Analisis sperma menilai volume air mani, jumlah dan konsentrasi sperma, gerakan (motilitas), bentuk (morfologi), serta persentase sperma yang hidup. Hasilnya dibandingkan dengan nilai rujukan WHO. Satu hasil di bawah batas rujukan belum berarti mandul. Biasanya tes diulang sekitar 3 bulan kemudian, dan hasilnya dibaca bersama kondisi pasangan (NICE NG257; NHS).
Istilah seperti oligozoospermia atau asthenozoospermia di lembar hasil wajar membuat cemas. Artikel ini membantu memahaminya berdasarkan sumber kesehatan resmi; penilaian akhir tetap oleh dokter yang menangani Anda.
Apa itu analisis sperma dan kapan perlu dilakukan?
Analisis sperma adalah pemeriksaan sampel air mani di laboratorium. Menurut ACOG, tes ini menilai jumlah sperma, bentuknya, dan cara sperma bergerak. NHS menyebutnya sebagai tes utama untuk memeriksa jumlah sperma. Tes ini bagian dari pemeriksaan kesuburan untuk pasangan, karena kesulitan hamil adalah masalah bersama yang perlu dinilai pada suami dan istri, bukan mencari siapa yang “salah”.
WHO mendefinisikan infertilitas sebagai tidak terjadinya kehamilan setelah 12 bulan atau lebih berhubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi. NHS menyarankan pasangan berkonsultasi ke dokter bila sudah berhubungan teratur tanpa KB lebih dari 1 tahun tetapi belum hamil, atau setelah 6 bulan bila istri berusia 36 tahun atau lebih. Bila suami punya riwayat masalah testis atau operasi di daerah kelamin, diskusikan dengan dokter tanpa perlu menunggu lama. Penyebab sulit hamil yang lain dibahas di penyebab sulit hamil pada wanita dan pria.
Persiapan sebelum cek sperma agar hasil akurat
Cara pengambilan sampel memengaruhi hasil. Panduan MedlinePlus:
- Tidak ejakulasi selama 2–7 hari sebelum sampel diambil. Ikuti instruksi laboratorium Anda.
- Buang air kecil, lalu cuci tangan dan penis sebelum mengambil sampel.
- Sampel biasanya diambil dengan masturbasi ke dalam wadah steril di ruang khusus laboratorium. Jangan menyentuh bagian dalam wadah.
- Jangan memakai pelumas atau air liur, karena dapat merusak sperma.
- Tampung seluruh air mani. Bila ada yang tumpah atau tidak tertampung, beri tahu petugas.
- Bila sampel diambil di rumah, jaga suhu sampel sesuai instruksi dan bawa ke laboratorium dalam waktu sekitar 1 jam.
Beri tahu dokter atau petugas laboratorium bila Anda sedang sakit atau rutin minum obat tertentu. MedlinePlus menyebut kualitas sperma dapat berubah dari hari ke hari, sehingga lebih dari satu sampel mungkin diperlukan.
Cara membaca hasil: parameter dan nilai rujukan
Pedoman NICE NG257 (2026) menganjurkan hasil analisis sperma dibandingkan dengan nilai rujukan WHO dari WHO laboratory manual for the examination and processing of human semen edisi ke-6 (2021). Nilai rujukan tersebut adalah sebagai berikut.
| Parameter | Nilai rujukan WHO | Artinya |
|---|---|---|
| Volume air mani | 1,4 ml atau lebih | Jumlah cairan dalam satu kali ejakulasi |
| pH | 7,2 atau lebih | Tingkat keasaman air mani |
| Konsentrasi sperma | 16 juta sperma per ml atau lebih | Banyaknya sperma dalam setiap mililiter air mani |
| Jumlah sperma total | 39 juta sperma per ejakulasi atau lebih | Seluruh sperma dalam satu kali ejakulasi |
| Motilitas total (progresif + nonprogresif) | 42% atau lebih yang bergerak | Persentase sperma yang bergerak, ke mana pun arahnya |
| Motilitas progresif | 30% atau lebih | Persentase sperma yang bergerak maju |
| Vitalitas | 54% atau lebih sperma hidup | Persentase sperma yang masih hidup |
| Morfologi (bentuk normal) | 4% atau lebih | Persentase sperma dengan bentuk normal |
Sumber: NICE NG257, rekomendasi 1.17.1, yang mengacu pada WHO laboratory manual edisi ke-6 (2021). NICE menegaskan nilai rujukan ini hanya berlaku bila pemeriksaan dilakukan dengan metode sesuai standar WHO.
Angka morfologi 4% sering membuat kaget karena terdengar sangat kecil. Namun, angka itu memang batas rujukan yang tercantum dalam NICE NG257.
