” belum terbukti dapat menggantikan pemeriksaan dan pemantauan medis.
  • Jumlah cairan yang tepat untuk Anda sebaiknya ditanyakan kepada dokter, terutama bila Anda memiliki penyakit jantung, ginjal, atau preeklampsia.

Bila Anda sulit minum karena mual atau muntah berat, baca mual muntah saat hamil dan hiperemesis dan sampaikan keluhan tersebut kepada tenaga kesehatan.

Kapan harus segera ke rumah sakit?

Kementerian Kesehatan mencantumkan beberapa tanda bahaya kehamilan yang perlu segera diperiksakan. Datanglah ke fasilitas kesehatan terdekat atau IGD bila mengalami:

  • cairan keluar atau merembes dari vagina,
  • gerakan janin berkurang atau tidak terasa,
  • perdarahan dari vagina,
  • bengkak disertai sakit kepala, pandangan kabur, nyeri ulu hati, atau kejang, yang dapat menjadi tanda preeklampsia,
  • demam.

Selain itu, segera periksa bila ada kontraksi teratur sebelum waktunya.

FAQ seputar air ketuban sedikit

Apakah minum air putih bisa menambah air ketuban?

Dalam studi kecil, menambah asupan cairan dapat menaikkan indeks air ketuban untuk sementara. Namun, belum terbukti memperbaiki kondisi bayi. Minum cukup tetap dianjurkan, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan penyebab dan pemantauan oleh dokter.

Air ketuban kurang padahal sudah banyak minum, kenapa?

Karena air ketuban sedikit tidak selalu disebabkan kurang minum. Penyebabnya bisa berupa fungsi plasenta yang kurang optimal, ketuban merembes, kehamilan lewat bulan, atau kondisi janin. Itulah sebabnya dokter mencari penyebabnya, bukan hanya melihat angkanya.

Air ketuban sedikit apakah harus caesar?

Tidak otomatis. Cara persalinan ditentukan berdasarkan kondisi janin, posisi janin, dan perkembangan persalinan. Diskusikan rencana persalinan dengan dokter Anda.

Air ketuban sedikit apakah bisa lahir normal?

Bisa, pada sebagian ibu, terutama bila kondisi janin baik selama pemantauan. Namun, tidak ada jaminan untuk setiap kehamilan. Dokter dapat menyarankan induksi atau caesar bila kondisi ibu atau janin membutuhkan.

Air ketuban sedikit di usia 36–37 minggu harus bagaimana?

Ikuti jadwal kontrol dan pemeriksaan yang dianjurkan dokter, seperti USG ulang, CTG, atau Doppler, serta pantau gerakan janin setiap hari. Pada usia kehamilan ini, dokter akan menimbang apakah kehamilan aman untuk dilanjutkan dengan pemantauan atau sebaiknya bayi dilahirkan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Apa bedanya air ketuban sedikit dengan ketuban rembes?

Air ketuban sedikit adalah temuan USG berupa jumlah cairan yang kurang. Ketuban rembes atau pecah berarti selaput ketuban robek sehingga cairan keluar dari vagina. Ketuban rembes dapat menyebabkan air ketuban berkurang. Bila ada cairan keluar, segera periksakan diri.

Kesimpulan

Air ketuban sedikit atau oligohidramnion adalah temuan USG yang perlu ditindaklanjuti dengan tenang. Hal terpenting bukan hanya angka AFI atau SDP, tetapi juga penyebabnya, usia kehamilan, dan kondisi janin. Banyak kasus cukup dipantau ketat. Keputusan tentang waktu dan cara persalinan dibuat dokter berdasarkan hasil pemeriksaan. Minum cukup tetap baik, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan. Jika Anda berada di Jepara dan ingin memeriksakan kehamilan, lihat jadwal praktik dokter kandungan di Jepara.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau saran pengobatan dari dokter maupun bidan. Penilaian air ketuban, penanganan, serta waktu dan cara persalinan harus ditentukan oleh tenaga kesehatan yang menangani Anda. Baca juga Disclaimer Medis kami.

Referensi

Butuh arahan lebih lanjut?

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Reservasi via WhatsApp