Lembar hasil juga sering memuat waktu pencairan (likuefaksi), yaitu seberapa cepat air mani berubah menjadi cair, dan sel darah putih (leukosit). Menurut MedlinePlus, leukosit yang tinggi dapat menjadi tanda infeksi. Tanyakan artinya kepada dokter.
Catatan: kenapa angka di lab atau artikel lain berbeda? Nilai rujukan WHO beberapa kali diperbarui. Sebagian laboratorium dan sumber masih memakai angka edisi sebelumnya. Contohnya, MedlinePlus masih mencantumkan konsentrasi 15 juta per ml dan motilitas di atas 40%, dan artikel Kemenkes tentang azoospermia juga menyebut batas 15 juta per ml. Angka-angka tersebut berasal dari edisi WHO yang lebih lama, bukan dari tabel di atas. Karena itu, bacalah hasil Anda sesuai nilai rujukan yang tercetak di lembar laboratorium, lalu diskusikan dengan dokter.
Arti istilah pada hasil analisis sperma
Kesimpulan di lembar hasil biasanya ditulis dengan istilah medis. Berikut artinya secara sederhana:
| Istilah | Arti sederhana |
|---|---|
| Normozoospermia | Parameter utama berada dalam batas nilai rujukan |
| Oligozoospermia | Jumlah atau konsentrasi sperma di bawah nilai rujukan (jumlah sperma sedikit) |
| Asthenozoospermia (astenozoospermia) | Persentase sperma yang bergerak maju (progresif) di bawah nilai rujukan (sperma kurang gesit) |
| Teratozoospermia | Persentase sperma berbentuk normal di bawah nilai rujukan |
| Oligoasthenoteratozoospermia (OAT) | Gabungan ketiga kondisi di atas |
| Azoospermia | Tidak ditemukan sperma sama sekali di air mani (sperma kosong) |
| Necrozoospermia | Persentase sperma yang hidup sangat rendah |
Azoospermia berbeda dengan oligozoospermia. Menurut Kemenkes, azoospermia diperkirakan dialami sekitar 1 persen pria dan terbagi menjadi dua jenis. Azoospermia obstruktif terjadi karena sumbatan pada saluran sperma, misalnya akibat infeksi, cedera, operasi panggul, atau vasektomi. Azoospermia non-obstruktif terjadi karena produksi sperma terganggu, misalnya akibat gangguan hormon, kelainan genetik, atau gangguan pada testis.
Bila muncul istilah lain, misalnya leukositospermia atau hematospermia (darah di air mani), tanyakan artinya kepada dokter.
Hasil tidak normal: apakah masih bisa hamil?
Jawaban singkatnya: pada banyak kasus, masih mungkin. Nilai rujukan bukan garis pemisah antara “subur” dan “mandul”. Hasil di bawah batas rujukan tidak memastikan seseorang tidak bisa punya anak, dan hasil normal juga tidak menjamin kehamilan akan terjadi. MedlinePlus menegaskan hasil yang tidak normal tidak berarti seseorang mandul permanen, tetapi menunjukkan sperma mungkin menjadi salah satu faktor yang membuat pasangan sulit hamil.
NHS menyebut pria dengan jumlah sperma rendah masih mungkin membuat pasangannya hamil secara alami, dan menyarankan berhubungan setiap 2–3 hari tanpa kontrasepsi. Peluangnya bisa lebih kecil atau butuh waktu lebih lama. Selama tidak ada sperma di air mani (azoospermia), kehamilan alami tidak dapat terjadi. Namun, menurut Kemenkes dan NICE, sebagian kasus masih memiliki pilihan penanganan, misalnya operasi untuk memperbaiki sumbatan atau mengambil sperma langsung dengan tindakan operasi untuk program bayi tabung.
Hasil pemeriksaan suami perlu dibaca bersama kondisi istri. NICE NG257 juga meminta faktor kesuburan istri ikut dipertimbangkan saat memilih penanganan azoospermia dan varikokel. Usia istri, ovulasi, dan keadaan saluran telur ikut menentukan peluang hamil. Karena itu, pemeriksaan istri seperti tes AMH dan HSG untuk saluran tuba sering dilakukan bersamaan.
Langkah setelah hasil tidak normal
1. Ulangi tes untuk konfirmasi
Satu hasil abnormal belum cukup untuk menarik kesimpulan. NICE NG257 menganjurkan tes konfirmasi bila hasil pertama abnormal, idealnya sekitar 3 bulan kemudian, agar satu siklus pembentukan sperma sudah selesai. Bila ditemukan azoospermia atau oligozoospermia berat, tes ulang dilakukan secepatnya. NHS juga menyebut tes kedua biasanya dilakukan sekitar 3 bulan setelah tes pertama.
2. Pemeriksaan lanjutan bila hasil tetap abnormal
Bila dua atau lebih hasil abnormal, NICE menganjurkan pemeriksaan fisik skrotum dan testis, serta mempertimbangkan pemeriksaan hormon dalam darah. NHS menyebut pemeriksaan lanjutan dapat berupa tes darah, USG testis, atau tes urine. Pada azoospermia atau konsentrasi sperma yang sangat rendah, dokter spesialis dapat mempertimbangkan tes genetik (NICE). Tujuannya mencari penyebab, misalnya varikokel (pelebaran pembuluh darah di skrotum), infeksi, gangguan hormon, sumbatan saluran, kelainan genetik, efek obat atau radiasi, maupun faktor gaya hidup (MedlinePlus; Kemenkes).
Perlu diketahui, NICE NG257 tidak menganjurkan tes fragmentasi DNA sperma sebagai bagian pemeriksaan. Tes antibodi antisperma juga tidak dilakukan secara rutin.
3. Perbaiki gaya hidup bersama pasangan
NHS menyarankan beberapa langkah yang dapat membantu:
- berhenti merokok,
- mengurangi atau menghentikan alkohol,
- menurunkan berat badan bila berlebih,
- memakai celana dalam yang longgar, karena celana ketat dapat menaikkan suhu testis,
- menghindari paparan bahan kimia di tempat kerja seperti pestisida, pelarut, atau logam berat tertentu,
- tidak memakai narkoba maupun steroid anabolik.
ACOG juga menyebut merokok, minum alkohol berlebihan, dan penggunaan ganja dapat menurunkan jumlah dan gerakan sperma. Karena pembentukan sperma butuh waktu sekitar 3 bulan, efek perubahan gaya hidup tidak langsung terlihat. Tips lengkap ada di gaya hidup sehat untuk meningkatkan kesuburan.
Hindari membeli produk yang diklaim sebagai “penyubur sperma” atas inisiatif sendiri. Diskusikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.
Penting: jangan memakai testosteron atau steroid anabolik untuk “memperbaiki” sperma. NICE NG257 tidak menganjurkan pemberian hormon androgen (termasuk testosteron) untuk mengatasi kelainan sperma, dan NHS menyarankan untuk tidak memakai steroid anabolik.
4. Penanganan sesuai penyebab
Pilihan penanganan bergantung pada penyebab, berat ringannya kelainan, dan kondisi istri. Beberapa pilihan yang disebut dalam pedoman dan sumber resmi:
- Terapi hormon hanya untuk kondisi tertentu, yaitu bila produksi sperma rendah karena kurangnya rangsangan hormon dari otak (hipogonadisme hipogonadotropik). Terapi ini diberikan dan diawasi dokter spesialis (NICE NG257).
- Antibiotik hanya bila terbukti ada infeksi, bukan sekadar karena leukosit di air mani tinggi (NICE NG257).
- Varikokel yang ditemukan saat pemeriksaan fisik dapat dipertimbangkan untuk ditangani (dengan tindakan radiologi atau operasi) bila kualitas sperma menurun dan pasangan sedang berusaha hamil alami, dengan memperhitungkan kondisi kesuburan istri (NICE NG257).
- Azoospermia dapat ditangani dengan operasi untuk memperbaiki sumbatan atau dengan mengambil sperma langsung dari testis atau saluran sperma (NICE NG257).
- Bantuan reproduksi. Untuk jumlah sperma rendah, NHS menyebut pilihan pengobatan dapat berupa bayi tabung (IVF) atau ICSI, yaitu penyuntikan satu sperma langsung ke sel telur dalam program bayi tabung. HFEA menyebut ICSI dapat disarankan bila jumlah sperma sangat rendah atau bentuk dan gerakannya tidak normal. Apakah inseminasi buatan (IUI) sesuai untuk Anda perlu diputuskan bersama dokter, karena pedoman NICE NG257 tidak menganjurkan IUI sebagai penanganan rutin kelainan sperma.
Kapan perlu konsultasi ke dokter?
Hasil yang tidak normal sebaiknya didiskusikan dengan dokter, bukan ditafsirkan sendiri. Bawa lembar hasil lengkap. Segera periksakan diri bila ada:
- benjolan, nyeri, atau pembengkakan pada testis (Kemenkes),
- riwayat testis tidak turun, cedera, atau operasi di daerah kelamin atau selangkangan,
- gangguan ereksi, penurunan gairah seksual, atau masalah ejakulasi (Kemenkes).
Menurut ACOG, evaluasi awal infertilitas biasanya dilakukan oleh dokter kandungan, sementara pria dapat diperiksa oleh dokter urologi. Dokter kandungan (Sp.OG) dapat menjadi pintu masuk pemeriksaan bagi pasangan: menilai kondisi istri, membaca hasil suami secara bersamaan, lalu merujuk ke dokter spesialis andrologi atau urologi bila diperlukan. Bagi Anda yang berada di Jepara, informasi layanan ada di cek kesuburan dan kandungan di Jepara.
FAQ seputar hasil analisis sperma
Berapa hari tidak berhubungan sebelum cek sperma?
Menurut MedlinePlus, hindari ejakulasi selama 2–7 hari sebelum pengambilan sampel. Ikuti instruksi spesifik dari laboratorium atau dokter Anda.
Hasil analisa sperma tidak normal, apakah masih bisa hamil?
Pada banyak kasus masih bisa, meskipun mungkin butuh waktu lebih lama atau bantuan medis. Hasil di bawah nilai rujukan tidak sama dengan mandul. Pengecualiannya adalah azoospermia, yang membutuhkan penanganan khusus. Peluang hamil juga ditentukan oleh kondisi istri.
Apakah cek sperma perlu diulang?
Ya, bila hasil pertama abnormal. NICE menganjurkan tes ulang idealnya sekitar 3 bulan kemudian, atau secepatnya bila ditemukan azoospermia atau oligozoospermia berat.
Morfologi sperma 4%, normal atau tidak?
Berdasarkan nilai rujukan WHO edisi ke-6 yang dikutip NICE NG257, morfologi normal 4% atau lebih masih berada dalam batas rujukan. Tetap baca bersama parameter lain dan diskusikan dengan dokter.
Sperma lemah (asthenozoospermia), apakah bisa hamil alami?
Masih mungkin, terutama bila parameter lain baik dan kondisi istri mendukung. Bila belum berhasil, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan atau bantuan reproduksi sesuai berat ringannya kelainan.
Azoospermia, apakah bisa punya anak?
Sebagian pria dengan azoospermia masih bisa memiliki anak biologis. Caranya bisa dengan operasi untuk memperbaiki sumbatan, atau dengan mengambil sperma langsung dari testis untuk program bayi tabung (NICE; Kemenkes). Peluangnya bergantung pada penyebab, sehingga perlu pemeriksaan oleh dokter spesialis.
Kesimpulan
Hasil analisis sperma dibaca dengan membandingkan tiap parameter terhadap nilai rujukan WHO terbaru dalam NICE NG257. Hasil di bawah batas rujukan bukan vonis mandul, dan satu kali tes belum cukup untuk menyimpulkan. Langkah berikutnya adalah tes ulang, mencari penyebab, memperbaiki gaya hidup bersama, dan memilih penanganan sesuai kondisi suami dan istri.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau saran pengobatan dari dokter. Penafsiran hasil laboratorium, penggunaan obat, dan pilihan tindakan medis harus ditentukan oleh tenaga kesehatan yang menangani Anda. Baca juga Disclaimer Medis kami.
Referensi
- National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Fertility problems: assessment and treatment (NG257), 2026. https://www.nice.org.uk/guidance/ng257; bab Investigation of fertility problems and management strategies: https://www.nice.org.uk/guidance/ng257/chapter/Investigation-of-fertility-problems-and-management-strategies; bab Management of male factor fertility problems: https://www.nice.org.uk/guidance/ng257/chapter/Management-of-male-factor-fertility-problems (diakses 22 Oktober 2026).
- World Health Organization (WHO). WHO laboratory manual for the examination and processing of human semen, 6th ed. 2021. https://www.who.int/publications/i/item/9789240030787 (diakses 22 Oktober 2026).
- World Health Organization (WHO). Infertility (fact sheet). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infertility (diakses 22 Oktober 2026).
- NHS (UK). Low sperm count. https://www.nhs.uk/conditions/low-sperm-count/ (ditinjau 26 Januari 2024; diakses 22 Oktober 2026).
- Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (Tim Promkes RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro). Azoospermia. 2022. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1740/azoospermia (diakses 22 Oktober 2026).
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Evaluating Infertility (FAQ). https://www.acog.org/womens-health/faqs/evaluating-infertility (diakses 22 Oktober 2026).
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. Semen Analysis. https://medlineplus.gov/lab-tests/semen-analysis/ (diakses 22 Oktober 2026).
- Human Fertilisation and Embryology Authority (HFEA). Intracytoplasmic sperm injection (ICSI). https://www.hfea.gov.uk/treatments/explore-all-treatments/intracytoplasmic-sperm-injection-icsi/ (diakses 22 Oktober 2026).





